Sekolah Negeri Boleh Tolak MBG, Syaratnya Harus Satu Suara

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 22:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Sekolah negeri tidak bisa menerapkan kebijakan berbeda terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jika ingin menerima program tersebut, seluruh siswa harus mendapatkannya. Sebaliknya, jika menolak, penolakan harus dilakukan secara menyeluruh.

Ketentuan tersebut disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam rapat bersama Komisi IX DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Sudaryono mengatakan, mekanisme tersebut merupakan hasil pembahasan BGN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan.

“Untuk sekolah negeri, sesuai dengan hasil rapat kami dengan Dikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) dan dengan Kemenko (Kementerian Koordinator) Bidang Pangan, untuk sekolah negeri ini kalau menerima, menerima semua, tapi kalau misalnya tidak, tidak semua. Itu keputusan sementara adalah seperti itu,” kata Sudaryono.

Baca Juga :  Prabowo Tegaskan Pendidikan Negeri Harus Gratis, dari SD hingga Universitas

Menurut dia, kesepakatan tersebut juga harus melibatkan seluruh pihak di sekolah, termasuk wali murid. Artinya, sekolah negeri tidak dapat menerapkan kebijakan berbeda antara satu siswa dengan siswa lainnya.

Jika sekolah memutuskan menerima MBG, seluruh siswa di sekolah tersebut harus menerima program itu. Begitu pula sebaliknya, apabila diputuskan menolak, seluruh siswa harus menolak.

Baca Juga :  Bupati Bolmut Jadi Tersangka, KPK Ungkap Dugaan Fee Proyek hingga Rp11,14 Miliar

“Kalau sekolah negeri itu harus iya, iya semua. Kalau tidak, tidak semua,” tegas Sudaryono.

Sementara itu, mekanisme untuk sekolah swasta dinilai lebih fleksibel. BGN dapat memetakan sekolah swasta yang ingin mengikuti program MBG dan sekolah yang memilih tidak mendapatkannya.

“Intinya semua diberikan kecuali yang tidak mau. Dan kami terkait sekolah swasta saya kira lebih mudah. Karena memang sebagian besar swasta bisa dilihat dari kondisi sekolah dan lain sebagainya ya,” ujar Sudaryono. (*)

Berita Terkait

PTPN I dan IPB Sulap Tankos Sawit Jadi Helm hingga Rompi Antipeluru
Cetak Sejarah di Hadapan Presiden Prabowo, Indonesia Juara Perdana FIFA ASEAN Cup
Pesan Tegas Prabowo ke Prajurit TNI: Jiwa dan Ragamu Bukan Milikmu Lagi
Prabowo Sematkan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Jenderal
Rocky Gerung Masuk Wantimpres: Alasan Gue Menolak Apa?
Era AI, Bakom Diminta Perkuat Komunikasi Pemerintah
Pratikno Pimpin Wantimpres Era Prabowo, Rocky Gerung hingga Quraish Shihab Masuk
Prabowo Rombak Sejumlah Posisi Strategis, Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:41 WIB

PTPN I dan IPB Sulap Tankos Sawit Jadi Helm hingga Rompi Antipeluru

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Cetak Sejarah di Hadapan Presiden Prabowo, Indonesia Juara Perdana FIFA ASEAN Cup

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Pesan Tegas Prabowo ke Prajurit TNI: Jiwa dan Ragamu Bukan Milikmu Lagi

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Prabowo Sematkan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Jenderal

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Rocky Gerung Masuk Wantimpres: Alasan Gue Menolak Apa?

Berita Terbaru

Pariwisata

Dari Kebun ke Cangkir, Wonosari Buka Wisata Edukasi Teh

Senin, 5 Okt 2026 - 18:54 WIB

LC TV Story

Prabowo Sematkan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Jenderal

Senin, 5 Okt 2026 - 13:13 WIB