Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VLADIVOSTOK – Pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Kamis, 3 September 2026, membahas sejumlah peluang konkret untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara mulai dari pertanian, energi dan sumber daya mineral, mineral, pertahanan, hingga investasi dan perkapalan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, mengatakan bahwa salah satu tindak lanjut konkret dari penguatan kerja sama tersebut adalah penjajakan investasi Pupuk Indonesia untuk pengembangan pabrik pupuk urea di Vladivostok.

“Pada intinya, kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea,” ujar Rosan dalam keterangannya di Vladivostok.

Menurut Rosan, peningkatan kinerja dan efisiensi Pupuk Indonesia membuka peluang bagi perusahaan tersebut untuk memperluas investasi di luar negeri. Kerja sama dengan pihak Rusia diharapkan sekaligus dapat memperkuat ketahanan bahan dan industri nasional.

“Kalau kita lihat dari Pupuk Indonesia ini _performance_-nya makin lama makin bagus, makin efisien, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok ini dan dengan pihak Rusia. Diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat juga dari sektor ketahanan bahan kita dan juga ketahanan industri kita,” ungkapnya.

Baca Juga :  Usai Dicopot Prabowo, Purbaya: Mau Pulang dan Mancing di Belakang Rumah

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menambahkan bahwa penandatanganan nota kesepahaman untuk studi bersama tersebut sejalan dengan arahan Danantara agar Pupuk Indonesia makin berperan dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus memperluas ekspansi global. Posisi Vladivostok yang menghadap kawasan Pasifik dinilai strategis karena kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu pasar utama Pupuk Indonesia.

“Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia,” ujar Dirut Pupuk Indonesia.

Selain sektor pupuk, Rosan mengungkapkan adanya peluang kerja sama di bidang perkapalan. Dalam pertemuan bilateral, Presiden Putin menawarkan kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter yang dapat digunakan untuk mendukung pengolahan hasil perikanan secara langsung.

Baca Juga :  Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga Pematang Sawa Tanggamus

“Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir, untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita sehingga menjadi lebih baik kualitasnya,” kata Rosan.

Menindaklanjuti tawaran tersebut, Presiden Prabowo akan mengirimkan tim untuk mempelajari lebih lanjut teknologi dan potensi pemanfaatan kapal tersebut bagi Indonesia.

Rosan juga menyoroti rencana ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Eurasia yang diharapkan makin membuka ruang perdagangan dan investasi kedua negara. Terlebih, perdagangan Indonesia–Rusia tercatat meningkat lebih dari 12 persen pada tahun sebelumnya.

“Jadi momentumnya sangat baik, momentumnya sangat pas sehingga ini memperluas dari segi perdagangan, kerja sama, _partnership_, investasi terhadap kedua negara,” pungkas Rosan.

Rangkaian kesepakatan dan peluang tersebut menunjukkan bahwa pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Putin tidak hanya mempererat hubungan politik Indonesia–Rusia, tetapi juga diarahkan pada kerja sama konkret yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian, industri, dan ketahanan nasional kedua negara. (*)

Berita Terkait

Wagub Jihan Tinjau Langsung Kebakaran TPS di Lampung Tengah
Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB Guterres di Hambalang
Momen KPK Buka Tong Biru Berisi Rp934 Juta dari Rumah Adik Bupati, Buntut OTT Bupati Klaten
KPK Bongkar Dana Siap Pakai BNPB Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar
OTT BNPB, KPK Amankan Rp5,47 Miliar: Uang Tunai, Emas dan Kripto
Prabowo Minta Kepala BNPB Kristomei Gas Terus, Karhutla Jadi Target Awal
Kristomei Sianturi Serahkan Kasus OTT BNPB ke Penegak Hukum
Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Wagub Jihan Tinjau Langsung Kebakaran TPS di Lampung Tengah

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB Guterres di Hambalang

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Momen KPK Buka Tong Biru Berisi Rp934 Juta dari Rumah Adik Bupati, Buntut OTT Bupati Klaten

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:17 WIB

KPK Bongkar Dana Siap Pakai BNPB Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:23 WIB

OTT BNPB, KPK Amankan Rp5,47 Miliar: Uang Tunai, Emas dan Kripto

Berita Terbaru

LC TV Story

Wagub Jihan Tinjau Langsung Kebakaran TPS di Lampung Tengah

Senin, 19 Okt 2026 - 11:09 WIB

LC TV Story

Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB Guterres di Hambalang

Senin, 19 Okt 2026 - 09:50 WIB