LampungCorner.com, TUBABA – Kekeringan mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tubaba bergerak cepat dengan mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat di Tiyuh Kagungan Ratu Agung serta SDN 11 Tulang Bawang Tengah.
Langkah ini menjadi bentuk respons pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meminimalisir dampak kekeringan yang terjadi akibat fenomena El Nino.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Tubaba, Sadarsyah, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu masyarakat yang mulai mengalami krisis air sekaligus memastikan aktivitas di fasilitas pendidikan tetap berjalan.
“Penyaluran air bersih ini menyasar pemukiman warga yang mulai mengalami krisis air bersih serta fasilitas pendidikan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat dan memastikan aktivitas belajar mengajar tetap berjalan dengan baik,” ujar Sadarsyah.
Ia menjelaskan, pendistribusian bantuan dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan di masing-masing lokasi.
Di Tiyuh Kagungan Ratu Agung, air bersih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, mulai dari memasak hingga keperluan sanitasi.
Sementara itu, bantuan yang disalurkan ke SDN 11 Tulang Bawang Tengah diperuntukkan bagi kebutuhan toilet, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta memenuhi kebutuhan air bagi siswa dan tenaga pengajar.
BPBD Tubaba memastikan upaya penanganan dampak kekeringan akan terus dilakukan dengan melihat kondisi di lapangan. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan apabila terdapat wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Penyaluran bantuan tersebut diharapkan menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama kondisi kekeringan. Di sisi lain, dukungan air bersih juga diharapkan mampu memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung secara kondusif, bersih, dan higienis. (*)
















