Prabowo Akan Cabut Izin Perusahaan Pelaku Karhutla, Sebut Pembakaran sebagai Terorisme Lingkungan

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia tidak semata-mata disebabkan faktor alam.

Hasil penyelidikan di lapangan mengindikasikan adanya campur tangan manusia, termasuk dugaan keterlibatan korporasi.

Prabowo meminta aparat penegak hukum dan sejumlah instansi terkait mengusut tuntas penyebab kebakaran tersebut.

Ia menegaskan, penanganan karhutla harus dilakukan secara serius dan berdasarkan hasil penyelidikan yang cermat.

“Saudara-saudara ternyata hasil penyelidikan kita di lapangan bahwa fenomena karhutla tidak semata-mata alamiah. Ada campur tangan manusia dan menurut saya harus kita sikapi dengan hati-hati, dengan teliti,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga :  Di Muktamar NU, Prabowo Beberkan Capaian 2 Tahun Pemerintahan: Swasembada Pangan, MBG hingga Kopdes Merah Putih

Prabowo menyebut terdapat dugaan keterlibatan sejumlah perusahaan dalam kasus karhutla.

Karena itu, ia meminta kepolisian, kejaksaan, Kementerian Kehutanan, TNI, hingga unsur intelijen bekerja sama mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

“Saya minta kepolisian, kejaksaan, Kementerian Kehutanan dibantu TNI, dibantu intelijen untuk selidiki, karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab,” tegasnya.

Tak hanya korporasi, Prabowo juga menyoroti dugaan adanya oknum yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Ia menilai tindakan tersebut memiliki dampak serius terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan.

Bahkan, Prabowo menyebut aksi pembakaran yang membahayakan masyarakat sebagai bentuk terorisme lingkungan dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Menurutnya, dampak karhutla tidak boleh dipandang sebelah mata. Asap akibat kebakaran dapat mengancam kesehatan jutaan warga, sehingga pemerintah perlu mengambil langkah penanganan secara masif sekaligus menindak pihak yang terbukti melanggar hukum.

Baca Juga :  Kristomei Sianturi Serahkan Kasus OTT BNPB ke Penegak Hukum

“Kita tidak boleh anggap remeh. Kita akan masif menangani itu, dan kita juga akan usut tuntas,” katanya.

Prabowo pun menegaskan pemerintah tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas terhadap perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan.

Ia bahkan mengancam akan mencabut seluruh izin usaha perusahaan yang terbukti terlibat dalam pelanggaran tersebut.

“Dan kali ini maaf kita tidak akan bertindak biasa-biasa saja, kalau bukti sudah jelas, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar,” tandasnya. (*)

Berita Terkait

Prabowo Respons Downgrade MSCI, Tegaskan Indonesia Tak Gentar
Prabowo Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih, Sebut Hasil Kerja Menteri Membanggakan
Menkomdigi Tegaskan Tak Batasi Informasi Karhutla di Medsos
Warga Bandar Lampung Wajib Tahu, Ini Tanda Pohon Rawan Tumbang dan Cara Melaporkannya
KMP Batumandi Terbakar di Merak, ASDP: Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi
KMP Batu Mandi Terbakar Saat Menyeberang ke Merak, Penumpang Dievakuasi
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Almarhum Mantan KSAD Subagyo HS di Mabesad
98 Kasus Karhutla Terkait Korporasi Naik ke Penyidikan, Ada Pihak Asing
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Prabowo Respons Downgrade MSCI, Tegaskan Indonesia Tak Gentar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Prabowo Akan Cabut Izin Perusahaan Pelaku Karhutla, Sebut Pembakaran sebagai Terorisme Lingkungan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:41 WIB

Menkomdigi Tegaskan Tak Batasi Informasi Karhutla di Medsos

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Warga Bandar Lampung Wajib Tahu, Ini Tanda Pohon Rawan Tumbang dan Cara Melaporkannya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:56 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, ASDP: Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Ela Siti Nuryamah: 227 Pesantren Jadi Pilar Pembangunan Lamtim

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:23 WIB

LC TV Story

Prabowo Respons Downgrade MSCI, Tegaskan Indonesia Tak Gentar

Kamis, 22 Okt 2026 - 09:33 WIB