639 Hektare Karhutla Masih Dipadamkan, Prabowo Perintahkan Penanganan Diperkuat

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menunjukkan perkembangan signifikan. Presiden Prabowo Subianto menyebut luas lahan yang masih dalam proses pemadaman di enam provinsi kini tersisa sekitar 639 hektare.

Angka tersebut jauh menurun dibandingkan kondisi beberapa pekan sebelumnya yang masih mencapai ratusan ribu hektare.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) membahas penanganan karhutla secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Dalam rapat tersebut, Prabowo sempat melakukan rekonfirmasi mengenai luas lahan yang masih harus dipadamkan.

“Jadi kondisi sekarang total di enam provinsi yang masih harus dipadamkan, berarti masih terbakar, 639,23 hektare. Apa benar itu?” tanya Prabowo.

Setelah mendapat konfirmasi bahwa angka tersebut benar, Prabowo mengaku semula memperkirakan luas lahan yang masih terbakar masih mencapai ratusan ribu hingga puluhan ribu hektare.

“Tadinya saya mengira masih ratusan ribu, masih puluhan ribu. Ternyata sudah jauh,” ujar Prabowo.

Prabowo kemudian meminta penguatan personel polisi hutan. Dia mengatakan permintaan penambahan hingga 70 ribu polisi hutan memiliki tujuan untuk menjaga kawasan hutan Indonesia.

“Kalau memang saya minta 70.000 polisi hutan itu karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita,” katanya.

Prabowo juga meminta agar kebutuhan tersebut dikoordinasikan dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB).

Dia juga membuka opsi agar personel yang akan menjadi polisi hutan mendapat pelatihan dari kepolisian maupun TNI.

Baca Juga :  Bencana NTT, Pemerintah Siapkan Penanganan hingga Rehabilitasi

“Kalau enggak, ya minta dilatihlah oleh polisi atau oleh tentara. Namanya aja polisi hutan,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, penurunan luas karhutla hingga di bawah 1.000 hektare tidak terlepas dari penanganan secara besar-besaran yang dilakukan pemerintah.

“Alam kita berat, tapi dari ratusan ribu beberapa minggu lalu, kita sekarang di bawah 1.000. Saya kira ini kalau enggak kita turun tangan secara besar-besaran, enggak bisa,” tegasnya.

Prabowo juga menyoroti kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang menjadi salah satu perhatian pemerintah karena merupakan kawasan konservasi.

Dia menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla.

“Terima kasih atas jerih payah saudara-saudara, para panglima, para Kapolda, para pejabat di daerah-daerah,” ucap Prabowo.

Selain penanganan karhutla saat ini, Prabowo menekankan pentingnya langkah mitigasi untuk mencegah kejadian serupa kembali meluas.

Dia menyebut pemerintah sebelumnya telah mengumpulkan para pakar dan profesor dari berbagai perguruan tinggi untuk membahas strategi penanganan karhutla.

Menurut Prabowo, langkah paling utama ke depan adalah melakukan pencegahan secara presisi dan memperkuat mitigasi hingga tingkat paling bawah.

“Langkah nanti yang paling utama adalah pencegahan presisi, mitigasi di tingkat paling bawah, di tingkat desa,” katanya.

Prabowo juga menyebut hujan tetap menjadi faktor penting dalam membantu penanganan karhutla. Namun, upaya pencegahan dan mitigasi tetap harus diperkuat agar Indonesia tidak terus bergantung pada kondisi cuaca.

Baca Juga :  Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi, Awan dan Abu Vulkanik Terlihat dari KRI Lepu

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya mengatakan, berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), masih terdapat sekitar 639 hektare lahan yang dalam proses pemadaman di enam provinsi yang paling terdampak karhutla.

“Saat ini fokus utama tertuju pada dua provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,” ujar Teddy.

Operasi darat melibatkan lebih dari 60.177 personel gabungan, dengan tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya.

Selain operasi darat, pemerintah juga mengerahkan operasi udara melalui water bombing untuk mempercepat pemadaman api.

“Operasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,” imbuh Teddy.

Teddy menyebut kondisi karhutla di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan. Langkah tersebut dilakukan seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.

Presiden Prabowo meminta seluruh upaya penanganan karhutla tetap diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah meluasnya kebakaran. (*)

Berita Terkait

Kapolri Pimpin Sertijab Kakorlantas dan Tiga Kapolda, Yustan Alpiani Resmi Jabat Kapolda Lampung
Antrean BBM Mengular, Satpol PP Lampung Turun Bantu Pertamina Cek STNK
Antrean BBM Mengular, Tambahan Kuota Subsidi Lampung Masih Dikaji BPH Migas
TKD Rp599,2 Triliun Mengalir, Gaji 5,3 Juta ASN hingga Dana Desa Terbiayai
Sidak Dua SPBU di Lampung, Putri Zulhas Bongkar Penyebab Antrean BBM Mengular
Prabowo Sentil Peramal Indonesia Kolaps: Hari Ini Saya Lihat Masa Depan Indonesia Cerah
Momen Presiden Prabowo Sapa Sherly Tjoanda Disambut Riuh Tepuk Tangan: Pemilu Masih Lama
Prabowo Tekankan Penguatan TNI-Polri Hadapi Tantangan Keamanan Modern
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:09 WIB

639 Hektare Karhutla Masih Dipadamkan, Prabowo Perintahkan Penanganan Diperkuat

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Kapolri Pimpin Sertijab Kakorlantas dan Tiga Kapolda, Yustan Alpiani Resmi Jabat Kapolda Lampung

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Antrean BBM Mengular, Satpol PP Lampung Turun Bantu Pertamina Cek STNK

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Antrean BBM Mengular, Tambahan Kuota Subsidi Lampung Masih Dikaji BPH Migas

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:59 WIB

TKD Rp599,2 Triliun Mengalir, Gaji 5,3 Juta ASN hingga Dana Desa Terbiayai

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Baru Dilantik, 10 Pejabat Lampura Langsung Dikejar Target

Senin, 12 Okt 2026 - 19:35 WIB