Karhutla Kembali Melanda TNBBS di Pesisir Barat, Lebih dari 3 Hektare Terbakar

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim pemadam BPBD Pesisir Barat dibantu aparat kepolisian, Sat-Pol PP dan warga memadamkan api di kawasan TNBBS, Kamis (27/8/2026).

Tim pemadam BPBD Pesisir Barat dibantu aparat kepolisian, Sat-Pol PP dan warga memadamkan api di kawasan TNBBS, Kamis (27/8/2026).

LampungCorner.com, PESISIR BARAT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), wilayah perbatasan Provinsi Lampung dan Bengkulu. Kali ini, api melalap kawasan hutan di sekitar tanjakan Tebing Tinggi Manula, Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat.

Kebakaran yang terjadi pada Rabu malam tersebut dilaporkan telah menghanguskan lebih dari tiga hektare kawasan TNBBS di wilayah Rata Agung.

Untuk mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas, petugas gabungan langsung dikerahkan ke lokasi. Armada mobil pemadam kebakaran bersama personel Satuan Polisi Pamong Praja (Sat-Pol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta kepolisian diterjunkan untuk melakukan upaya pemadaman.

Kepala BPBD Kabupaten Pesisir Barat, Herdi Yurlismar, mengatakan pihaknya terus berupaya maksimal menangani kebakaran hutan dan lahan yang belakangan ini terjadi hampir setiap hari.

“Kami terus berupaya dengan maksimal menghentikan dan menangani kebakaran hutan dan lahan yang setiap hari terjadi,” ujar Herdi.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Instruksikan Respons Cepat, Bantuan Kembali Dikirim ke NTT dan Kalimantan

Menurutnya, BPBD Pesisir Barat hampir setiap hari menerima laporan dari masyarakat terkait kejadian maupun lokasi karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah kabupaten tersebut.

Tingginya kejadian karhutla membuat petugas pemadam kebakaran harus mengoptimalkan armada yang tersedia. Dengan jumlah unit yang terbatas, tim Damkar memprioritaskan penanganan kebakaran yang berpotensi meluas maupun kebakaran yang lokasinya berdekatan dengan permukiman penduduk.

Herdi menegaskan, petugas tidak hanya mengandalkan armada pemadam kebakaran. Di kawasan hutan TNBBS, petugas juga turun langsung melakukan pemadaman secara manual untuk mengendalikan titik api.

“Bahkan kami terjun langsung memadamkan api dengan cara manual di kawasan hutan TNBBS, dan menggunakan mobil pemadam kebakaran,” jelasnya.

Berdasarkan data laporan hingga Kamis (27/8/2026), kejadian karhutla tercatat terjadi di sejumlah kecamatan, di antaranya Pesisir Utara, Way Krui, Krui Selatan, Karya Penggawa, Pesisir Tengah, dan Lemong.

Herdi mengungkapkan, luas hutan dan lahan yang terbakar mengalami peningkatan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Kondisi tersebut diduga dipicu kelalaian masyarakat, seperti membuang puntung rokok sembarangan, maupun adanya unsur kesengajaan dalam pembakaran.

Baca Juga :  Hari Kelima Pascabencana NTT, Pemerintah Kembali Kirim 65 Ton Logistik

Karena itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan ikut mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Terlebih, musim panas diprediksi masih berlangsung cukup lama sehingga potensi karhutla masih sangat tinggi.

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat bersama-sama mencegah ancaman kebakaran hutan dan lahan karena potensi kebakaran masih dapat terjadi karena musim panas diprediksi berlangsung cukup lama,” katanya.

Herdi juga menduga terdapat kebakaran yang dilakukan secara sengaja oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dugaan tersebut muncul karena modus pembakaran yang ditemukan hampir serupa dengan sejumlah kasus karhutla yang pernah terjadi sebelumnya.

“Ada dugaan kebakaran hutan dengan unsur sengaja oleh orang yang tidak bertanggung jawab, sebab modus pembakaran hampir serupa dari temuan kasus serupa yang sebelumnya terjadi,” pungkasnya. (*)

Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

Baru Dilantik, 10 Pejabat Lampura Langsung Dikejar Target
Seleksi Terbuka JPTP Lampura Masuk Tiga Besar, Nama dan Nilai Peserta Masih Dirahasiakan
Lampung Rebut Juara 1 Newsroom Timnas
Kejari Lampura Musnahkan Barang Bukti 42 Perkara, Ada Sabu dan Senpi Rakitan
Gubernur Mirza dan Bupati Hamartoni Cek Jalan Lampura, Rp76 Miliar Disiapkan Lewat Inpres
60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak
Gerobak Listrik Rp2,8 Miliar Jadi Temuan BPK, Vendor yang Sama Kembali Dapat Kontrak 2026
Usai Diperiksa 11 Jam, Sekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Digiring ke Rutan Polda Lampung
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Baru Dilantik, 10 Pejabat Lampura Langsung Dikejar Target

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Lampura Masuk Tiga Besar, Nama dan Nilai Peserta Masih Dirahasiakan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Lampung Rebut Juara 1 Newsroom Timnas

Rabu, 30 September 2026 - 11:46 WIB

Kejari Lampura Musnahkan Barang Bukti 42 Perkara, Ada Sabu dan Senpi Rakitan

Selasa, 29 September 2026 - 09:16 WIB

Gubernur Mirza dan Bupati Hamartoni Cek Jalan Lampura, Rp76 Miliar Disiapkan Lewat Inpres

Berita Terbaru