Menteri PPN: Devisa Sektor Pariwisata Diprediksi Turun USD 15 Miliar

- Jurnalis

Kamis, 26 November 2020 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat menjadi pembicara dalam Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terkait Perencanaan dan Program Nasional Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Kamis (26/11/2020). /FOTO ISTIMEWA

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat menjadi pembicara dalam Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terkait Perencanaan dan Program Nasional Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Kamis (26/11/2020). /FOTO ISTIMEWA

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjadi pembicara dalam Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan pembahasan terkait Perencanaan dan Program Nasional Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berlangsung di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Kamis (26/11/2020).

Suharso menyampaikan beberapa hal terkait percepatan ekonomi di sektor pariwisata pasca Covid-19. Menurutnya, di masa pandemi ini tren pariwisata menemukan beberapa peluang baru untuk industri pariwisata.

Saat ini, kata dia, tren pariwisata lebih menitikberatkan pada kebersihan dan kesehatan. Terdapat pergeseran sekmentasi dari menarik customer internasional ke menarik customer lokal. Selain itu pengembangan eco travel menjadi pilihan untuk menarik minat para wisatawan ke destinasi konservasi, situs alam, dan pengalaman budaya. Penggunaan teknologi dalam pembayaran tiket kini menjadi sebuah pilihan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 dan memberikan rasa nyaman kepada pengunjung.

Baca Juga :  PWI Gandeng KONI Lampung Siapkan Penyelenggaraan Sekaligus Prestasi di Porwanas 2027

”Dampak Covid-19 membuat devisa negara dari sektor pariwisata diprediksikan menurun sebesar USD 15 miliar, dan diperkirakaan lima tahun kedepan akan mengalami kerugian yang lebih besar apabila tidak ditangani dengan baik,” ujarnya.

Suharso melanjutkan, pemulihan pariwisata dapat digunakan sebagai momentum untuk memperkuat rantai pasok pariwisata yang mencakup layanan infrastruktur dasar dan konektivitas, amenitas pariwisata, penyediaan produk pariwisata dan ekonomi kreatif, perdagangan dan layanan keuangan; dan lain sebagainya.

“Pariwisata berperan sebagai leading sector yang akan membantu pemulihan sektor lain dalam rantai pasok pariwisata (Tourism Value-chain),” ucapnya.

Pengembangan pariwisata ini dapat dilakukan dengan memperkuat keterkaitan setiap sektor pendukung dimana klaster destinasi atau daya tarik wisata dapat didukung oleh klaster pemasok pangan, klaster pemasok kerajinan, klaster hub pariwisata (transit dan akomodasi), dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Sekdaprov Marindo Dampingi Menko Zulhas, Acara Rembuk Tani di Lampung Selatan

”Target pembangunan pariwisata pada RKP 2021 disesuaikan untuk memberi ruang pemulihan yang berimbang dengan upaya pengendalian Covid-19,” paparnya.

Ada beberapa hal yang menjadi fokus pemerintah untuk memulihkan pariwisata Indonesia pada tahun 2021, yakni reaktivasi wisatawan domestik dan mancanegara secara bertahap; reorientasi pada pariwisata yang berkualitas (quality tourism), tidak hanya pada mass tourism; percepatan pemulihan 5 destinasi super prioritas.

Kemudian, pengembangan Benoa untuk mendukung Bali sebagai tourism hub; fasilitas penambahan direct flight (point to point); Penerapan standar kebersihan dan keselamatan melalui protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety And Environmental Sustainability); serta Re-skilling & up-skilling untuk memenuhi standar pariwisata baru.(*)

Berita Terkait

BRN Ungkap Agenda Jokowi di Lampung, Fokus Silaturahmi dengan Masyarakat
Gubernur Mirza Hadiri Penyerahan Juara Lomba “Cawo Bubalah Lampung” Rangkaian Agenda Hardiknas 2026
Rakor Tim Percepatan TP2TBC Kabupaten Pesawaran, Wagub Jihan Dorong Tangani TBC secara Masif
Eko Agung Saputra Terpilih Aklamasi di Musprov PBSI Lampung
Gubernur Mirza Perkenalkan Anak Harimau Sumatera, Bernama Puspa dan Muli Sikop di Satwa Lembah Hijau
Gubernur Mirza Paparkan Kesiapan Lampung Jadi Tuan Rumah PON XXIII 2032
Prabowo Matangkan Implementasi Devisa Hasil Ekspor, Ini Mulai Berlakunya!
PWI Gandeng KONI Lampung Siapkan Penyelenggaraan Sekaligus Prestasi di Porwanas 2027
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:10 WIB

BRN Ungkap Agenda Jokowi di Lampung, Fokus Silaturahmi dengan Masyarakat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:06 WIB

Gubernur Mirza Hadiri Penyerahan Juara Lomba “Cawo Bubalah Lampung” Rangkaian Agenda Hardiknas 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:44 WIB

Rakor Tim Percepatan TP2TBC Kabupaten Pesawaran, Wagub Jihan Dorong Tangani TBC secara Masif

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:02 WIB

Eko Agung Saputra Terpilih Aklamasi di Musprov PBSI Lampung

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:27 WIB

Gubernur Mirza Perkenalkan Anak Harimau Sumatera, Bernama Puspa dan Muli Sikop di Satwa Lembah Hijau

Berita Terbaru