JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.
Pemerintah tengah mendorong agar biaya pendidikan di satuan pendidikan negeri dapat digratiskan, mulai jenjang sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi negeri.
Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo menyatakan akan segera menggelar rapat terbatas untuk membahas upaya mewujudkan pendidikan gratis pada satuan pendidikan negeri.
“Saya sangat setuju. Saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” kata Prabowo, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Negara Rabu (23/9/2026).
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan pendidikan yang setara bagi masyarakat.
Pendidikan, kata pemerintah, harus dapat diakses anak-anak Indonesia tanpa dibatasi latar belakang keluarga maupun kondisi ekonomi.
Selain memperluas akses pendidikan, pemerintah juga menjalankan program perbaikan dan revitalisasi sekolah serta fasilitas pendidikan.
Langkah tersebut diarahkan agar peserta didik dapat mengikuti proses belajar dalam lingkungan yang aman dan layak.
Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan dan kompetensi guru.
Sebelumnya, pemerintah telah menaikkan tunjangan guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan, sementara sejumlah program peningkatan kompetensi guru juga terus dijalankan.
Prabowo menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi penting bagi masa depan Indonesia.
Agenda tersebut mencakup pemerataan akses pendidikan, perbaikan sekolah, penguatan kompetensi guru hingga pengembangan pendidikan berbasis teknologi.
Dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 21 September 2026, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa setiap anak Indonesia berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk membangun masa depannya melalui pendidikan.
“Setiap anak Indonesia, dari keluarga dan latar belakang apa pun, berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan kesempatan yang sama untuk membangun masa depannya,” demikian keterangan Sekretaris Kabinet.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah mempercepat sejumlah langkah konkret.
Selain mengupayakan pendidikan negeri gratis mulai dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi, pemerintah juga terus melakukan perbaikan terhadap sekolah dan fasilitas pendidikan yang rusak agar anak-anak dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan layak.
“Memperbaiki sekolah serta fasilitas pendidikan yang rusak, agar anak-anak dapat belajar dengan aman dan layak,” lanjut keterangan tersebut.
Pada saat yang sama, perhatian juga diarahkan kepada peningkatan kesejahteraan dan gaji guru sebagai bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Pemerintah sebelumnya juga telah menjalankan langkah peningkatan kesejahteraan serta pengembangan kompetensi guru.
Bagi Presiden Prabowo, pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.
Karena itu, pendidikan ditempatkan sebagai salah satu fondasi untuk membentuk manusia Indonesia yang kuat, unggul, dan memiliki kesempatan meraih cita-citanya.
“Karena masa depan Indonesia dimulai dari ruang-ruang kelas hari ini,” pungkas Sekretaris Kabinet. (*)















