LampungCorner.com, BANDAR LAMPUNG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung resmi menggelar seleksi ketat untuk menjaring atlet-atlet terbaik yang akan memperkuat kontingen pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.
Dua cabang olahraga (cabor) yang menjadi fokus utama dalam seleksi kali ini adalah catur dan domino, yang sama-sama dibebani target meraih medali emas.
Antusiasme tinggi terlihat pada seleksi cabor catur. Sebanyak 20 jurnalis mengikuti proses penjaringan yang digelar untuk menentukan atlet terbaik PWI Lampung.
Manager Cabor Catur PWI Lampung, Bey Sujarwo, mengatakan filosofi permainan catur memiliki kesamaan dengan profesinya sebagai advokat maupun dunia jurnalistik, yakni sama-sama menuntut ketajaman berpikir dan kemampuan menyusun strategi.
“Advokat dengan catur ini hampir mirip-mirip lah, selalu berpikir dulu sebelum jalan. Jika jalan dulu baru berpikir, pastinya nyasar, ujungnya kalah, kan gitu,” ujar Bey Sujarwo saat diwawancarai, Minggu (5/7/2026).
Menurut Bey, Lampung memiliki sejarah panjang dalam melahirkan pecatur-pecatur tangguh di tingkat nasional. Melalui seleksi Porwanas ini, ia berharap kejayaan tersebut dapat kembali terulang.
Terlebih, sebagai daerah yang diproyeksikan menjadi tuan rumah Porwanas pada masa mendatang, PWI Lampung menargetkan mampu mendominasi perolehan medali.
“Target mudah-mudahan kita ke depannya nanti bisa mendominasi dalam perolehan medali-medali yang kita inginkan. Kami targetkan sapu bersih semua medali,” tegas Bey.
Sementara itu, persaingan sengit juga berlangsung pada seleksi cabor domino. Penanggung Jawab Cabor Domino PWI Lampung, Septa Harian Pangga, menjelaskan bahwa persiapan dilakukan secara matang untuk menghadapi Porwanas 2027.
“Pada ajang kali ini, cabor domino akan mempertandingkan dua nomor, yakni perorangan dan berpasangan, yang dibagi ke dalam dua kelompok usia,” jelas Septa.
Sebanyak 16 peserta mengikuti seleksi tahap awal yang digelar secara berpasangan. Dari jumlah tersebut akan dipilih enam atlet terbaik serta dua atlet cadangan untuk memperkuat tim PWI Lampung.
“Dari 16 peserta ini, kita bertanding untuk mencari 6 orang terbaik dan 2 orang cadangan,” katanya.
Peserta yang lolos seleksi tidak akan memiliki banyak waktu untuk beristirahat. Mereka akan langsung menjalani program pemusatan latihan (Training Center/TC), termasuk untuk menentukan atlet yang akan tampil di nomor perorangan.
Berkaca pada Porwanas sebelumnya di Banjarmasin, tim domino PWI Lampung berhasil menembus delapan besar pada nomor perorangan maupun berpasangan. Prestasi tersebut menjadi modal berharga sekaligus motivasi untuk meraih hasil yang lebih baik pada Porwanas 2027.
Septa pun optimistis target tersebut dapat diwujudkan.
“Kali ini kita targetkan minimal bisa membawa pulang satu medali emas, khususnya di kategori usia 27 sampai 40 tahun,” pungkasnya optimistis. (*)
Editor: Furkon Ari















