LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung menyiapkan 110 ribu hektare lahan padi untuk antisipasi El Nino.
Lahan seluas 110 ribu hektare ini tersebar di 15 kabupaten/kota yang akan ditanami benih padi varietas unggul yang tahan kering.
Kadis KPTPH Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto mengatakan luasan lahan itu terbagi dua, yaitu 74 ribu hektare dan 36 ribu hektare.
“Yang 74 ribu hektare itu sebagian sudah ditanami sejak bulan Juli, karena kan kemarin masih ada hujan. Kemudian yang 36 ribu hektare kita siapkan untuk Gerakan Nasional (Gernas) tanam padi untuk mengantisipasi El Nino,” kata Bani saat ditemui di Kantor Bank Indonesia Cabang Lampung, Jumat (4/8/2023).
Untuk bibit padi yang akan ditanam sudah disiapkan, yaitu varietas unggul tahan kering genjah inpari 32.
“Bibit itu masih banyak digunakan Masyarakat. Sekarang sedang dipoligon untuk mencapai titik kordinatnya. Itu yang kita usulkan ke Kementerian Pertanian,” kata dia.
Bani menjelaskan untuk total lahan pertanian 110 ribu hektare tersebar di 15 kabupaten/kota.
Namun untuk lahan gernas seluas 36 ribu hektare hanya ada di 6 daerah, yaitu Lamtim, Lamsel, Lamteng, Tanggamus, Tulangbawang dan Way Kanan.
Terkait cadangan beras di Lampung, Bani memastikan sampai saat ini masih surplus hingga 800 ribu ton. Sementara untuk total produksi tahun 2023 ditarget mencapai 3,2 juta ton.
“Cadangan beras di Lampung surplus, sekarang kurang lebih 800 ribu ton, itu baru surplusnya saja, belum total produksinya. Jadi kita pastikan masih aman sampai akhir tahun nanti,” ujarnya.
Pemprov Lampung juga mengoptimalkan fungsi lumbung padi yang tersebar di beberapa wilayah. Bani menyebut saat ini total lumbung yang ada di Lampung lebih dari 300 ribu unit.
“Sesuai arahan dari Mentan dan Presiden siapkan lumbung-lumbung padi yang ada di berbagai daerah. Kita sedang monitoring untuk persiapan cadangan beras di Masyarakat,” tandasnya.
Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyebut Provinsi Lampung akan menjadi salah satu penyangga pangan nasional untuk menghadapi El Nino.
Selain Lampung, ada beberapa provinsi lain yang juga disiapkan untuk menyangga kebutuhan pangan, yaitu Sumsel, Sulsel, Jabar, Jatim dan Jateng.
“Kita melakukan berbagai persiapan seandainya bencana El Nino benar-benar masuk. Kita sudah siap dengan dampaknya dengan ketahanan pangan yang terjaga,” kata Mentan Syahrul.
Untuk wilayah Lampung, Kementan menyebut ada sekitar 100 ribu hektare lahan pertanian yang disiapkan. Namun dengan luasan 30 ribu hektare saja sudah cukup untuk antisisipasi El Nino.
“Untuk bibit lahan kering bisa kita siapkan. Karena kalau untuk Lampung sudah aman. Namun ini untuk nasional kita harap Lampung bisa andil dalam persiapan El Nino,” tandasnya. (*)
Red











