Harga Beras Hingga Cabai Picu Inflasi, Pemprov Sebut Bakal Kendalikan Sebelum Lebaran

- Jurnalis

Rabu, 13 Maret 2024 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Rilisid Lampung/Kalbi Rikardo

Ilustrasi Rilisid Lampung/Kalbi Rikardo

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Pemprov Lampung kembali menggelar rapat mingguan mengenai inflasi bersama Kemendagri pada Rabu, 13 Maret 2024.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto memimpin langsung rapat di Pemprov Lampung ini. Usai rapat, Fahrizal mengatakan pihaknya harus terus memantau harga bahan pokok untuk memastikan kondisi harga barang aman.

“Jadi kita harus terus memantau indeks perkembangan harga (IPH) karena pasti setiap tahun menjelang puasa, Idul Fitri ada peningkatan kebutuhan masyarakat,” beber Fahrizal.

Inflasi di provinsi Lampung pada bulan Februari berada di 3,28 untuk year on year (y-on-y). Menurut Fahrizal angka inflasi ini masih cukup baik.

“Sebetulnya kalau dilihat angkanya aman. Namun angka inflasi kita ini faktornya dominan berasal dari naiknya harga beras, harga cabai merah, dan bawang putih, tomat dan gula pasir,” jelasnya.

Mengingat kedepan bulan Ramadhan 1445 H/2024 M ini masih cukup panjang. Kemudian pada April mendatang menyambut hari Raya Idul Fitri, maka perlu dilakukan antisipasi.

“Untuk agar harga dapat dikendalikan, Fahrizal mengatakan Bulog juga sudah bekerja. Jadi kita mengisi jika ada kekurangan suplai maka akan kita isi dan kita akan pantau operasi pasar dan akan kita lakukan sesuai kondis perkembangan harga supaya tidak terlalu tinggi,” lanjutnya.

Baca Juga :  Erupsi GAK Mereda, Damkarmat Bandar Lampung Terus Bersihkan Sisa Abu Vulkanik

Pemprov Lampung juga terus memantau harga bahan pokok seperti pangan beras, gula, minyak, cabe. Nilai IPH Lampung juga tidak terlampau tinggi yakni 1,7.

“Dengan angka itu mestinya kita aman. Namun ini harus tetap diwaspadai. Karena berdasarkan data neraca pangan yang dihitung dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung kita aman dari jumlah produksi dikurangi jumlah produksi. Tapi kita harus pantau jangan sampai ada gabah ke luar Lampung berarti neraca sudah tidak seimbang lagi,” katanya. (*)

Berita Terkait

Pemkab Tubaba Tancap Gas Susun Arsitektur Pemerintahan Digital
Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD
Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II
Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan
Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung
Inspektorat Lampung Awasi 17 OPD Tubaba
Pemkab Tubaba Perkuat Digitalisasi Daerah dan Pengendalian Inflasi
Tekan Inflasi, Pemkab Tubaba Gelar Operasi Pasar Murah di Panaragan Jaya
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 08:25 WIB

Pemkab Tubaba Tancap Gas Susun Arsitektur Pemerintahan Digital

Minggu, 27 September 2026 - 20:50 WIB

Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD

Minggu, 27 September 2026 - 13:01 WIB

Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II

Jumat, 25 September 2026 - 21:49 WIB

Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan

Jumat, 25 September 2026 - 10:31 WIB

Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung

Berita Terbaru

Kesbangpol Lampura dan FKDM gelar koordinasi sekaligus ''Ngopi Bareng'' bersama masyarakat di Desa Sinar Mulya, Kecamatan Tanjung Raja, Selasa (29/9/2026).

LAMPUNG UTARA

Kesbangpol Lampura dan FKDM Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial

Selasa, 29 Sep 2026 - 17:16 WIB