DPRD Lampung Gelar Paripurna Pembahasan KUA-PPAS 2024

- Jurnalis

Senin, 6 November 2023 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menggelar rapat paripurna dalam rangka laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD terhadap Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2024 di Ruang Sidang DPRD setempat, Senin (6/11/2023).

Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay memimpin rapat paripurna. Ia didampingi Wakil Ketua II DPRD Ririn Kuswantari dan dihadiri Sekretaris Provinsi (Sekprov) Lampung Fahrizal Darminto.

Dalam KUA-PPAS terungkap proyeksi pendapatan daerah tahun depan Rp8,342 triliun. Sementara belanja daerah ditargetkan sebesar Rp8,333 triliun.

Juru bicara Badan Anggaran DPRD Lampung Lesty Putri Utami mengungkapkan proyeksi pendapatan daerah sebelumnya mencapai Rp7,412 triliun.

”Kemudian berubah menjadi Rp8,342 triliun setelah pembahasan di tingkat Badan Anggaran. Angka ini bertambah Rp929,559 miliar,” ujarnya.

Perubahan serupa juga terjadi pada belanja daerah, yang semula diproyeksikan Rp7,381 triliun. ”Setelah pembahasan berubah jadi Rp8,333 triliun atau bertambah Rp929,559 miliar,” kata Lesty.

”Juga untuk penyelenggaraan dan pengawasan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak serta hibah kepada partai politik (parpol),” urainya.

Menurut Lesty, terdapat sebelas asumsi indikator makro ekonomi pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2024 yang mengalami perubahan.

Pertama, pertumbuhan ekonomi yang semula diproyeksikan 5,0 sampai 5,5 persen berubah menjadi 5,0 sampai 6,0 persen.

Kedua, proyeksi inflasi tetap di angka 2-4 persen. Ketiga, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang semula diproyeksikan 47 – 49 persen berubah menjadi 47 – 50 persen.

Keempat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) diproyeksikan menjadi 4,0 sampai 3,79 persen. Kelima, penduduk miskin semula diproyeksi 10,9 sampai 10,4 persen berubah menjadi 10,7 sampai 10,2 persen.

Keenam, indeks pembangunan manusia (IPM) diproyeksikan 70,6 sampai 70,1 persen. Ketujuh, indeks gini 0,313 sampai 0,293 persen.

Kedelapan, nilai tukar petani (NTP) yang semula diproyeksi 105 sampai 106 persen berubah menjadi 105,5 sampai 106,5 persen. Kesembilan, pertumbuhan pendapatan asli daerah (PAD) dinaikkan menjadi 10,27 persen dari semula 9,72 persen.

Baca Juga :  Kejari Lamtim Selamatkan Aset Tanah Senilai Rp1,27 Miliar, 43,2 Hektare Lahan Perkantoran Pemda Kini Bersertifikat

Kesepuluh, pemantapan jalan ditarget menjadi 80 persen. Terakhir, penurunan emisi gas rumah kaca diproyeksikan 7,29.

Sementara itu, Gubernur Lampung dalam sambutannya yang dibacakan Sekprov Fahrizal Darminto mengatakan paripurna ini merupakan tahap lanjutan untuk memformulasikan kebijakan umum APBD serta prioritas program/kegiatan pembangunan daerah yang akan menjadi bagian dalam menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2024.

”Secara umum, target asumsi makro pembangunan daerah tahun 2024 sudah disepakati berdasarkan hasil pembahasan bersama,” ujarnya.

“Dengan telah diselesaikannya tahapan kesepakatan KUA-PPAS 2024 ini, maka selanjutnya kami akan segera melakukan pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) perangkat daerah sebagai materi dalam RAPBD 2024,” sambung Fahrizal.

Pihaknya berharap proses pembahasan dan pengesahan RAPBD Tahun Anggaran 2024 dapat berjalan sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (Advertorial)

Berita Terkait

Pemkab Tubaba Tancap Gas Susun Arsitektur Pemerintahan Digital
Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD
Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II
Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan
Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung
Inspektorat Lampung Awasi 17 OPD Tubaba
Pemkab Tubaba Perkuat Digitalisasi Daerah dan Pengendalian Inflasi
Tekan Inflasi, Pemkab Tubaba Gelar Operasi Pasar Murah di Panaragan Jaya
Berita ini 119 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 08:25 WIB

Pemkab Tubaba Tancap Gas Susun Arsitektur Pemerintahan Digital

Minggu, 27 September 2026 - 20:50 WIB

Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD

Minggu, 27 September 2026 - 13:01 WIB

Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II

Jumat, 25 September 2026 - 21:49 WIB

Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan

Jumat, 25 September 2026 - 10:31 WIB

Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung

Berita Terbaru

Kesbangpol Lampura dan FKDM gelar koordinasi sekaligus ''Ngopi Bareng'' bersama masyarakat di Desa Sinar Mulya, Kecamatan Tanjung Raja, Selasa (29/9/2026).

LAMPUNG UTARA

Kesbangpol Lampura dan FKDM Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial

Selasa, 29 Sep 2026 - 17:16 WIB