Merasa Difitnah, PNS Sekretariat DPRD Tubaba Siapkan Somasi dan Lapor Dewan Pers

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guspri (baju hitam) dan Gadiantara Permai saat lapor ke Ketua RT 15 RK 05B Perumahan Matric, Robi Sepri Jaya, Senin (31/8/2026).

Guspri (baju hitam) dan Gadiantara Permai saat lapor ke Ketua RT 15 RK 05B Perumahan Matric, Robi Sepri Jaya, Senin (31/8/2026).

LampungCorner.com, TUBABA – Merasa difitnah dan dicemarkan nama baiknya melalui pemberitaan salah satu media online di Lampung, Guspri, warga Lampung Utara (Lampura) yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sekretariat DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), berencana mengambil langkah hukum.

Melalui pengacaranya, Guspri akan melayangkan somasi kepada media tersebut dan melaporkan persoalan itu ke Dewan Pers. Hal tersebut disampaikan Guspri kepada wartawan, Senin (31/8/2026).

Guspri menjelaskan, persoalan itu bermula pada Rabu (26/8/2026) malam. Saat itu, dirinya diajak oleh temannya, Bagas, untuk mengecek kediaman Sigit Kurniawan, yang merupakan bos Bagas, di Perumahan Matric, Jalan KS Tubun, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampura.

Pengecekan dilakukan lantaran rumah tersebut hampir menjadi sasaran aksi pencurian. Bahkan, asbes atap rumah dilaporkan mengalami kerusakan.

“Karena saat itu saya sedang bersama Bagas, ya Bagas mengajak saya ke lokasi rumah bosnya itu,” ujar Guspri.

Guspri dan Bagas tiba di lokasi sekitar pukul 23.45 WIB. Setibanya di rumah tersebut, keduanya terlebih dahulu berbincang dengan istri Sigit Kurniawan, Gadiantara Permai, di teras rumah.

Selanjutnya, Guspri bersama Bagas memeriksa sekeliling rumah hingga ke pintu masuk perumahan menggunakan kendaraan. Menurut Guspri, kedatangan mereka juga diketahui oleh Sigit Kurniawan beserta keluarganya.

“Saya dan Bagas memeriksa ke sekeliling rumah hingga ke pintu masuk perumahan menggunakan kendaraan. Kedatangan saya dan Bagas ke rumah itu juga diketahui oleh Sigit Kurniawan dan keluarganya,” terangnya.

Setelah memastikan kondisi sekitar rumah aman dan tidak menemukan hal mencurigakan, Guspri dan Bagas kembali ke rumah tersebut. Keduanya kemudian berbincang di teras depan rumah.

Tak lama kemudian, Gadiantara Permai menawarkan makanan kepada Guspri dan Bagas. Saat keduanya tengah makan, tiba-tiba terdengar ketukan di pintu rumah.

Gadiantara Permai kemudian membuka pintu dan mendapati dua orang datang ke rumah. Guspri mengaku melihat kedua orang tersebut berbincang dengan Gadiantara Permai sebelum dirinya kembali ke dapur untuk melanjutkan makan bersama Bagas.

Baca Juga :  Revitalisasi Pasar Dekon Lampura Tak Kunjung Rampung, Pedagang Mulai Pertanyakan Uang yang Disetor

“Ketika saya lihat ke depan, kedua orang itu sedang ngobrol dengan Gadiantara Permai. Kemudian saya kembali ke dapur melanjutkan makan bersama Bagas,” jelasnya.

Setelah selesai makan, Guspri dan Bagas kembali menuju teras depan rumah. Tak lama berselang, dua orang lainnya datang menghampiri mereka.

Salah satu dari keempat orang tersebut disebut mengenali Guspri. Keduanya kemudian diminta meninggalkan rumah karena waktu sudah larut malam.

Saat Guspri dan Bagas hendak masuk ke mobil untuk pulang, salah satu dari empat orang tersebut disebut merekam dirinya.

Namun, pada Kamis (27/8/2026), Guspri mengaku terkejut setelah muncul pemberitaan di salah satu media online yang menyebut dirinya digerebek warga di rumah seorang wanita bersuami lantaran bertamu hingga tengah malam.

“Tapi hari Kamis 27 Agustus 2026 muncul berita di media online tersebut yang menyatakan jika saya digerebek warga di rumah wanita bersuami, karena dianggap bertamu hingga tengah malam. Saya merasa difitnah dan dicemarkan nama baik saya. Melalui pengacara saya akan mensomasi media itu,” tegas Guspri.

Istri Pemilik Rumah Beri Kesaksian

Sementara itu, Gadiantara Permai juga memberikan keterangan yang pada pokoknya sama dengan penjelasan Guspri.

