DPRD Lampura Terbelah Soal Pinjaman Rp150 Miliar, Suwardi Minta Fokus pada Kepentingan Publik

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi hasil AI.

Gambar ilustrasi hasil AI.

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Polemik rencana pinjaman daerah senilai Rp150 miliar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura) kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) terus memantik dinamika politik di DPRD setempat.

Di tengah perbedaan sikap antarfraksi, mantan Ketua Tim Transisi sekaligus Ketua Tim Pemenangan Hamartoni-Romli, Dr. Suwardi, meminta agar persoalan tersebut tidak digiring menjadi konsumsi publik yang berlebihan.

Suwardi menyoroti sikap salah satu fraksi yang tergabung dalam koalisi pendukung pemerintahan Hamartoni-Romli namun menyampaikan penolakan secara terbuka terhadap rencana pinjaman tersebut.

Menurutnya, perbedaan pandangan seharusnya dibahas terlebih dahulu secara internal bersama pemerintah daerah agar tidak memunculkan persepsi liar di tengah masyarakat.

“Sebagai bagian dari koalisi pendukung pemerintah, mestinya persoalan strategis seperti ini dibahas secara internal terlebih dahulu. Kajian harus dilakukan bersama agar arah penggunaan pinjaman benar-benar jelas dan berpihak pada pembangunan,” ujar Suwardi dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) itu menilai kondisi fiskal Lampura yang masih terbatas membuat pemerintah daerah sulit mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menuntaskan persoalan infrastruktur, terutama kerusakan jalan kabupaten yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat.

Baca Juga :  Wagub Jihan Nurlela Terima Kunjungan Kerja Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung

Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk pembenahan infrastruktur jalan bahkan jauh lebih besar dibanding nilai pinjaman yang direncanakan. Ia menyebut angka Rp150 miliar pun belum cukup untuk memperbaiki seluruh ruas jalan rusak di Lampura.

“Kalau hanya mengandalkan kemampuan anggaran daerah saat ini, mungkin hanya sebagian kecil jalan yang bisa diperbaiki. Padahal masyarakat membutuhkan akses jalan yang layak karena itu menyangkut aktivitas ekonomi sehari-hari,” katanya.

Di sisi lain, Suwardi mengingatkan polemik yang berkembang di ruang publik berpotensi memicu kegaduhan politik yang tidak produktif.

Ia menyinggung munculnya respons di media sosial, termasuk seruan aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Mei 2026 di kantor DPRD Lampura sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pinjaman daerah tersebut.

Menurut dia, situasi itu bisa dimanfaatkan pihak tertentu untuk membangun opini negatif terhadap pemerintahan Hamartoni-Romli di tengah upaya percepatan pembangunan daerah.

Suwardi menegaskan pembangunan infrastruktur jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian penting dari strategi pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga :  Gubernur Mirza TApresiasi Kontribusi Masyarakat Minang dalam Pembangunan Lampung

Jalan yang baik, kata dia, akan memperlancar distribusi barang dan jasa, membuka akses investasi, memperkuat pelaku UMKM, hingga meningkatkan konektivitas wilayah terpencil dan kawasan wisata.

“Pembangunan jalan itu investasi jangka panjang. Ketika konektivitas membaik, ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta DPRD Lampura mendukung agenda pembangunan pemerintah daerah selama mekanisme pembiayaan dilakukan secara terukur, transparan, dan sepenuhnya diarahkan untuk kepentingan publik.

Polemik pinjaman daerah ini menjadi salah satu isu strategis yang menyita perhatian masyarakat Lampura. Sejumlah fraksi di DPRD pun memiliki sikap berbeda terkait rencana tersebut.

Fraksi Gerindra dan Demokrat menyatakan penolakan tegas terhadap rencana pinjaman dan meminta pimpinan DPRD mengkaji ulang langkah pemerintah daerah.

Sementara Fraksi Golkar mengusulkan agar nilai pinjaman dibatasi maksimal Rp80 miliar. Adapun Fraksi PDIP menyatakan dukungan terhadap rencana pinjaman tersebut sebagai bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur di daerah. (*)

Berita Terkait

DPD Nasdem Pesawaran Gelar Pelatihan Konten Kreator, Upaya Tingkatkan Kreatifitas dan Inovasi Kader
Jumat Berkah! Gebrakan DPD Nasdem Pesawaran, Cukur Gratis dan Bersih Rumah Ibadah
Lahir di Lampura, Mayjen TNI Kristomei Sianturi Diangkon Muakhi oleh Ansyori Sabak
Tanggapi Kritik Ombudsman, Pemkab Lampura Tegaskan Pengisian Jabatan Harus Sesuai Aturan
10 Jabatan Eselon II di Lampura Banyak Kosong, Ombudsman: Jangan Biarkan Pelayanan Publik Terganggu
Sekolah Rakyat Segera Dibangun di Lampura, Siap Beroperasi Tahun Ajaran 2027
Hama Tikus Serang Ratusan Hektar Sawah di Pesawaran, Petani Terancam Gagal Panen
Imigrasi dan ITB Bangun Sistem Drone “Pagar Digital” untuk Awasi Perbatasan RI
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:20 WIB

DPD Nasdem Pesawaran Gelar Pelatihan Konten Kreator, Upaya Tingkatkan Kreatifitas dan Inovasi Kader

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:19 WIB

Jumat Berkah! Gebrakan DPD Nasdem Pesawaran, Cukur Gratis dan Bersih Rumah Ibadah

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:12 WIB

Lahir di Lampura, Mayjen TNI Kristomei Sianturi Diangkon Muakhi oleh Ansyori Sabak

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:30 WIB

Tanggapi Kritik Ombudsman, Pemkab Lampura Tegaskan Pengisian Jabatan Harus Sesuai Aturan

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:16 WIB

10 Jabatan Eselon II di Lampura Banyak Kosong, Ombudsman: Jangan Biarkan Pelayanan Publik Terganggu

Berita Terbaru

Kebarakan, jl cengkeh 5, RT 06, Lingkungan II Kelurahan Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa Kota BandarLampung
Foto: Damkar

Pariwisata

Diduga Korsleting, Rumah di Rajabasa Ludes Terbakar

Minggu, 12 Jul 2026 - 11:45 WIB