Imigrasi dan ITB Bangun Sistem Drone “Pagar Digital” untuk Awasi Perbatasan RI

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Direktorat Jenderal Imigrasi bekerja sama dengan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan sistem pengawasan perbatasan berbasis drone yang diberi nama Pagar Digital.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menjelaskan sistem ini dirancang untuk menjawab tantangan pengawasan wilayah perbatasan Indonesia yang sangat luas dan rawan pelanggaran.

Menurut Hendarsam, ide tersebut muncul setelah ia mempelajari teknologi serupa dalam pameran pertahanan di Singapura.

“Dari situ saya berpikir menggandeng kampus terbaik di Indonesia untuk menginisiasi sistem ‘Pagar Digital’ berbasis drone sebagai solusi pengamanan wilayah perbatasan yang sangat luas dan rawan pelintasan ilegal,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga :  Transparansi Keuangan Pringsewu, BPKAD Rilis Update Posisi RKUD, Saldo Kas Capai Rp20 Miliar, Zero Belanja Tak Terduga

Ia mengungkapkan, panjang wilayah perbatasan darat Indonesia mencapai sekitar 3.111 kilometer. Namun hanya ada 18 Pos Lintas Batas Negara (PLBN), terdiri atas delapan di Kalimantan, tiga di Papua, dan tujuh di Nusa Tenggara Timur.

Dari jumlah itu, tiga PLBN belum aktif dan hanya tujuh pos yang beroperasi penuh.

Sementara itu, data Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) darat periode Januari-April 2026 menunjukkan sebanyak 679.867 orang melintas melalui jalur resmi.

Menurut Hendarsam, kondisi tersebut menjadi tantangan besar dalam mencegah pelintasan ilegal, perdagangan orang, penyelundupan manusia, dan barang.

Baca Juga :  Nilai Kepuasan 98,06, Imigrasi Kalianda Tak Mau Cepat Berpuas Diri

Pada tahap awal, Pagar Digital akan diterapkan di perbatasan Kalimantan-Malaysia, Papua-Papua Nugini, serta NTT-Timor Leste.

Teknologi yang dipakai merupakan hasil pengembangan ITB dan PT Dirgantara Indonesia sejak 2019 dengan dua jenis drone, yakni Drone HALE dan Drone Mantis.

“Teknologi ini memperluas jangkauan pengawasan, memberikan data awal yang akurat sebelum tim melakukan penindakan, sekaligus lebih efisien dibandingkan mengoperasikan aset udara berawak,” kata Hendarsam.

Ia berharap sistem ini menjadi langkah awal menuju pengawasan perbatasan berbasis teknologi nasional.

Berita Terkait

Dua Ekor Tapir Terekam Camera Trap Bersamaan di Hutan Mesuji Lampung
Kontrak Pasar Dekon Ternyata hingga 2027, PT Lingga Klaim Bisa Rampung Desember 2026
Hamartoni Rombak 16 Pejabat Eselon II Lampura, Sejumlah OPD Strategis Berganti Pimpinan
Dewan Pers Nyatakan Berita “Dugaan Kebocoran Anggaran” Diskominfo Tubaba Langgar KEJ
Misteri Kebakaran RSUD Ryacudu Kotabumi, Gudang Terbakar Ternyata Tak Dialiri Listrik
Pasar Dekon, Ganefo dan Ampera Molor, Kartubi: Desember 2026 Kami Pastikan Selesai
Prabowo Terima KTA NU Seumur Hidup di Penutupan Muktamar ke-35
Dua Ledakan Saat Kebakaran RSUD Ryacudu, Penyebab Masih Diselidiki
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 14:00 WIB

Dua Ekor Tapir Terekam Camera Trap Bersamaan di Hutan Mesuji Lampung

Jumat, 4 September 2026 - 19:48 WIB

Kontrak Pasar Dekon Ternyata hingga 2027, PT Lingga Klaim Bisa Rampung Desember 2026

Kamis, 3 September 2026 - 16:28 WIB

Hamartoni Rombak 16 Pejabat Eselon II Lampura, Sejumlah OPD Strategis Berganti Pimpinan

Kamis, 3 September 2026 - 11:13 WIB

Dewan Pers Nyatakan Berita “Dugaan Kebocoran Anggaran” Diskominfo Tubaba Langgar KEJ

Rabu, 2 September 2026 - 16:39 WIB

Misteri Kebakaran RSUD Ryacudu Kotabumi, Gudang Terbakar Ternyata Tak Dialiri Listrik

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi hasil AI.

LAMPUNG UTARA

Masker Mulai Diburu Warga Lampura Usai Hujan Abu Vulkanik

Senin, 7 Sep 2026 - 16:14 WIB