LAMPUNGCORNER.COM, Tanggamus — Satreskrim Polres Tanggamus mengamankan seorang tukang ojek asal Kotaagung, Tanggamus lantaran dugaan mencabuli tujuh anak.
Tersangka Rohman (35) ditangkap atas laporan orang tua A (9), warga Kotaagung.
Rohman dengan modus mengajar ngaji, mencabuli saat pura-pura mengajari berwudu dan tatacara buang air kecil di kamar mandi rumahnya.
Perbuatan bejat tersangka diketahui orang tua korban setelah salah satu anak bercerita kepada ibunya.
Demikian penjelasan Kasatreskrim Polres Tanggamus Iptu Ramon Zamora mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi, Senin (1/11/2021).
“Berawal dari laporan tersebut polisi melakukan penyelidikan, olah TKP dengan memeriksa beberapa saksi-saksi,” ungkap Ramon didampingi Kasubbag Humas Iptu M Yusuf dan Kanit PPA Sat Reskrim Bripka Rangga.
Kasat menjelaskan, kronologis kejadian. Pada Minggu (8/10/2021), korban mengeluhkan sakit saat buang air kecil.
Mengetahui anaknya dicabuli, orang tua korban melapor ke Polsek Kotaagung.
“Setelah dilakukan penyelidikan, pada 25 Oktober 2021 terlapor ditangkap,” ujar kasat.
Ia menambahkan, tersangka melakukan perbuatan tersebut terhadap 7 orang korban yang telah menjalani visum et repertum di RSUD Batin Mangunang, Kotaagung.
“Tersangka mengakui perbuatannya, dia menyatakan khilaf,” imbuhnya.
Saat ini tersangka dan barang bukti pakaian korban diamankan di Mapolres Tanggamus.
Ia dijerat Pasal 76E jo Pasal 82 UU RI No 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
“Sanksi pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar,” tandasnya.
Tersangka sendiri menyatakan mengiming-imingi hadiah Al-Qur’an kepada korban, apabila benar cara wudu dan buang air kecilnya.
Dengan nada terisak, tersangka mengaku menyesali perbuatannya dan berharap ia dimaafkan keluarga korban maupun keluarganya sendiri.
“Saya ingin bersilaturahmi dengan mereka. Kepada anak, istri, keluarga, tetangga, saya juga minta maaf,” lirihnya.
Rohman menceritakan telah mengajar ngaji sejak 2013 setiap hari Senin.
“Saya hanya sepintas melakukan itu, spontan,” akunya. (“)
Red















