LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Pemerintah Provinsi Lampung dan 15 Pemda Kabupaten/Kota telah menerima dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) hingga ratusan miliar.
Dari data Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu Provinsi Lampung, tercatat total dana BOS Pendidikan yang diterima Provinsi Lampung dari bulan Januari-Juni 2023 mencapai Rp897,26 miliar.
Dana tersebut disalurkan untuk 13.025 sekolah atau satuan pendidikan dari jenjang SD hingga SMA/SMK, dan diterima oleh para siswa yang membutuhkan.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Perbendahhaan Kemenkeu Provinsi Lampung, Muhamad Dodi mengatakan dana BOS ini merupakan bagian dari kinerja Transfer ke Daerah (TKD) di Lampung pada semester I 2023.
“Dalam rangka mendukung sektor pendidikan di Lampung, Bantuan Operasional Satuan Pendidikan telah direalisasikan sebesar Rp897,26 miliar untuk 13.025 sekolah,” jelas Dodi dalam konferensi pers terkait kinerja belanja negara di Lampung Semester I 2023 di Kantor DJPB Lampung, Senin (31/7/2023).
Di sektor kesehatan, Dana Bantuan Operasional Kesehatan telah terealisasi sebesar Rp164,30 miliar atau mencapai 37,81 persen dari pagu sebesar Rp434,59 miliar.
Dari jumlah tersebut, realisasi BOK Dinas dan BOK Puskesmas berkontribusi pada dukungan operasional sektor kesehatan, termasuk bantuan operasional ke 315 Puskemas yang ada di Lampung.
Secara keseluruhan, Transfer ke Daerah (TKD) sampai dengan akhir Juni 2023 telah tersalur sebesar Rp10,17 triliun atau 48,43 persen dari total pagu Rp20,99 triliun.
Penyaluran di triwulan II-2023 mengalami perlambatan 6,19 persen (yoy). Penurunan ini salah satunya disebabkan adanya beberapa Dana Alokasi Umum (DAU) spesific grant yang belum terealisasi.
Ia menjelaskan, Pemda masih dalam tahap penyiapan syarat salur beberapa DAU spesific grant tahap II. Penyaluran TKD dimanfaatkan untuk mendukung pendanaan urusan daerah serta pembangunan sarana prasarana dan operasionalisasi layanan publik di daerah.
“Antara lain pembangunan infrastruktur dan dukungan operasional di bidang pendidikan, kesehatan, irigasi, air minum, pertanian, transportasi, pariwisata, pengembangan perekonomian, lingkungan hidup, dan pembangunan desa,” jelas Dodi.
Selain sektor pendidikan dan kesehatan, sektor pariwisata juga mendapatkan perhatian dengan alokasi Dana Pelayanan Kepariwisataan 2023 sebesar Rp1,70 miliar.
Penerimanya ada dua daerah, yaitu Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Pesawaran. Hingga saat ini, tahap I dari alokasi tersebut telah terealisasi sebesar 50 persen atau Rp0,85 miliar.
Selain itu, Dana Ketahanan Pangan dan Pertanian juga turut memberikan dukungan untuk 15 Kabupaten/Kota di Lampung dengan terealisasi sebesar Rp4,88 miliar pada tahap I, yang setara dengan 50 persen dari total dana yang dialokasikan.
“Semua dukungan dana dan bantuan operasional ini diharapkan dapat memperkuat sektor-sektor kunci di Lampung serta meningkatkan kualitas layanan publik untuk masyarakat,” pungkasnya. (*)
Red















