Taliban Tegaskan Perempuan Afghanistan Tak Bisa Jadi Menteri, Tugasnya Cuma Melahirkan

- Jurnalis

Senin, 13 September 2021 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: bbc.com

Foto: bbc.com

LAMPUNGCORNER.COM — Juru Bicara (Jubir) Taliban, Syed Zekrullah Hashmi, menegaskan perempuan Afghanistan tidak bisa terlibat dalam urusan pemerintahan dengan menduduki jabatan publik seperti menteri.

Menurutnya, perempuan hanya memiliki tugas utama melahirkan dan membesarkan anak. Ia menilai kaum hawa tidak dibutuhkan dalam kabinet pemerintahan Afghanistan.

“Perempuan tidak bisa bekerja memimpin kementerian. Itu seperti Anda menaruh sesuatu yang tidak sanggup mereka pikul di leher mereka,” kata Syed Zekrullah Hashmi dalam wawancara dengan Tolo News seperti dikutip Associated Press.

Hasmi juga menegaskan tidak penting bagi pemerintah Afghanistan memiliki wakil perempuan dalam kabinetnya.

Karenanya, ia menyatakan bahwa perempuan yang melakukan aksi unjuk rasa di sejumlah kota dalam beberapa hari terakhir tidak mewakili citra wanita Afghanistan.

“Perempuan Afghanistan adalah mereka yang melahirkan generasi Afghanistan, mendidik mereka, mendidik etika Islam pada mereka,” tegas Hasmi.

Baca Juga :  Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin

Sebelumnya, Taliban menjanjikan perlindungan terhadap hak perempuan dan pembentukan pemerintahan yang inklusif. Hal itu mereka sampaikan saat mengklaim berkuasa penuh atas Afghanistan pada 15 Agustus 2021 lalu.

Namun, hal tersebut tidak tercermin dalam kabinet sementara yang diresmikan Taliban belum lama ini. Setidaknya ada 33 anggota kabinet pemerintahan Afghanistan diisi oleh petinggi veteran Taliban tanpa ada perwakilan kelompok dan golongan lain, termasuk kaum perempuan.

Kendati demikian, Taliban telah menyatakan kaum perempuan Afghanistan diizinkan untuk bersekolah sampai perguruan tinggi, bahkan hingga program pascasarjana.

Namun, kelompok itu tetap menerapkan sejumlah kebijakan yang membatasi kaum perempuan seperti kewajiban bagi perempuan memakai pakaian Islami.

Di antaranya menggunakan hijab, belajar di kelas terpisah dengan siswa laki-laki, hingga pengawasan setiap pelajaran yang diambil mereka.

Baca Juga :  MK Tak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Pemohon Tak Punya Legal Standing

“Kami tidak akan mengizinkan anak laki-laki dan perempuan untuk belajar bersama,” kata Menteri Pendidikan Tinggi Afghanistan Abdul Baqi Haqqani.

“Kami tidak akan mengizinkan (mereka) menjalani pendidikan bersama,” ia menambahkan.

Tak hanya itu, perempuan Afghanistan juga dilarang berolahraga. Menurut Taliban, olahraga tidak penting bagi kaum perempuan dan hanya membahayakan wanita lantaran berisiko mengekspose bagian tubuh mereka.

Taliban juga dilaporkan menggunakan kekerasan dalam menghadapi aksi demo perempuan Afghanistan yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir di Kabul dan beberapa kota lainnya.

Tak hanya membatasi perempuan, Taliban, yang menganut interpretasi hukum Islam yang ketat, juga melarang musik dan seni selama masa kekuasaan mereka sebelumnya sekitar 1996-2001. (*)

artikel: Rilis.id

Red

Berita Terkait

Deli Nusantara-Golden Djawa, Cerutu PTPN I Bidik Pasar Dunia di Indonesian Cigar Festival 2026 Denpasar
Malaysia Kirim 1 Pesawat, 3 Helikopter dan 52 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama
Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin
Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama
Menang Adu Pinalti, Argentina Juarai Piala Dunia 2022
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Deli Nusantara-Golden Djawa, Cerutu PTPN I Bidik Pasar Dunia di Indonesian Cigar Festival 2026 Denpasar

Sabtu, 19 September 2026 - 11:35 WIB

Malaysia Kirim 1 Pesawat, 3 Helikopter dan 52 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan

Jumat, 4 September 2026 - 15:35 WIB

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

Jumat, 4 September 2026 - 13:48 WIB

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Rabu, 2 September 2026 - 18:29 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama

Berita Terbaru

LC TV Story

Wagub Jihan Tinjau Langsung Kebakaran TPS di Lampung Tengah

Senin, 19 Okt 2026 - 11:09 WIB