Ketersedian Stok Darah di PMI Lampung Makin Minim

- Jurnalis

Selasa, 23 Maret 2021 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga mengantre di UTD PMI Lampung menunggu stok darah. Foto: Dora

Warga mengantre di UTD PMI Lampung menunggu stok darah. Foto: Dora

Arga Wijaya yang terlihat kebingungan,sebab ia harus segera mendapatkan tiga kantong golongan darah A.

Darah itu dibutuhkannya sesegera mungkin untuk persiapan operasi tumor otak ibunya, yang dirawat di Rumah Sakit Urip Sumoharjo, Selasa (23/3/2021)

“Sebenarnya golongan darah saya A. Tapi baru sebulan yang lalu saya vaksin tenaga kesehatan yang kedua. Menurut ketentuan, harus enam minggu setelah vaksin baru boleh donor darah. Saya butuh enam kantong golongan darah A. Dari PMI diberi tiga kantong dan tiga kantong lagi harus cari sendiri,” ungkapnya lesu.

Apa yang dirasakan Arga Wijaya, juga dirasakan beberapa orang lain yang mengantri di ruang tunggu Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Lampung yang berada di Jalan Sam Ratulangi Nomor 97, Kelurahan Penengahan, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung.

Baca Juga :  Ditjenpas Resmikan Dapur Sehat di Lima UPT Pemasyarakatan Lampung

Kebanyakan dari mereka kebingungan karena stok darah di PMI selalu kurang. Sejak sebelum pandemi, stok darah itu menurut mereka selalu kurang. Pada saat pandemi, stok darah itu dinilai warga malah semakin mengkhawatirkan.

Seperti dilansir dari rilislampung.id (group lampungcorner.com) melihat antrian warga yang mencari darah cukup ramai. Bahkan, beberapa orang yang mengantri terlihat was-was menunggu ketersediaan stok darah di PMI.

Sementara saat dikonfirmasi, Kabid Pengelolaan Darah PMI Provinsi Lampung Yulika Sugesty menjelaskan, PMI akan memberi berapapun permintaan dari rumah sakit selama PMI memiliki stok.

Baca Juga :  APBD 2026 dan 24 Paket Proyek Dipersoalkan, DPRD Sebut Sudah Sesuai Mekanisme

“Kalau tidak ada stok, maka keluarga pasien yang memerlukan bisa mencari donor pengganti,” tukas Yulika.

Lebih lanjut Yulika juga menjelaskan, bahwa memang saat ini PMI kekurangan stok darah, karena kemungkinan masyarakat takut untuk mendonor di masa pandemi.

“Biasanya juga kami keliling (untuk mencari pendonor darah). Ada mobil unit yang ke instansi-instansi dan sekolah-sekolah untuk mendapatkan stok darah,” ungkapnya.

Yulika juga mengatakan bahwa masyarakat yang ingin mendapatkan darah dari PMI, harus membayar biaya sebesar Rp360 ribu untuk satu kantong darah. (*)

 

editor:redaksi

Berita Terkait

Gubernur Mirza Bentuk Tim Koordinasi dan Fasilitasi Penanganan Penyelesaian Masalah Pertanahan di Lampung
Gubernur Mirza Raih Penghargaan Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur dan Ketahanan Pangan Nasional 2026
DPRD Kota Bandar Lampung Gelar Rapat Paripurna, Sebanyak 33 Anggota Dewan Hadir
Kejuaraan Cabang ORADO Kabupaten Pesawaran Sukses Digelar, Bidik Atlet Berkualitas dan Profesional
HUT Lampung ke-62, Pemprov Optimalkan Layanan RSUD Bandar Negara Husada
Soliditas BPD HIPMI Lampung Gelar Rapat Besar Pengurus Lengkap, Menuju Kontestasi Munas BPP ke-18
Pemprov Lampung Matangkan Kesiapan Jadi Tuan Rumah PON XXIII Tahun 2032
Gubernur Mirza Hadiri Halalbihalal Iwapi Lampung, Dorong Penguatan Peran Pengusaha Perempuan
Berita ini 248 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 22:27 WIB

Gubernur Mirza Bentuk Tim Koordinasi dan Fasilitasi Penanganan Penyelesaian Masalah Pertanahan di Lampung

Jumat, 17 April 2026 - 22:16 WIB

Gubernur Mirza Raih Penghargaan Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur dan Ketahanan Pangan Nasional 2026

Jumat, 17 April 2026 - 14:29 WIB

DPRD Kota Bandar Lampung Gelar Rapat Paripurna, Sebanyak 33 Anggota Dewan Hadir

Kamis, 16 April 2026 - 23:20 WIB

Kejuaraan Cabang ORADO Kabupaten Pesawaran Sukses Digelar, Bidik Atlet Berkualitas dan Profesional

Kamis, 16 April 2026 - 21:34 WIB

HUT Lampung ke-62, Pemprov Optimalkan Layanan RSUD Bandar Negara Husada

Berita Terbaru