LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Atlet basket Lampung, M Rheza Alpharaby (21), mengaku kaget mendengar kabar akan dialihkannya Gelanggang Olah Raga (GOR) Saburai menjadi Masjid Raya Lampung.
Pasalnya, bagi Rheza terlalu banyak kenangan manis di gedung bersejarah itu. Ia menyatakan telah berlatih basket sejak 2012 di sana.
“Kaget. Sebenarnya untuk dijadikan masjid bagus. Tapi untuk selanjutnya, ini kan belum ada kabar kalau misalnya GOR itu mau dipindah ke mana. Sedangkan untuk di PKOR sendiri belum terlalu memadai kapasitasnya,” terangnya, Minggu (25/9/2022).
Ia karenanya merasa sedih mendengar kabar penggusuran GOR tersebut. Sebab, selain basket GOR Saburai selalu menjadi tempat berkumpul para atlet berbagai cabang olahraga.
“Seperti Developmental Basketball League (DBL), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), dan kegiatan lain-lain itu kan biasa diadakan di GOR Saburai,” tandasnya.
Ia bahkan sampai sekarang selalu merinding jika mengingat euforia saat momentum kompetisi DBL yang selalu sesak oleh penonton.
“Saat kompetisi berlangsung luar biasa suasananya. Apalagi saat final,” ujarnya pria yang masih aktif di Northstar Basketball Club itu.
Alumni SMAN 2 Bandarlampung ini berharap alihfungsi tidak justru mematikan potensi olahraga di Lampung. Khususnya, basket.
“Agar atlet-atlet baru semangat. Karena untuk GOR di Lampung sendiri, terutama basket, masih kurang memadai fasilitasnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mengatakan telah mengantongi izin alih fungsi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Rencananya, pembangunan fisik masjid raya tersebut dilakukan oleh perusahaan milik Aburizal Bakrie.
Di GOR Saburai yang terlihat bobrok dan dipenuhi kerusakan di sana-sini, saat ini terlihat banner besar bertuliskan, “Lokasi ini akan dibangun Masjid Raya Provinsi Lampung. GOR Saburai akan dipindahkan di PKOR Wayhalim dan Sport Center Lampung”. (*)
Red















