LAMPUNGCORNER.COM, Mesuji — Taman Keanekargaman Hayati (Taman Kehati) Kabupaten Mesuji resmi berubah fungsi dan ditutup sementara selama tiga hari.
Hal itu dilakukan karena peralihan kelola dari Dinas Lingkungan Hidup ke Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten setempat.
Kabid Pariwisata, Made, mengatakan penutupan itu untuk perbaikan kecil yang dilakukan di sarana dan prasarana yang ada di komplek Taman Kehati.
“Juga untuk penertiban secara administrasi bagi karyawan yang ada. Karena kan sebelumnya dibawah Dinas Lingkungan Hidup, saat ini kami (Disporapar) yang kelola,” ujarnya, Minggu (15/01/2023). Ia menerangkan jika semua karyawan di lingkungan Taman Kehati tetap bekerja seperti biasa tidak ada perubahan.
Karena yang berubah hanya pengelolanya saja dari Dinas Lingkungan Hidup dialihkan ke Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata.
Mengenai renovasi skala besar, Made belum memberikan keterangan. Hanya, ia menyampaikan jika dalam waktu dekat di Tahun 2023 ini ada pembangunan dilingkungan Taman Kehati yaitu berupa tempat pusat jajanan atau Pujasera.
“Kalau kegiatan itu ada di Dinas PU, kita hanya tempatnya saja, sepertinya tahun ini,” jelasnya.
Sebelumnya, Dinas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mesuji mengusulkan untuk mencabut Peraturan Bupati (Perbup) tentang Taman Keanekaragaman Hayati Desa Mekarjaya, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Mesuji.
Usulan tersebut berdasarkan kondisi terkini yang ada di taman kehati tersebut yang tidak lagi menjadi tempat konservasi akan tetapi murni tempat wisata. Padahal dalam Peraturan Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem Nomor SK.4/KSDAE/KK/KSA.1/1/2022 Tentang Taman Kehati komposisi Taman Kehati harus lebih 90 persen adalah konservasi tumbuhan spesies local yang harus diselamatkan.
Bangunan Infrastruktur hanya dimungkinkan hanya 10 persen dari seluruh lokasi. Termasuk diatur dalam Peraturan Dirjen tersebut mengenai nursery atau pembibitan.
Terpisah, salah satu pekerja di Taman Kehati, Iwan, mengatakan tidak mempersoalkan pergantian pengelola dari DLH ke Disporapar. Karena yang penting, kata dia, ia tetap bekerja di tempat wisata tersebut.
Mengenai petutupan selama tiga hari lalu ia juga mengatakan jika ada penutupan. Namun hal itu hanya untuk melakukan perbaikan kecil. Terutama di beberapa infrasturktur yang tidak berfungsi dengan baik seperi toilet yang ada di sekitar lokasi banyak yang sudah tidak berfungsi dengan baik.
Hal itu juga dikeluhkan banyak pengunjung yang datang ke taman tersebut. Salah satunya, Warsito (45), warga Desa Simpangpematang, yang beberapa kali berkunjung bersama keluarga ke Taman Kehati Mekarjaya.
Ia kecewa dengan keberadaan toilet yang tidak berfungsi dan jorok. Begitu juga dengan kondisi kolam renang dan kolam bermain untuk anak-anak.
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Tidak terawat. Mulai dari toilet sampai kolam renangnya jauh dari higienis. Tampak mata saja sudah terlihat lumut-lumut dan kotoran-kotoran di kolam. Apalagi toiletnya, bau dan kotor,” ujarnya.
Semoga kedepan, ada perbaikan yang menyeluruh terlebih di kolam renang dan toiletnya. “Kita sampaikan seperti ini supaya diperbaiki, kan sayang kalau ada pengunjung dari luar kabupaten sampai kecewa, terus cerita ke yang lainnya kalau disini tidak nyaman. Pasti kita yang rugi, karena sepi pengunjung,” tutupnya. (*)
Red















