Alfan Rois Apresiasi Satu Tahun Kepemimpinan Nanda-Anton, Dorong Percepatan Program Masyarakat

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Pesawaran – Satu tahun kepemimpinan Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. dan Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, S.H., dinilai telah memberikan sejumlah fondasi penting bagi arah pembangunan Kabupaten Pesawaran ke depan.

Penilaian tersebut disampaikan salah satu tokoh pemuda Pesawaran, Alfan Rois, S.A.P., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua KNPI Kabupaten Pesawaran sekaligus Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran, dalam momentum satu tahun kepemimpinan Nanda-Anton, Kamis (27/8/2026).

Menurut Alfan, yang juga memliki jabatan Sekretaris Apindo, satu tahun pertama merupakan fase penting untuk meletakkan dasar pembangunan sekaligus menerjemahkan visi Pesawaran Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif dan Produktif (CAKEP) ke dalam program yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kalau kita melihat satu tahun perjalanan Nanda-Anton, tentu ada capaian dan ada pula pekerjaan rumah yang harus terus kita dorong bersama. Yang paling penting adalah bagaimana fondasi yang sudah dibangun ini bisa dilanjutkan secara konsisten dan menghasilkan dampak yang semakin nyata bagi masyarakat,” ujar Alfan.

Ia menilai sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif patut diapresiasi. Pertumbuhan ekonomi, peningkatan IPM, penurunan angka kemiskinan, pengendalian inflasi serta berbagai program pembangunan di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat merupakan bagian dari proses yang perlu terus dikawal.

Namun demikian, Alfan mengingatkan bahwa capaian angka dan program pemerintah harus diterjemahkan menjadi manfaat yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi harus terasa sampai ke masyarakat bawah. Pembangunan infrastruktur harus memperlancar aktivitas warga dan distribusi hasil produksi. Kemudian program pendidikan dan pelatihan harus benar-benar membuka akses generasi muda terhadap dunia kerja dan dunia usaha,” katanya.

Sebagai tokoh pemuda, Alfan memberikan perhatian khusus terhadap penguatan sumber daya manusia dan ruang partisipasi generasi muda di Pesawaran. Menurutnya, bonus demografi harus dipandang sebagai peluang besar bagi daerah untuk meningkatkan daya saing.

Baca Juga :  Susul Dua Pendaftar, Prof. Asep Sukohar Resmi Daftar Pilrek Unila

“Pemuda jangan hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan, tetapi harus menjadi bagian dari subjek pembangunan. Anak-anak muda Pesawaran memiliki banyak gagasan, kreativitas dan kemampuan. Pemerintah daerah perlu terus membuka ruang kolaborasi agar potensi tersebut bisa menjadi kekuatan ekonomi dan sosial daerah,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam mengembangkan potensi lokal, terutama sektor pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif dan potensi desa.

Menurutnya, Pesawaran memiliki modal yang besar berupa kekayaan alam, kawasan pesisir dan kepulauan, sektor pertanian, perikanan serta potensi ekonomi masyarakat yang tersebar di berbagai wilayah.

“Pesawaran tidak kekurangan potensi. Tantangannya adalah bagaimana potensi itu dikelola secara terintegrasi, dipromosikan dengan baik dan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat lokal. Pariwisata misalnya, jangan hanya berbicara tentang destinasi, tetapi juga bagaimana UMKM, pelaku ekonomi kreatif, nelayan, petani dan masyarakat desa ikut mendapatkan manfaat,” jelas Alfan.

Terkait pembangunan infrastruktur, Alfan menyebut perbaikan jalan melalui berbagai langkah penanganan perlu terus dipercepat dan dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, konektivitas antarwilayah merupakan salah satu kunci untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Jalan yang baik akan menggerakkan banyak hal. Akses pendidikan menjadi lebih mudah, pelayanan kesehatan lebih cepat, hasil pertanian dan perikanan lebih mudah dipasarkan, dan mobilitas masyarakat juga semakin baik. Karena itu, pembangunan infrastruktur harus menjadi salah satu perhatian utama,” tegasnya.

