Reses Anggota DPRD Lampung, Andika Wibawa: Serap Aspirasi Masyarakat

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa Sepulau Raya, menerima sejumlah keluhan warga saat menggelar reses di Kelurahan Nyunyai, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, pada Minggu, (1/3/2026).

Salah satu persoalan utama yang disampaikan warga adalah terhentinya insentif kader posyandu di wilayah tersebut.

“Keluhan yang paling krusial adalah hak kader posyandu yang belum lagi menerima insentif dan bantuan makanan tambahan,” kata Andika.

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab tersendatnya pencairan dana tersebut, apakah karena persoalan administrasi atau keterbatasan anggaran.

Namun, Andika juga meminta kepada pemerintah Kota Bandar Lampung segera memberikan kejelasan.

“Kita belum tahu permasalahan keuangannya seperti apa. Karena itu kami menghimbau pemerintah kota agar jika memang insentif itu ada, segera diturunkan,” ujarnya.

Menurut Andika, besaran insentif yang diterima kader selama ini sekitar Rp500 ribu per orang.

Baca Juga :  Temui Wamenhub, Bupati Tubaba Usulkan Enam Bus Sekolah hingga Halte Sungai

Di Kelurahan Nyunyai terdapat tujuh posyandu, masing-masing dengan lima kader. Ia menyebut tujuh posyandu tersebut belum menerima dana insentif.

Jika pencairan dilakukan pada Maret, misalnya, maka insentif Januari dan Februari tidak lagi dihitung.

“Saya berharap walaupun pembayarannya tertunda, bulan sebelumnya jangan sampai dilewatkan. Karena ini menyangkut hak mereka,” kata Andika.

Ia menambahkan, meski kader posyandu berstatus relawan, pemerintah tetap perlu memberikan penghargaan atas kinerja mereka sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain insentif, kader posyandu juga mengeluhkan tidak adanya lagi bantuan makanan tambahan bagi balita sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Andika, program nasional tersebut tidak seharusnya menghapus dukungan pangan di tingkat lokal.

“Kalau memang masih ada anggaran, sebaiknya bantuan untuk anak balita tetap ada, misalnya dalam bentuk bubur kacang hijau seperti sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Sekda Lamtim Konfirmasi Isu Plt Kadis PUPR Jarang Masuk Kantor, Ini Hasilnya

Kader juga mengaku harus membeli sendiri buku administrasi yang menjadi kewajiban laporan kegiatan. Selama ini, kata Andika, tidak ada bantuan dari puskesmas maupun dinas terkait untuk kebutuhan operasional tersebut.

Ia berencana berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung guna memastikan apakah terdapat alokasi anggaran khusus bagi posyandu.

“Nanti akan kami tanyakan apakah memang ada anggaran untuk posyandu dan seperti apa mekanismenya. Kalau ada, tentu harus segera direalisasikan,” kata dia.

Andika menegaskan kader posyandu memiliki peran strategis dalam mendeteksi persoalan kesehatan masyarakat sejak dini.

Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu memastikan dukungan anggaran dan operasional berjalan optimal.

“Mereka yang paling tahu kondisi masyarakat di bawah. Selayaknya pemerintah membantu keberadaan kader-kader posyandu ini,” tandas Andika. (*)

Berita Terkait

Wisuda ke-76 Jadi Momen Bersejarah, UBL Lahirkan Tujuh Doktor Manajemen Pertama
DPRD Lampura Gelar Paripurna Propemperda 2026/2027, Perkuat Kepastian Hukum
Ela Siti Nuryamah: 227 Pesantren Jadi Pilar Pembangunan Lamtim
Desa Sungai Langka Jadi Desa Tapis, Perempuan Didorong Makin Berdaya
Kantongi 444 Dukungan, Wirahadikusumah Tunggu Verifikasi
Petakan Kompetensi 295 Pejabat, Lampura Bersiap Terapkan Manajemen Talenta
BKPSDM Lampura Pastikan Tiga ASN Terpidana Korupsi Wajib PTDH, UPS Harus Dikembalikan
Warga Bandar Lampung Wajib Tahu, Ini Tanda Pohon Rawan Tumbang dan Cara Melaporkannya
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Wisuda ke-76 Jadi Momen Bersejarah, UBL Lahirkan Tujuh Doktor Manajemen Pertama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:46 WIB

DPRD Lampura Gelar Paripurna Propemperda 2026/2027, Perkuat Kepastian Hukum

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Ela Siti Nuryamah: 227 Pesantren Jadi Pilar Pembangunan Lamtim

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Desa Sungai Langka Jadi Desa Tapis, Perempuan Didorong Makin Berdaya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Kantongi 444 Dukungan, Wirahadikusumah Tunggu Verifikasi

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Ela Siti Nuryamah: 227 Pesantren Jadi Pilar Pembangunan Lamtim

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:23 WIB