TPA SPMB di SMA Negeri 3 Kotabumi Diwarnai Error Sistem, Peserta Menangis

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Polemik pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA di Provinsi Lampung belum juga mereda. Setelah sebelumnya menuai keluhan terkait proses pendaftaran daring yang dinilai membingungkan masyarakat, kini sorotan tertuju pada pelaksanaan Tes Potensi Akademik (TPA) yang diwarnai gangguan sistem.

Kegaduhan terjadi saat pelaksanaan TPA SPMB di SMA Negeri 3 Kotabumi, Lampung Utara (Lampura), Senin (8/6/2026). Sejumlah peserta dilaporkan mengalami kendala saat mengakses sistem ujian. Beberapa peserta bahkan tidak dapat masuk ke akun mereka dan berulang kali terpental ketika mencoba login.

Gangguan teknis tersebut memicu kepanikan di lokasi ujian. Sejumlah peserta terlihat cemas karena khawatir kehilangan kesempatan mengikuti seleksi, sementara para orang tua mendatangi panitia untuk meminta penjelasan terkait masalah yang terjadi.

Rosaina, salah seorang wali murid, mengaku kecewa dengan pelaksanaan tes yang menurutnya tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ia mengatakan anak yang didampinginya tidak dapat mengakses sistem akibat gangguan teknis saat ujian berlangsung.

“Saya lagi pusing. Sistem error, banyak anak yang login-nya terpental, termasuk anak saya. Karena gagal masuk, anak saya sampai menangis,” ujar Rosaina.

Baca Juga :  Danbrigif 4 Mar/BS Perkuat Kolaborasi Pertahanan Melalui Audiensi kepada Pangdam XXI/RI

Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya soal lolos atau tidak lolos seleksi. Yang lebih penting adalah adanya jaminan bahwa seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti proses seleksi secara adil.

Rosaina mengaku telah melaporkan masalah tersebut kepada panitia bersama sejumlah wali murid lainnya. Namun hingga tes berakhir, mereka merasa belum mendapatkan penjelasan maupun solusi yang memadai.

“Kami sudah melapor, tapi tidak ada respons yang jelas. Anak-anak menangis, sementara orang tua sampai mendatangi ruang panitia untuk meminta kepastian,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan Laksita, wali murid peserta jalur domisili. Selain mempersoalkan gangguan sistem, ia mempertanyakan kebijakan yang mewajibkan peserta membawa telepon genggam dan menggunakan kuota internet pribadi saat mengikuti tes.

Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menjadi beban tambahan bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

“Kalau yang mampu mungkin tidak masalah. Tapi bagaimana dengan keluarga yang kesulitan membeli kuota internet? Ini seharusnya menjadi tanggung jawab penyelenggara,” kata warga Kelurahan Kota Alam tersebut.

Rangkaian keluhan itu menambah daftar persoalan dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Sebelumnya, sejumlah orang tua juga mengeluhkan mekanisme pendaftaran daring yang dianggap sulit dipahami dan menyulitkan masyarakat yang tidak terbiasa menggunakan layanan digital.

Baca Juga :  Nusron Wahid Buka Suara soal Anak Buahnya Kena OTT Perkara Suap HGB

Kepala SMA Negeri 3 Kotabumi, Bambang Nopriadi, membenarkan adanya gangguan teknis saat pelaksanaan TPA. Ia menegaskan pihak sekolah telah mendata seluruh peserta yang mengalami kendala login maupun gangguan selama proses ujian berlangsung.

“Semua persoalan siswa yang gagal login dan mengalami gangguan teknis sudah kami catat secara real time, mulai dari proses pengerjaan hingga hasil penilaian muncul. Seluruh laporan akan kami sampaikan ke Dinas Pendidikan Provinsi Lampung agar ada langkah lanjutan dan tidak merugikan calon siswa baru,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, gangguan serupa tidak hanya terjadi di SMA Negeri 3 Kotabumi, tetapi juga dilaporkan terjadi di sejumlah sekolah unggulan lainnya di Provinsi Lampung.

Kondisi tersebut semakin memperpanjang polemik pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027 yang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat dan para orang tua calon peserta didik. (*)

Berita Terkait

Gerobak Listrik Rp2,8 Miliar Jadi Temuan BPK, Vendor yang Sama Kembali Dapat Kontrak 2026
Usai Diperiksa 11 Jam, Sekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Digiring ke Rutan Polda Lampung
KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus HGB Bogor, 4 Diduga Orang Kepercayaan Menteri ATR/BPN
Sinyal Terakhir 5 Jurnalis, 2 ABK dan 1 Pemandu yang Hilang di Selat Sunda Terdeteksi di Pulau Sebesi
98 Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB di Lampung Berganti, Ini Daftar Lengkapnya
Pemkab Lampura Buka Seleksi 11 JPTP, Berikut Jadwal dan Syaratnya
Pipa JDU 900 Milimeter Rusak, Distribusi Air PDAM Bandar Lampung Terganggu
Semangat di Usia Senja, 25 Lansia Tubaba Ikuti Wisuda
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:32 WIB

Gerobak Listrik Rp2,8 Miliar Jadi Temuan BPK, Vendor yang Sama Kembali Dapat Kontrak 2026

Jumat, 18 September 2026 - 21:21 WIB

Usai Diperiksa 11 Jam, Sekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Digiring ke Rutan Polda Lampung

Selasa, 15 September 2026 - 22:59 WIB

KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus HGB Bogor, 4 Diduga Orang Kepercayaan Menteri ATR/BPN

Minggu, 13 September 2026 - 08:11 WIB

Sinyal Terakhir 5 Jurnalis, 2 ABK dan 1 Pemandu yang Hilang di Selat Sunda Terdeteksi di Pulau Sebesi

Sabtu, 12 September 2026 - 11:48 WIB

98 Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB di Lampung Berganti, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terbaru

Lampungcorner.com

Tubaba Gandeng Tangsel Replikasi SISGITA

Senin, 21 Sep 2026 - 20:55 WIB

TULANGBAWANG BARAT

Verifikasi Gerai KDMP, Pemkab Tubaba Pastikan Kesiapan KDMP

Senin, 21 Sep 2026 - 19:31 WIB