Home / NASIONAL

Selasa, 8 Desember 2020 - 14:03 WIB

Politisi asal Lampung Dukung Dana Otsus Dilanjutkan

Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Marwan Cik Asan. FOTO: Biro Pemberitaan DPR

Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Marwan Cik Asan. FOTO: Biro Pemberitaan DPR

Pelaksanaan dana otonomi khusus (otsus) Papua akan berakhir pada 2021 sebagaimana telah diatur dalam UU Nomor 21 tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi Provinsi Papua.

Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Marwan Cik Asan dalam pengawasannya mengatakan, BAKN mendukung agar dana otsus dapat dilanjutkan dengan terlebih dahulu melakukan perbaikan terkait tata cara pelaksanaan pertanggungjawaban dana otsus

”BAKN DPR RI mendukung dana otsus dapat dilanjutkan dengan terlebih dahulu melakukan perbaikan sistem perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi, serta pelaporan dan pertanggungjawaban,” kata politisi asal Lampung ini dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Senin (7/12/2020).

addgoogle

Pemerintah, kata dia, harus membentuk PP terkait tata cara pelaksanaan pertanggungjawaban dana otsus, agar dalam laporan pertanggungjawaban dana otsus dapat disajikan secara terpisah dengan laporan pertanggungjawaban APBD provinsi sehingga akan mempermudah pengawasan dan evaluasi penggunaan dana otsus.

Sebelumnya, Politisi Fraksi Partai Demokrat ini menyatakan, menjelang berakhirnya pelaksanaan dana otsus, muncul berbagai pro kontra terhadap kelanjutan untuk periode berikutnya.

Sebagian kalangan menilai dana otsus tidak tepat sasaran dan belum dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat asli Papua. Sementara yang lain menilai dana otsus perlu dilanjutkan dan ditambah jumlahnya serta melakukan perbaikan aturan dan pertanggungjawaban.

”Laporan penggunaan dana otsus di Provinsi Papua dan Papua Barat belum didasarkan atas peraturan pemerintah yang bersifat khusus, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 18 UU Nomor 21 Tahun 2001, sehingga pertanggungjawaban penggelolaan dana otsus dan APBD Provinsi belum terpisahkan, jelasnya.

”Sementara terhadap perekonomian, secara keseluruhan indikator makro ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat cederung meningkat selama pelaksanaan dana otsus. Kondisi inilah yang menyulitkan bagi pemerintah pusat untuk melakukan evaluasi pelaksanaan penggunan dana otsus,” lanjutnya.

Untuk itu, ia menilai perlunya dukungan anggaran yang memadai dari pemerintah bersama DPR RI, mengingat selama ini hambatan dalam melaksanakan pengawasan dana otsus oleh BPK RI, khususnya di Papua dan Papua Barat disebabkan karena keterbatasan anggaran dan keterbatasan SDM.

”Terkait permasalahan sumber daya manusia, BAKN DPR RI mendorong pemerintah pusat untuk memberikan dukungan bagi pemerintah provinsi untuk menyediakan sumber daya manusia yang memiliki kapabilitas dan kompetensi dalam mengelola dana otsus,” pungkasnya.(rls/whk)

add

Share :

312 views

Baca Juga

NASIONAL

Jokowi Lantik Anggota Dewas dan Badan Pelaksana BPKH Periode 2022-2027

NASIONAL

Kapal Berpenumpang 286 Orang Dari Bakauheni Kandas di Laut Merak

NASIONAL

180 Ribu Vaksin COVID-19 di Jabar Nyaris Expired

NASIONAL

Polri Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Setiap Hari Jelang Ramadhan

NASIONAL

Mudik Lebaran, 2,6 Juta Kendaraan Lintasi Tol Lampung hingga Aceh

NASIONAL

Bharada E Tetap Jadi Anggota Polri

NASIONAL

COVID-19 Melonjak, Pimpinan MPR Dorong Kembali Terapkan PJJ

NASIONAL

Tanggapi Kritik BEM UI, Jokowi: Baru-Baru Ini Ada yang Ngomong Saya Bapak Bipang