LampungCorner.com, MESUJI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pemerintahan yang kreatif dan solutif. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi Mesuji dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 bersama 13 kabupaten/kota se-Indonesia.
Dalam presentasinya, Bupati Mesuji, Elfianah, menonjolkan dua inovasi unggulan daerahnya, yakni Swakelola Jalan dan SAMPAN (Sistem Administrasi Manajemen Pegawai Mesuji).
Menurut Elfianah, meski APBD Mesuji merupakan yang terkecil kedua di Provinsi Lampung setelah Pesisir Barat, kondisi itu tak menjadi penghalang bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi.
“Kondisi jalan mantap di Kabupaten Mesuji baru mencapai 124,223 km atau sekitar 24,47 persen dari total panjang jalan 511,746 km. Kondisi ini berdampak pada ketidakstabilan harga kebutuhan pokok serta rendahnya tindak lanjut ASN terhadap LHP BPK. Selain itu, sistem pelayanan kepegawaian kita masih manual,” jelas Elfianah saat memaparkan inovasi di ajang IGA, Rabu (5/11/2025).
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa Swakelola Jalan merupakan terobosan dalam pembangunan infrastruktur yang sebelumnya bersifat kontraktual, kini sebagian dilaksanakan dengan mekanisme swakelola, khususnya untuk pekerjaan rabat beton.
Langkah ini didukung dengan pengadaan alat berat sendiri serta melibatkan tenaga kerja lokal.
“Dengan sistem swakelola, Pemkab Mesuji mampu menghemat anggaran sekitar Rp1 miliar. Ini bagian dari upaya mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata, berkelanjutan, dan berorientasi pada transformasi ekonomi inklusif,” tambahnya.
Selain Swakelola Jalan, inovasi SAMPAN juga menjadi andalan Pemkab Mesuji dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang profesional dan efisien.
“Aplikasi SAMPAN telah diterapkan sejak 2023 dan diperkuat melalui Peraturan Bupati Nomor 33 Tahun 2025 tentang Pelayanan Administrasi Kepegawaian. Pemkab juga memberikan reward berupa piagam, plakat, dan uang pembinaan bagi para inovator,” ujar Elfianah.
Inovasi Swakelola Jalan terbukti sangat efektif. Bila dengan sistem kontraktual pembangunan jalan 1 km dengan lebar 6 meter dan hamparan baru base 775 m³ menghabiskan Rp2,6 miliar, maka melalui sistem swakelola hanya membutuhkan Rp1,5 miliar. Selain hemat anggaran, sistem ini juga memberdayakan masyarakat setempat dalam pelaksanaan proyek.
Sementara itu, aplikasi SAMPAN menjadi langkah nyata Mesuji menuju digitalisasi pelayanan publik sekaligus mendukung kampanye Go Green.
“SAMPAN dapat diakses dengan mudah oleh seluruh 4.849 pegawai dan mendorong sistem kerja paperless. Aplikasi ini terintegrasi dengan berbagai layanan, mulai dari kepegawaian, keuangan, pengawasan, hingga capaian kinerja individu dan penyelesaian temuan BPK maupun Inspektorat,” paparnya.
Elfianah menegaskan, kedua inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan transparansi birokrasi, tetapi juga berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Untuk Swakelola Jalan, lanjut Elfianah, manfaatnya antara lain peningkatan PAD dari BPHTB, pengendalian inflasi, peningkatan ekonomi masyarakat melalui akses transportasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta peningkatan daya saing daerah lewat penguatan tenaga kerja lokal.
“Sedangkan inovasi SAMPAN memberikan efisiensi, transparansi, akurasi data, serta mendorong peningkatan disiplin ASN dan pengembalian temuan LHP BPK sebagai tambahan pendapatan daerah,” pungkasnya. (*)
Editor: Furkon Ari









