Jaga Swasembada Pangan, Nanda Indira Minta Pendampingan Petani Diperkuat

- Jurnalis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LampungCorner.com, PESAWARAN – Kemarau panjang tak menghalangi petani di Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, untuk meningkatkan hasil panen padi. Produksi yang sebelumnya berkisar 3 ton per hektare kini mampu mencapai 5–6 ton lebih per hektare. Dukungan pipanisasi untuk memenuhi kebutuhan air menjadi salah satu faktor yang membantu petani menjaga produktivitas sawah.

Capaian tersebut terungkap saat Bupati Pesawaran Nanda Indira B. menghadiri panen raya padi Kelompok Tani Ragom Mufakat di Desa Bernung, Jumat (9/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Nanda menegaskan bahwa penguatan pendampingan dan pembinaan petani menjadi kunci untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus mempertahankan keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Pesawaran.

Menurut dia, upaya menjaga swasembada pangan membutuhkan sinergi antara petani, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan seluruh pemangku kepentingan.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar petani semakin mampu mengelola usaha tani secara efektif dan meningkatkan hasil produksi secara berkelanjutan.

“Keberhasilan Pesawaran dalam mempertahankan swasembada pangan merupakan hasil kolaborasi antara petani, pemerintah, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, pendampingan kepada petani harus terus diperkuat agar produktivitas pertanian semakin meningkat,” kata Nanda.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Tani Ragom Mufakat, para petani, penyuluh pertanian, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam menjaga produktivitas pertanian di Bumi Abdan Jejama.

Baca Juga :  Kakao Pesawaran Jangan Lagi Dijual Basah, Harga Bisa Melonjak hingga Rp80 Ribu per Kilogram

Nanda menilai, pembinaan petani tidak cukup hanya dilakukan untuk meningkatkan hasil panen. Pendampingan yang berkelanjutan juga diperlukan untuk memperkuat kemampuan petani menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan pengairan hingga gangguan hama tanaman.

Dengan begitu, peningkatan produksi diharapkan tidak hanya terjadi pada satu musim panen, tetapi dapat dipertahankan pada musim tanam berikutnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Ragom Mufakat, Edi Irwansyah, mengungkapkan bahwa hasil panen padi tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun wilayah tersebut menghadapi musim kemarau berkepanjangan.

Dari total lahan persawahan sekitar 30 hektare, produktivitas padi tahun ini mencapai 5–6 ton lebih per hektare. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 3 ton per hektare.

“Untuk luasan lahan sawah di sini sekitar 30 hektare. Dalam satu hektare, padi yang dihasilkan pada tahun ini bisa mencapai 5 sampai 6 ton lebih. Tahun sebelumnya, dalam satu hektare paling hanya 3 tonan,” ujar Edi.

Menurut dia, ketersediaan air menjadi salah satu tantangan utama bagi petani ketika musim kemarau melanda. Namun, persoalan tersebut dapat diatasi berkat program pipanisasi yang didukung Pemerintah Kabupaten Pesawaran.

Baca Juga :  Membanggakan! Desa Sidodadi Wakili Lampung di 12 Besar Desa Cantik Nasional

Bantuan itu membuat kebutuhan air untuk lahan persawahan tetap terpenuhi sehingga petani dapat menjaga kegiatan produksi meski curah hujan terbatas.

“Tahun ini kami cukup bersyukur. Meskipun kemarau panjang melanda, permasalahan air bisa teratasi karena adanya pipanisasi dari pemda. Hal ini membuat semua pemilik lahan tidak mengalami kekurangan air sama sekali. Kemudian, hama pada tahun ini juga tidak seberapa dibandingkan tahun lalu,” kata Edi.

Pengalaman petani di Bernung tersebut memperlihatkan pentingnya dukungan infrastruktur pengairan dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Selain pengairan, pendampingan teknis dan pembinaan secara berkesinambungan juga diperlukan agar petani mampu mempertahankan capaian produksi.

Nanda menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong sinergi dengan penyuluh dan kelompok tani untuk memperkuat sektor pertanian. Peningkatan kapasitas petani diharapkan berjalan beriringan dengan perbaikan produktivitas, keberlanjutan produksi pangan, dan kesejahteraan masyarakat.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus memperkuat peran petani sebagai ujung tombak produksi pangan di Kabupaten Pesawaran. (*)

 

Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

Kakao Pesawaran Jangan Lagi Dijual Basah, Harga Bisa Melonjak hingga Rp80 Ribu per Kilogram
Sukadadi Bawa Nama Lampung di Kampung Pancasila KASAD Award 2026
Musda KNPI Pesawaran Dipastikan Digelar Tahun Ini, Bursa Kepemimpinan Pemuda Mulai Menghangat
KPU Pesawaran Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Triwulan III
Membanggakan! Desa Sidodadi Wakili Lampung di 12 Besar Desa Cantik Nasional
Alfan Rois Apresiasi Satu Tahun Kepemimpinan Nanda-Anton, Dorong Percepatan Program Masyarakat
Pendamping Sosial Apresiasi dan Dukung GERCEP Kecamatan Tegineneng
Lewat GERCEP, Kecamatan Tegineneng Percepat Penanganan Warga Rentan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:27 WIB

Jaga Swasembada Pangan, Nanda Indira Minta Pendampingan Petani Diperkuat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Kakao Pesawaran Jangan Lagi Dijual Basah, Harga Bisa Melonjak hingga Rp80 Ribu per Kilogram

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:24 WIB

Sukadadi Bawa Nama Lampung di Kampung Pancasila KASAD Award 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Musda KNPI Pesawaran Dipastikan Digelar Tahun Ini, Bursa Kepemimpinan Pemuda Mulai Menghangat

Rabu, 30 September 2026 - 14:52 WIB

KPU Pesawaran Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Triwulan III

Berita Terbaru