LampungCorner.com, LAMPUNG TIMUR – Ribuan tenaga honorer dari berbagai instansi di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, menggelar aksi damai di halaman kantor DPRD setempat, Senin (3/2/2025).
Mereka menuntut kejelasan status kepegawaian dan mendesak pemerintah daerah membuka formasi khusus bagi Satpol PP, guru, tenaga kesehatan (nakes), dan tenaga teknis lainnya dalam seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2025.
Koordinator aksi, Faisal Tanjung, menyuarakan kekecewaannya terhadap rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahun 2024. Menurutnya, formasi yang tersedia tidak mencerminkan kebutuhan riil di Kabupaten Lampung Timur.
“Kami kecewa karena formasi yang dibuka jauh dari harapan. Satpol PP sebagai garda terdepan dalam menjaga ketertiban daerah justru diabaikan. Padahal, keberadaan kami diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, tetapi hak-hak kami tak kunjung diperhatikan,” tegas Faisal dalam orasinya.
Faisal juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berulang kali melakukan audiensi dengan BKPPD Lampung Timur, Kementerian Dalam Negeri, hingga BKN. Sayangnya, jawaban yang diterima selalu sama: kebijakan rekrutmen ASN diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah.
Dalam aksi tersebut, para tenaga honorer menyampaikan lima tuntutan utama kepada Pemkab Lampung Timur, yaitu:
Membuka Kembali Formasi CASN P3K 2025 sesuai UU No. 20 Tahun 2023 tentang ASN, khusus untuk Tenaga Teknis Pranata Trantibum bagi honorer Satpol PP.
Memprioritaskan Honorer dengan SK Bupati yang dibiayai APBD untuk diangkat sebagai P3K penuh waktu.
Menghapus Status Tenaga Honorer di lingkungan Satpol PP, sehingga seluruhnya dapat diangkat sebagai ASN.
Mendesak Komisi I DPRD Lampung Timur untuk mendorong BKPPD membuat regulasi khusus pembukaan formasi CASN P3K bagi Tenaga Teknis Pranata Trantibum.
Membentuk Panitia Khusus (Pansus) di DPRD Lampung Timur untuk mengawal proses rekrutmen CASN P3K 2025 agar berlangsung adil, transparan, bahkan jika perlu dibuat dalam bentuk peraturan daerah (Perda).
Aksi berlangsung tertib meski penuh semangat. Para demonstran berharap suara mereka tidak hanya didengar, tetapi juga diwujudkan dalam kebijakan nyata yang berpihak kepada para tenaga honorer yang telah lama mengabdi. (*)
Editor: Furkon Ari










