Prabowo Instruksikan Pendidikan Gratis, Siswa TK dan SD Dapat Dana BOS Mulai Tahun Ini

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Komitmen pemerintah untuk mewujudkan pendidikan gratis diperluas hingga jenjang taman kanak-kanak (TK).

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar layanan pendidikan negeri gratis tidak hanya mencakup pendidikan dasar dan menengah, tetapi dimulai sejak TK.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

“Dalam rapat terbatas tadi, Pak Presiden memberikan penekanan terhadap komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di pendidikan dasar dan menengah. Ini juga dimulai dari taman kanak-kanak. Sehingga, itu yang perlu kami tekankan,” ujar Mu’ti seusai rapat.

Menurut Mu’ti, pemerintah akan memperkuat sejumlah instrumen pembiayaan pendidikan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Di antaranya melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP).

Mulai tahun ini, anak-anak yang menempuh pendidikan di TK dan SD akan mendapatkan dukungan dana BOS. Sementara PIP diarahkan untuk membantu murid yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Baca Juga :  Kejar E20 dalam Dua Tahun, Pemerintah Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu

“Anak-anak atau murid yang belajar di sekolah dasar dan taman kanak-kanak, mulai tahun ini mendapatkan dana BOS. Kemudian dana PIP untuk murid dari keluarga yang tidak mampu,” jelasnya.

Mu’ti mengatakan, dana BOS dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional sekolah. Penggunaannya antara lain untuk biaya operasional, perbaikan ringan sarana sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, hingga pembayaran gaji guru non-ASN.

“Dana BOS peruntukannya bisa untuk biaya operasional, gaji guru non-ASN, perbaikan ringan, serta untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler,” katanya.

Sementara itu, pemerintah juga mengatur mekanisme pembayaran gaji bagi guru di sekolah negeri. Guru berstatus PNS digaji oleh pemerintah pusat. Adapun guru PPPK juga akan mendapatkan pembayaran dari pemerintah pusat sesuai mekanisme yang berlaku.

Untuk guru non-ASN yang mengajar di sekolah negeri, pembayaran dapat bersumber dari dana BOS. Mu’ti menyebut terdapat alokasi sebesar 20 persen dana BOS yang dapat digunakan untuk kebutuhan operasional dan pembayaran guru non-ASN di sekolah negeri.

“Sementara itu, guru non-ASN yang mengajar di sekolah negeri dapat dibayar dari dana BOS. Persentasenya, 20 persen dari dana BOS bisa digunakan untuk operasional dan gaji guru non-ASN di sekolah negeri,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Bolmut Jadi Tersangka, KPK Ungkap Dugaan Fee Proyek hingga Rp11,14 Miliar

Tak hanya memperluas akses pendidikan gratis, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Mu’ti mengatakan, Prabowo menginstruksikan agar kualitas guru terus ditingkatkan melalui berbagai program pelatihan. Pembiayaan pelatihan tersebut akan diupayakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kemudian, yang menjadi komitmen beliau dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan adalah peningkatan kualitas guru melalui berbagai pelatihan, yang nanti juga biayanya akan dapat kita usahakan dan dipenuhi dari dana APBN,” tutur Mu’ti.

Kebijakan tersebut, lanjut dia, menjadi bagian dari upaya pemerintah menjalankan Astacita keempat Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memastikan anak-anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.

Dengan perluasan dukungan pembiayaan dari jenjang TK hingga pendidikan dasar dan menengah, pemerintah menargetkan akses pendidikan semakin terbuka sekaligus kualitas pembelajaran dan tenaga pendidik terus diperkuat. (*)

Berita Terkait

Jasad Kru Kapal Rombongan Jurnalis Ditemukan di Pulau Enggano
Prabowo Tegaskan Pendidikan Negeri Harus Gratis, dari SD hingga Universitas
KPK Ungkap OTT Bupati Bolmut, Rp200 Juta Diamankan dari Tiga Lokasi
Bupati Bolmut Jadi Tersangka, KPK Ungkap Dugaan Fee Proyek hingga Rp11,14 Miliar
Truk Diduga Rem Blong, Kecelakaan Beruntun Terjadi di Depan Baitul Jannah
Suahasil Nazara Lantik 14 Pejabat Kemenkeu, Tekankan Integritas dan Meritokrasi
Prabowo Ingatkan Santri Gontor: Jangan Percaya Antek Asing, Mereka Bayar Buzzer
Prabowo Teriak ‘Free Palestine’, Dubes Palestina Lari Kalungkan Keffiyeh
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 22:07 WIB

Prabowo Instruksikan Pendidikan Gratis, Siswa TK dan SD Dapat Dana BOS Mulai Tahun Ini

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

Jasad Kru Kapal Rombongan Jurnalis Ditemukan di Pulau Enggano

Rabu, 23 September 2026 - 09:25 WIB

Prabowo Tegaskan Pendidikan Negeri Harus Gratis, dari SD hingga Universitas

Rabu, 23 September 2026 - 00:17 WIB

KPK Ungkap OTT Bupati Bolmut, Rp200 Juta Diamankan dari Tiga Lokasi

Selasa, 22 September 2026 - 23:51 WIB

Bupati Bolmut Jadi Tersangka, KPK Ungkap Dugaan Fee Proyek hingga Rp11,14 Miliar

Berita Terbaru

LC TV Story

Jasad Kru Kapal Rombongan Jurnalis Ditemukan di Pulau Enggano

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:45 WIB

TULANGBAWANG BARAT

FPRD Tubaba Kaji Rencana Pembangunan Menara Telekomunikasi di Pagar Dewa

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:27 WIB

PEMERINTAHAN

Anggaran Terbatas, Pemkab Tubaba Siapkan Review Target RPJMD

Rabu, 23 Sep 2026 - 10:42 WIB