BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu, salah satunya kerja sama Indonesia dan Malaysia dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan.
Dalam keterangan pers yang disampaikan setelah pertemuan dan ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo mengatakan Malaysia menawarkan bantuan untuk membantu Indonesia menangani karhutla.
“Beliau kawan lama, jadi beliau berkunjung ke saya dan kita bahas berbagai masalah. Yang pertama dari pihak Malaysia menawarkan bantuan ingin ikut membantu kita untuk mengatasi kebakaran hutan di Kalimantan. Hal ini saya tanggapi dengan terima kasih, dengan gembira,” ujar Prabowo seperti dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (19/9/2026).
Bantuan tersebut, kata Prabowo, akan segera dikirimkan. Malaysia menyiapkan satu pesawat, tiga helikopter, serta 52 anggota tim pemadam kebakaran untuk membantu penanganan karhutla di Indonesia.
Presiden menyebut kerja sama serupa sebelumnya juga pernah dilakukan. Karena itu, pemerintah saat ini tidak hanya berfokus pada penanganan kebakaran, tetapi juga tengah menyusun langkah pencegahan secara menyeluruh agar persoalan serupa tidak terus berulang.
“Ini juga pernah dilakukan beberapa tahun yang lalu, dan ini juga saya sedang menyusun langkah-langkah pencegahan menyeluruh, supaya tidak tiap beberapa tahun muncul lagi, muncul lagi,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, dukungan Malaysia menunjukkan bahwa karhutla di Indonesia memiliki dampak lintas batas. Asap dan dampak lingkungan dari kebakaran di Indonesia dapat dirasakan oleh negara-negara tetangga.
Indonesia, lanjut dia, juga telah menerima bantuan dari Jepang. Sejumlah negara lain disebut turut menawarkan dukungan dalam menghadapi persoalan karhutla.
“Ini adalah masalah lingkungan hidup yang memengaruhi banyak pihak dan walaupun itu kebakaran di Indonesia, tapi dampaknya dirasakan di tetangga-tetangga kita. Jadi mereka ingin bantu kita, dan kita terima dengan baik,” ujar Presiden.
Bantuan internasional tersebut datang di tengah langkah pemerintah memperkuat penanganan karhutla di dalam negeri.
Dua hari sebelum pertemuan dengan Wakil PM Malaysia, tepatnya Rabu (16/9/2026), Prabowo memerintahkan penindakan tegas terhadap korporasi yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan.
Presiden meminta izin perusahaan yang terbukti melanggar dicabut. Ia juga meminta aparat penegak hukum mendalami kemungkinan adanya unsur pidana.
Pemerintah juga menyatakan kondisi karhutla masih perlu diwaspadai dalam sekitar satu setengah bulan ke depan. Karena itu, Presiden meminta jajaran pemerintah mempertahankan kesiapsiagaan sekaligus memperkuat sistem mitigasi agar penanganan ke depan lebih cepat dan terpadu.
Selain karhutla, pertemuan Prabowo dan Ahmad Zahid juga membahas peluang kerja sama lainnya, termasuk pengembangan industri halal.
Prabowo menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia yang memiliki kedekatan sejarah, sosial, budaya, serta hubungan antarmasyarakat.
“Jangan sampai kita, hal-hal yang mengganggu kita menjadi masalah yang dibesar-besarkan. Indonesia dan Malaysia adalah saudara, kita harus bekerja sama, kita harus pelihara hubungan yang sangat baik,” ujar Prabowo.
Pertemuan tersebut turut didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (*)















