Listrik Masih Jadi Biang Kebakaran di Bandar Lampung, 149 Kasus Terjadi di 2026

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung. 
Foto: Damkar Kota Bandar Lampung

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung. Foto: Damkar Kota Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bandar Lampung mencatat tren kebakaran masih didominasi faktor kelistrikan dalam dua tahun terakhir.

Sepanjang 1 Januari hingga 26 Juli 2026, Damkar mencatat 149 kejadian kebakaran.

Angka ini merupakan data sementara tahun berjalan. Sementara itu, sepanjang 2025 tercatat total 198 kejadian kebakaran.

Meski demikian, kedua data tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung sebagai total tahunan, mengingat data 2026 belum mencakup satu tahun penuh.

Berdasarkan rekapitulasi Damkar, faktor listrik menjadi penyebab paling dominan pada 2026 dengan 96 kejadian.

Disusul faktor lain sebanyak 22 kejadian, kebakaran akibat sampah 20 kejadian, kompor 9 kejadian, serta rokok 3 kejadian.

Baca Juga :  Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027

Tren serupa juga terjadi pada 2025. Faktor listrik menjadi pemicu utama dengan 113 kejadian. Kemudian diikuti sampah 39 kejadian, faktor lain 23 kejadian, kompor 16 kejadian, dan rokok 7 kejadian.

Dari sisi objek yang terbakar, bangunan milik warga masih menjadi yang paling banyak terdampak pada 2026, yakni 29 kejadian.

Sementara kategori lain-lain mencapai 92 kejadian, lahan 14 kejadian, bangunan umum 7 kejadian, kendaraan 4 kejadian, dan bangunan industri 3 kejadian.

Adapun pada 2025, kebakaran bangunan penduduk tercatat sebanyak 60 kejadian.

Disusul kategori lain-lain 83 kejadian, lahan 23 kejadian, bangunan industri 11 kejadian, kendaraan 11 kejadian, serta bangunan umum 10 kejadian.

Jika dilihat berdasarkan periode bulanan, April 2026 menjadi bulan dengan jumlah kebakaran tertinggi, yakni 44 kejadian. Angka tersebut melampaui seluruh catatan bulanan sepanjang 2025.

Baca Juga :  Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027

Pada 2025, jumlah kejadian tertinggi terjadi pada November dengan 22 kejadian, disusul Juni 21 kejadian dan September 20 kejadian.

Sementara pada 2026, setelah April, lonjakan kebakaran terjadi pada Juni dengan 28 kejadian dan Juli sebanyak 27 kejadian hingga 26 Juli.

Secara keseluruhan, data Damkar menunjukkan bahwa faktor kelistrikan masih menjadi penyebab utama kebakaran, baik pada 2025 maupun periode Januari hingga Juli 2026.

Selain itu, bangunan penduduk tetap menjadi objek yang paling rentan terdampak kebakaran dibandingkan kategori lainnya. (*)

Berita Terkait

Sidak DPRD Bandar Lampung Ungkap Material Bekas di Proyek Trotoar Sultan Agung yang Ambrol
Bank Lampung Siap Kolaborasi Sukseskan HPN dan Porwanas 2027
Tuan Rumah Porwanas XV 2027, PWI Lampung Bidik 5-7 Emas dari Lomba Karya Jurnalistik
Launching Tim Bhayangkara Lampung Gratis, 4.000 Jersey Dibagikan
Karang Taruna Lampung Siap Jadi Garda Mitigasi Bencana hingga Desa
Dukung HPN dan Porwanas 2027, Rycko Menoza Optimistis Ekonomi Lampung Bergeliat
PWI Lampung Bidik Tri Sukses Porwanas dan HPN 2027, Dongkrak Prestasi hingga Ekonomi Daerah
Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:51 WIB

Sidak DPRD Bandar Lampung Ungkap Material Bekas di Proyek Trotoar Sultan Agung yang Ambrol

Rabu, 2 September 2026 - 17:08 WIB

Bank Lampung Siap Kolaborasi Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Tuan Rumah Porwanas XV 2027, PWI Lampung Bidik 5-7 Emas dari Lomba Karya Jurnalistik

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:52 WIB

Launching Tim Bhayangkara Lampung Gratis, 4.000 Jersey Dibagikan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Karang Taruna Lampung Siap Jadi Garda Mitigasi Bencana hingga Desa

Berita Terbaru