Ia menegaskan bahwa kedatangan Bagas dan Guspri ke rumahnya diketahui oleh suaminya. Menurutnya, ia telah memberitahukan kepada suami dan keluarganya mengenai kedatangan kedua orang tersebut.

“Kedatangan Bagas dan temannya (Guspri) itu diketahui suami saya kok, karena saya ngomong ke suami dan keluarga saya,” ungkapnya.

Gadiantara Permai mengatakan, ketika Bagas dan Guspri sedang makan, asisten rumah tangganya (ART) memberitahu bahwa ada sejumlah orang yang mencari pemilik mobil yang terparkir di depan rumah tetangganya.

Setelah pintu dibuka, dua orang datang dengan nada marah sambil menanyakan siapa tamu yang berada di dalam rumah. Mereka kemudian disebut berteriak dan meminta Bagas serta Guspri meninggalkan rumah.

Baca Juga :  Lamtim Resmi Terapkan Lokasi Pidana Kerja Sosial, Fokus pada Pembinaan Anak

“Setelah saya bukakan pintu, ada dua orang yang datang marah-marah sambil menanyakan siapa tamu saya. Lalu mereka berteriak mengusir Bagas dan temannya. Tak lama berselang datang dua orang lagi ke rumah saya,” paparnya.

Gadiantara Permai mengaku tidak mengenal keempat orang tersebut. Salah seorang di antaranya membawa kamera dan mengaku sebagai wartawan.

Menurutnya, keempat orang tersebut terus memaksa Bagas dan Guspri pergi sembari berteriak-teriak. Keributan tersebut bahkan membuat anaknya yang sedang tidur terbangun.

“Saya sempat tanya ke mereka berempat apakah mereka sudah izin pak RT untuk datang ke rumah saya. Salah satu di antara mereka bilang sedang di telepon. Mereka memaksa merekam situasi rumah saya tanpa seizin saya. Akibat kejadian itu anak saya sering terbangun saat sedang tertidur sambil menangis histeris,” ungkapnya.

Suami Sebut Keluarga Trauma

Terpisah, Sigit Kurniawan, suami Gadiantara Permai, melalui pesan WhatsApp, membenarkan bahwa sebelum kedatangan Bagas dan Guspri, istrinya telah memberitahukan mengenai kedatangan mereka.

Menurut Sigit, keduanya datang untuk mengecek bagian atap dapur belakang rumah yang rusak akibat adanya indikasi percobaan pencurian.

“Setelah itu istri saya mengabarkan lagi ada kejadian beberapa orang mendatangi rumah saya dan membuat kericuhan dan keributan yang menyebabkan ketakutan dan trauma pada anak dan keluarga saya,” tandasnya.

Ketua RT 15 RK 05B Perumahan Matric, Robi Sepri Jaya, ketika dikonfirmasi mengatakan dirinya tidak tahu soal ada penggerebekan tersebut. Karena mereka yang menggerebek itu tidak ada laporan dan tidak izin kepadanya.

“Saya dan warga disini saja tidak tahu kalau ada penggerebekan, tiba-tiba ada pemberitaan soal penggerebekan. Saya selaku RT juga merasa tersinggung atas tindakan orang-orang itu,” tandasnya. (*)

Berita Terkait

Tekab 308 Lampura Rayakan HUT ke-11, Perang terhadap Bandit Terus Digelorakan
Silaturahmi Jadi Langkah Awal AKBP Raswidiati Jaga Stabilitas Kamtibmas Lampura
Hadapi Ancaman Karhutla, Polres Lamtim Siagakan Personel dan Perkuat Sinergi Lintas Instansi
Polwan Pertama Pimpin Polres Lampura, AKBP Raswidiati Resmi Bertugas
Kapolsek Kedondong Jalin Silaturahmi ke Ponpes Ibnu Muhtaram Tanjung Kerta Way Khilau
Jebak Korban via MiChat, Komplotan Begal Bersenjata di Lampura Dibekuk Satreskrim
Lamtim Resmi Terapkan Lokasi Pidana Kerja Sosial, Fokus pada Pembinaan Anak
Viral! Guru Non-ASN Kota Metro Tagih Kepastian, Enam Bulan Dirumahkan Tanpa Surat
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:03 WIB

Merasa Difitnah, PNS Sekretariat DPRD Tubaba Siapkan Somasi dan Lapor Dewan Pers

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Tekab 308 Lampura Rayakan HUT ke-11, Perang terhadap Bandit Terus Digelorakan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Silaturahmi Jadi Langkah Awal AKBP Raswidiati Jaga Stabilitas Kamtibmas Lampura

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Hadapi Ancaman Karhutla, Polres Lamtim Siagakan Personel dan Perkuat Sinergi Lintas Instansi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:45 WIB

Polwan Pertama Pimpin Polres Lampura, AKBP Raswidiati Resmi Bertugas

Berita Terbaru