JAKARTA – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Rabu (19/8/2026), jumlah korban meninggal dunia mencapai 71 orang.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan mengatakan, satu korban tambahan tercatat di Kabupaten Nagekeo.
“Jumlah korban ada bertambah satu orang menjadi 71, yaitu di Kabupaten Nagekeo,” ujar Berton dalam konferensi pers daring melalui kanal YouTube BNPB, Rabu (19/8/2026) sore WIB.
Selain korban meninggal, BNPB mencatat sebanyak 59.647 warga masih mengungsi di sejumlah titik terdampak gempa.
Jumlah pengungsi terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan total 20.433 orang.
“Untuk jumlah total pengungsi yang banyak saat ini menurut catatan kami sebanyak 59.647 orang dan yang terbanyak ini ada di Manggarai sebanyak 20.433 orang,” jelasnya.
BNPB menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban yang meninggal dunia maupun masyarakat yang terdampak bencana.
Berton mengatakan pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait terus melakukan penanganan terhadap masyarakat yang berada di wilayah terdampak maupun lokasi pengungsian.
Di sisi lain, distribusi bantuan logistik untuk para korban terus dikebut.
Hingga Selasa (18/8/2026) pukul 18.00 WIB, BNPB mencatat sebanyak 165 ton bantuan logistik telah dikirim melalui jalur udara.
“Distribusi logistik via udara telah dilakukan dengan total sebanyak 165 ton,” kata Berton.
Jika dihitung sejak 15 hingga 18 Agustus 2026, total bantuan yang telah dikirim mencapai 398 ton.
“Total barang bantuan yang terkirim dari tanggal 15 sampai dengan 18 Agustus sebanyak 398 ton,” ujarnya.
Selain melalui udara, jalur darat masih menjadi salah satu moda utama untuk mendistribusikan bantuan dari titik logistik menuju lokasi pengungsian.
Namun, proses distribusi tidak mudah. Kondisi geografis Pulau Flores serta sejumlah ruas jalan yang terdampak gempa membuat pengiriman bantuan harus dilakukan secara bertahap.
Distribusi bantuan juga disesuaikan dengan kondisi akses menuju wilayah kecamatan hingga titik-titik pengungsian.
BNPB memastikan penyaluran logistik terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan dan akses menuju wilayah terdampak. (*)















