- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NTT – Duka akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kian panjang. Hingga Senin (24/8/2026), sebanyak 100 orang dilaporkan meninggal dunia.

Jumlah itu bertambah sembilan orang dibandingkan sehari sebelumnya. Di tengah proses pencarian dan penanganan yang masih berlangsung, jumlah korban masih berpotensi berubah setelah seluruh data di lapangan diverifikasi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, selain korban meninggal, sebanyak 1.603 orang mengalami luka-luka. Gempa juga memaksa 180.327 warga meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Baca Juga :  Merajut Transparansi, Menghadirkan Solusi, Satu Tahun Kepemimpinan Olpin Putra di BPKAD Pringsewu

“Per hari ini yang meninggal dunia ada 100, kemudian luka-luka 1.603 jiwa, mengungsi 180.327 jiwa,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Senin (24/8/2026) sore.

Besarnya dampak gempa juga terlihat dari kerusakan rumah warga. Data sementara BNPB mencatat 73.818 unit rumah terdampak.

Sebanyak 23.276 rumah mengalami rusak berat, 17.563 unit rusak sedang, dan 32.979 unit mengalami rusak ringan.

Di luar rumah-rumah warga, gempa juga meninggalkan kerusakan pada fasilitas yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan masyarakat. Sedikitnya 1.915 fasilitas umum dilaporkan rusak.

Baca Juga :  MTsN 2 Pesawaran Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional 2026

Kerusakan itu meliputi sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, serta berbagai infrastruktur lainnya.

“Fasilitas umum, data sementaranya, seperti sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan dan infrastruktur lainnya, ada 1.915 unit yang rusak,” ungkap Suharyanto.

BNPB menegaskan seluruh angka tersebut masih bersifat sementara. Pendataan, verifikasi, dan validasi masih terus dilakukan di berbagai wilayah terdampak. (*)

Berita Terkait

Pemkab Lampura Siap Dukung HPN dan Porwanas 2027, Potensi Lokal Bakal Ditampilkan
Dua Ekor Tapir Terekam Camera Trap Bersamaan di Hutan Mesuji Lampung
Kontrak Pasar Dekon Ternyata hingga 2027, PT Lingga Klaim Bisa Rampung Desember 2026
Hamartoni Rombak 16 Pejabat Eselon II Lampura, Sejumlah OPD Strategis Berganti Pimpinan
Dewan Pers Nyatakan Berita “Dugaan Kebocoran Anggaran” Diskominfo Tubaba Langgar KEJ
Misteri Kebakaran RSUD Ryacudu Kotabumi, Gudang Terbakar Ternyata Tak Dialiri Listrik
Pasar Dekon, Ganefo dan Ampera Molor, Kartubi: Desember 2026 Kami Pastikan Selesai
Prabowo Terima KTA NU Seumur Hidup di Penutupan Muktamar ke-35
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 16:36 WIB

Pemkab Lampura Siap Dukung HPN dan Porwanas 2027, Potensi Lokal Bakal Ditampilkan

Sabtu, 5 September 2026 - 14:00 WIB

Dua Ekor Tapir Terekam Camera Trap Bersamaan di Hutan Mesuji Lampung

Jumat, 4 September 2026 - 19:48 WIB

Kontrak Pasar Dekon Ternyata hingga 2027, PT Lingga Klaim Bisa Rampung Desember 2026

Kamis, 3 September 2026 - 16:28 WIB

Hamartoni Rombak 16 Pejabat Eselon II Lampura, Sejumlah OPD Strategis Berganti Pimpinan

Kamis, 3 September 2026 - 11:13 WIB

Dewan Pers Nyatakan Berita “Dugaan Kebocoran Anggaran” Diskominfo Tubaba Langgar KEJ

Berita Terbaru

PENDIDIKAN

Semangat di Usia Senja, 25 Lansia Tubaba Ikuti Wisuda

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:09 WIB