Gajah Liar Renggut Nyawa Seorang Kades, Yusnadi: Bentuk Kegagalan Tata Kelola

- Jurnalis

Kamis, 1 Januari 2026 - 22:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Konflik antara manusia dan gajah liar di Kabupaten Lampung Timur kembali memakan korban jiwa. Kali ini, Kepala Desa Braja Asri Darusman tewas saat berupaya menghalau kawanan gajah agar tidak masuk ke permukiman warga, Rabu (31/12/2025).

Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Daerah Pemilihan Lampung Timur, Yusnadi menyebut peristiwa ini sebagai tragedi kemanusiaan yang seharusnya menggugah nurani semua pihak.

“Konflik antara manusia dan gajah liar di Kabupaten Lampung Timur kembali memakan korban jiwa. Kali ini, yang gugur bukan sekadar warga biasa, melainkan Kepala Desa Braja Asri, yang meninggal dunia saat berupaya menghalau kawanan gajah liar agar tidak masuk ke pemukiman warga,” ujar Yusnadi, Kamis (1/1/2026).

Menurutnya, kematian Kepala Desa Braja Asri bukanlah peristiwa tunggal, melainkan bagian dari konflik berkepanjangan antara manusia dan satwa liar di sekitar Taman Nasional Way Kambas.

Yusnadi menilai tragedi ini semakin ironis karena korban merupakan pemimpin desa yang gugur saat menjalankan tanggung jawabnya kepada masyarakat.

“Ia tidak tewas saat berburu, bukan pula saat melanggar hukum. Ia meninggal saat menjalankan tanggung jawab moral dan sosialnya: melindungi warganya. Fakta ini seharusnya mengguncang nurani kita semua,” katanya.

Baca Juga :  Prabowo Perintahkan Tambah Helikopter dan Personel Tangani Karhutla

Ia pun mempertanyakan keseriusan negara dalam menangani konflik manusia dan gajah yang terus berulang.

Menurutnya, pendekatan yang selama ini dilakukan masih bersifat reaktif dan tidak menyentuh akar persoalan.

“Namun pertanyaannya sederhana: mengapa tragedi semacam ini terus terjadi? Jawabannya juga jelas: karena negara belum hadir secara utuh dan sistematis,” ucap Yusnadi.

Ia menambahkan, konflik tersebut bukan semata persoalan konservasi satwa, melainkan kegagalan dalam tata kelola ruang dan perlindungan warga negara.

“Padahal, konflik ini bukan sekadar persoalan satwa liar. Ini adalah kegagalan tata kelola ruang dan kebijakan perlindungan warga negara,” ujarnya.

Lebih jauh, Yusnadi menyoroti kondisi warga desa yang selama ini harus menghadapi ancaman gajah liar dengan kemampuan terbatas.

“Lebih ironis lagi, warga sering kali harus bertindak sendiri. Mereka berjaga malam, menghalau gajah dengan alat seadanya, mempertaruhkan nyawa demi melindungi keluarga dan harta benda. Ketika tragedi terjadi, barulah negara hadir, terlambat,” kata Yusnadi.

Baca Juga :  Karang Taruna Lampung Siap Jadi Garda Mitigasi Bencana hingga Desa

Ia menegaskan, tidak ada agenda konservasi yang sah jika mengorbankan nyawa manusia.

“Kita harus jujur mengakui: jika konflik ini terus menelan korban jiwa, maka yang gagal bukan gajah, melainkan kebijakan kita. Tidak ada satu pun agenda konservasi yang sah jika dibayar dengan nyawa manusia,” tandasnya.

Yusnadi mendesak agar penanganan konflik manusia dan gajah di Lampung Timur dilakukan secara serius dan permanen, bukan sekadar respons darurat setiap kali tragedi terjadi.

“Sudah saatnya penanganan konflik manusia dan gajah di Lampung Timur dilakukan secara serius dan permanen,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah di semua tingkatan berhenti saling melempar kewenangan dan segera menghadirkan solusi nyata.

“Kematian Kepala Desa Braja Asri harus menjadi titik balik, bukan sekadar catatan akhir tahun. Lampung Timur tidak butuh simpati sesaat. Lampung Timur butuh solusi nyata, sekarang juga!” pungkas Yusnadi. (*)

Berita Terkait

Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD
Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II
Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan
60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak
Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung
Inspektorat Lampung Awasi 17 OPD Tubaba
Pemkab Tubaba Perkuat Digitalisasi Daerah dan Pengendalian Inflasi
Tekan Inflasi, Pemkab Tubaba Gelar Operasi Pasar Murah di Panaragan Jaya
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 20:50 WIB

Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD

Minggu, 27 September 2026 - 13:01 WIB

Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II

Jumat, 25 September 2026 - 21:00 WIB

60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak

Jumat, 25 September 2026 - 10:31 WIB

Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung

Jumat, 25 September 2026 - 10:16 WIB

Inspektorat Lampung Awasi 17 OPD Tubaba

Berita Terbaru

LC TV Story

Prabowo Telepon Rahmat Erwin Usai Raih Emas Asian Games 2026

Minggu, 27 Sep 2026 - 10:10 WIB