Di sisi tata kelola pemerintahan, Alfan juga mengapresiasi keberhasilan Kabupaten Pesawaran mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut.

Menurut dia, penghargaan atau opini tersebut harus dimaknai sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.

Baca Juga :  Polres Lampura Ungkap 48 Kasus C3, Jejak Senpi Rakitan Mengarah ke Sungai Ceper

“WTP tentu menjadi capaian yang patut diapresiasi. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana tata kelola pemerintahan yang baik itu benar-benar berujung pada kualitas pelayanan publik dan manfaat pembangunan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Alfan berharap memasuki tahun kedua kepemimpinan Nanda-Anton, pemerintah daerah dapat semakin memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, pelaku usaha, akademisi, tokoh masyarakat dan kelompok masyarakat lainnya.

Ia menilai pembangunan daerah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat.

“Kita harus membangun Pesawaran secara bersama-sama. Pemerintah memiliki kewenangan dan kebijakan, masyarakat memiliki energi dan partisipasi, sementara pemuda memiliki kreativitas dan gagasan. Kalau semua kekuatan ini disatukan, saya optimistis daya saing Pesawaran akan semakin kuat,” katanya.

Alfan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan kritik dan masukan secara konstruktif terhadap jalannya pemerintahan.

“Dukungan terhadap pemerintah bukan berarti tanpa kritik. Justru kritik dan masukan yang konstruktif diperlukan agar kebijakan semakin tepat sasaran. Kita ingin Nanda-Anton sukses memimpin Pesawaran dan mampu meninggalkan fondasi pembangunan yang kuat untuk generasi berikutnya,” pungkasnya.

Ia berharap tahun kedua kepemimpinan Nanda-Anton menjadi momentum untuk mempercepat program prioritas, memperluas pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa, serta memastikan potensi lokal dapat benar-benar menjadi sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Refleksi satu tahun ini bukan sekadar melihat apa yang sudah dilakukan, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk menentukan apa yang harus diperkuat ke depan. Pesawaran harus terus bergerak menjadi daerah yang semakin CAKEP, mandiri, produktif dan memiliki daya saing,” tutup Alfan. (*)

Berita Terkait

Jaga Swasembada Pangan, Nanda Indira Minta Pendampingan Petani Diperkuat
Kakao Pesawaran Jangan Lagi Dijual Basah, Harga Bisa Melonjak hingga Rp80 Ribu per Kilogram
Target PAD Rp315 Miliar, Bapenda Lamtim Perkuat Digitalisasi dan Gandeng Pers
Seleksi Terbuka JPTP Lampura Masuk Tiga Besar, Nama dan Nilai Peserta Masih Dirahasiakan
Sukadadi Bawa Nama Lampung di Kampung Pancasila KASAD Award 2026
Lampung Rebut Juara 1 Newsroom Timnas
Musda KNPI Pesawaran Dipastikan Digelar Tahun Ini, Bursa Kepemimpinan Pemuda Mulai Menghangat
Airlangga Ungkap Stimulus Kuartal IV, Bantuan Pangan dan BSU Disiapkan
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:27 WIB

Jaga Swasembada Pangan, Nanda Indira Minta Pendampingan Petani Diperkuat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Kakao Pesawaran Jangan Lagi Dijual Basah, Harga Bisa Melonjak hingga Rp80 Ribu per Kilogram

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Target PAD Rp315 Miliar, Bapenda Lamtim Perkuat Digitalisasi dan Gandeng Pers

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Lampura Masuk Tiga Besar, Nama dan Nilai Peserta Masih Dirahasiakan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:24 WIB

Sukadadi Bawa Nama Lampung di Kampung Pancasila KASAD Award 2026

Berita Terbaru