Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung resmi meluncurkan Toko Tapis, marketplace lokal yang diharapkan menjadi instrumen penguatan ekonomi daerah melalui digitalisasi pemasaran produk unggulan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Lampung.

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setdaprov Lampung, Liza Derni menyampaikan sambutan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat Launching dan Sosialisasi Toko Tapis di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (25/6/2026).

“Transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Daerah tidak boleh tertinggal dan harus mampu memastikan kemajuan teknologi menjadi alat untuk memperkuat ekonomi rakyat, membuka akses pasar yang lebih luas, serta meningkatkan daya saing produk lokal,” ujarnya.

Peluncuran Toko Tapis dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung bersama BUMD PT Wahana Raharja (Perseroda) dan mitra platform digital MBizmarket.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemprov Lampung, termasuk pejabat yang menangani pengadaan barang dan jasa serta bendahara sebagai calon pengguna marketplace lokal tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur menilai kehadiran Toko Tapis merupakan langkah strategis untuk menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi pelaku UMKM dan usaha lokal, terutama terkait keterbatasan akses pasar, promosi, pembiayaan, serta kemampuan beradaptasi dengan sistem perdagangan digital.

Menurutnya, banyak produk unggulan Lampung memiliki kualitas dan karakteristik yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Namun, produk-produk tersebut masih membutuhkan saluran pemasaran yang kuat, terintegrasi, dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

‘Toko Tapis bukan sekadar platform perdagangan digital, tetapi juga etalase peradaban ekonomi lokal yang membawa identitas Lampung ke ruang yang lebih luas,” kata Liza membacakan sambutan Gubernur.

Baca Juga :  Hari Kelima Pascabencana NTT, Pemerintah Kembali Kirim 65 Ton Logistik

Nama Toko Tapis sendiri dipilih sebagai representasi identitas daerah. Tapis yang selama ini dikenal sebagai warisan budaya Lampung dinilai mencerminkan nilai ketekunan, kreativitas, dan kebanggaan masyarakat Lampung yang ingin diangkat melalui platform digital tersebut.

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan marketplace ini menjadi wadah bersama yang mempertemukan produsen lokal dengan konsumen, memperluas jangkauan pemasaran, mengefisienkan proses transaksi, serta memperkuat ekosistem usaha daerah secara berkelanjutan.

Melalui platform tersebut, berbagai produk unggulan Lampung akan dipasarkan secara digital, mulai dari kerajinan, kain tapis, kuliner, kopi, hasil pertanian, produk olahan, produk fesyen, hingga karya ekonomi kreatif yang dihasilkan generasi muda Lampung.

Gubernur juga menekankan bahwa peluncuran Toko Tapis tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.

Marketplace tersebut harus tumbuh menjadi platform yang dipercaya, dimanfaatkan secara luas, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha lokal.

Karena itu, Pemprov Lampung meminta pengelolaan Toko Tapis dilakukan secara profesional dengan sistem pembayaran yang aman, mekanisme transaksi yang jelas, layanan pengaduan yang responsif, serta dukungan pendampingan bagi UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk dan literasi digital.

Selain itu, pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor antara perangkat daerah, BUMD, perbankan, perguruan tinggi, komunitas digital, dan sektor swasta untuk memperkuat pengembangan marketplace tersebut, baik melalui pelatihan, pembiayaan, promosi, maupun dukungan logistik dan distribusi.

Baca Juga :  Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 87 Orang, 150.576 Mengungsi

Direktur Utama PT Wahana Raharja (Perseroda), Asep Muzaki, mengatakan Toko Tapis merupakan salah satu ikhtiar BUMD untuk menghadirkan platform transaksi yang dapat dimanfaatkan perangkat daerah sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah.

Ia menjelaskan keberadaan marketplace lokal tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi belanja pemerintah serta mendorong perputaran ekonomi agar lebih banyak memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan masyarakat Lampung.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Lampung Asrul Tristianto menyampaikan bahwa peluncuran Toko Tapis merupakan bagian dari percepatan transformasi digital ekonomi daerah.

Marketplace ini dirancang sebagai sarana promosi, transaksi, dan pengembangan produk unggulan Lampung yang lebih modern, terintegrasi, dan mudah diakses.

Dalam kesempatan yang sama, Vice President MBizmarket Ade Kurniawan memberikan sosialisasi terkait penggunaan platform Toko Tapis kepada perwakilan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Sosialisasi tersebut diharapkan dapat mempercepat implementasi dan pemanfaatan marketplace lokal dalam mendukung pengadaan serta pemasaran produk daerah.

Selain itu, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Momorandum of Understanding (MoU) antara BUMD PT. Wahana Raharja dan mitra platform digital MBizmarket.

Dengan hadirnya Toko Tapis, Pemerintah Provinsi Lampung berharap semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas, memperluas pasar, meningkatkan omzet usaha, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Pada akhirnya, penguatan ekosistem ekonomi digital ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Lampung di tingkat nasional. (*).

Berita Terkait

Rahmat Erwin Ukir Rekor Dunia, Indonesia Tambah Emas di Asian Games 2026
Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan
60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak
Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung
Inspektorat Lampung Awasi 17 OPD Tubaba
Pemkab Tubaba Perkuat Digitalisasi Daerah dan Pengendalian Inflasi
Tekan Inflasi, Pemkab Tubaba Gelar Operasi Pasar Murah di Panaragan Jaya
Jelang Pensiun, Pemkab Tubaba Bekali ASN dengan Keterampilan Wirausaha
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Rahmat Erwin Ukir Rekor Dunia, Indonesia Tambah Emas di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 - 21:49 WIB

Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan

Jumat, 25 September 2026 - 21:00 WIB

60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak

Jumat, 25 September 2026 - 10:31 WIB

Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung

Jumat, 25 September 2026 - 10:16 WIB

Inspektorat Lampung Awasi 17 OPD Tubaba

Berita Terbaru