Hari Bela Negara 19 Desember, Sejarah Keteguhan Bangsa Menjaga Kedaulatan

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi semangat nasionalisme. Foto tangkapan layar situs freepik.com

Ilustrasi semangat nasionalisme. Foto tangkapan layar situs freepik.com

LampungCorner.com, BANDAR LAMPUNG – Setiap tanggal 19 Desember, bangsa Indonesia memperingati Hari Bela Negara, sebuah momentum bersejarah yang lahir dari situasi paling genting dalam perjalanan Republik Indonesia. Peringatan ini berakar pada peristiwa Agresi Militer Belanda II yang terjadi pada 19 Desember 1948.

Mengutip dari situs resmi bulelengkab.go.id, pada masa itu Belanda melancarkan serangan besar-besaran dan berhasil menduduki Kota Yogyakarta yang saat itu menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia. Dalam agresi tersebut, Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, serta sejumlah pemimpin nasional lainnya ditangkap dan ditawan oleh Belanda.

Di tengah kondisi darurat dan tekanan luar biasa, para pemimpin bangsa menunjukkan keteguhan sikap demi menjaga keberlangsungan negara. Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta memilih tetap berada di Yogyakarta, meskipun menyadari risiko besar yang harus dihadapi.

Baca Juga :  Pancasila Jangan Berhenti di Dinding Kantor

Sebagai langkah strategis agar roda pemerintahan tidak lumpuh, Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) kemudian dibentuk. PDRI mulai beroperasi pada 22 Desember 1948 dengan pusat pemerintahan di Bukittinggi, Sumatera Barat. Pemerintahan darurat ini dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara atas mandat langsung dari Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Keberadaan PDRI menjadi simbol perlawanan sekaligus bukti nyata bahwa Republik Indonesia tidak pernah menyerah. Meski ibu kota jatuh ke tangan musuh dan pimpinan negara ditawan, pemerintahan Republik Indonesia tetap berjalan dan kedaulatan negara terus dipertahankan.

Untuk mengenang dan menghormati perjuangan tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2006 secara resmi menetapkan 19 Desember sebagai Hari Bela Negara.

Penetapan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran serta semangat bela negara di kalangan seluruh rakyat Indonesia, sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas jasa para tokoh bangsa yang telah mempertaruhkan segalanya demi mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara.

Baca Juga :  Sidak DPRD Bandar Lampung Ungkap Material Bekas di Proyek Trotoar Sultan Agung yang Ambrol

Di era modern, bela negara tidak lagi dimaknai semata sebagai perjuangan angkat senjata. Bela negara diwujudkan melalui kepedulian sosial, menjaga ruang digital dari hoaks dan ujaran kebencian, memperkuat ketahanan ekonomi, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan sesuai peran dan kemampuan masing-masing.

Menghadapi berbagai ancaman nonkonvensional seperti perang siber, radikalisme, hingga bencana alam, semangat bela negara menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga negara.

Melalui peringatan Hari Bela Negara, diharapkan semangat patriotisme dan nasionalisme terus tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat, menjadi fondasi kokoh dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)

Laporan: Budi Sudewo
Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

Pleno Terakhir PWI Lampung, Konferprov Digelar 1 Desember
Urus Mediasi, Bukan Data Pengangguran? Ini Pengakuan Kadisnaker Bandar Lampung
Anggaran Terbatas, DLH Bandar Lampung Belum Bisa Sediakan Tempat Sampah untuk Warga
Buruan Daftar! PWI Half Marathon 2026 Tebar Hadiah Ratusan Juta, Puluhan Motor Menanti
Pendaftaran Calon Ketua PWI Lampung Dibuka 19 Oktober, Wajib Kantongi 53 Dukungan
Ruko Jadi Gudang Miras, PMPTSP Bandar Lampung Akan Turun Cek Legalitas
Pancasila Jangan Berhenti di Dinding Kantor
HPN-Porwanas 2027 Makin Matang, PWI Lampung Gandeng Pelindo
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Pleno Terakhir PWI Lampung, Konferprov Digelar 1 Desember

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Urus Mediasi, Bukan Data Pengangguran? Ini Pengakuan Kadisnaker Bandar Lampung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Anggaran Terbatas, DLH Bandar Lampung Belum Bisa Sediakan Tempat Sampah untuk Warga

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Buruan Daftar! PWI Half Marathon 2026 Tebar Hadiah Ratusan Juta, Puluhan Motor Menanti

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Pendaftaran Calon Ketua PWI Lampung Dibuka 19 Oktober, Wajib Kantongi 53 Dukungan

Berita Terbaru

Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras saat melakukan kunjungan kerja ke Afdeling Plalangan, Kebun Kopi Ijen, pada 14–15 Oktober 2026.

BISNIS

PTPN I Genjot Hilirisasi Kopi Ijen, Bidik Pasar Ekspor

Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:13 WIB

BANDAR LAMPUNG

Pleno Terakhir PWI Lampung, Konferprov Digelar 1 Desember

Jumat, 16 Okt 2026 - 17:07 WIB

Penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) oleh Ketua Umum PWI Akhmad Munir dan Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily di Kantor Lemhannas RI, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Foto: Humas PWI

Lampungcorner.com

PWI-Lemhannas Teken MoU, Perkuat Peran Pers Jaga Ketahanan Nasional

Kamis, 15 Okt 2026 - 22:15 WIB