LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Kebakaran yang melanda Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H.M. Ryacudu Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Minggu (30/8/2026) malam, langsung menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura).
Sehari setelah peristiwa tersebut, Bupati Lampura Hamartoni Ahadis turun langsung meninjau lokasi kebakaran, Senin (31/8/2026).
Didampingi jajaran pemerintah daerah, Hamartoni melihat langsung kondisi bangunan yang terdampak sekaligus memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan.
Setibanya di RSUD H.M. Ryacudu, Bupati langsung menuju area yang terdampak kebakaran. Kedatangannya disambut Direktur RSUD H.M. Ryacudu, dr. Cholif Paku Alamsyah.
Dalam peninjauan tersebut, Hamartoni didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Intji Indriati, Kepala Dinas Kesehatan dr. Maya Natalia Manan, Kepala Dinas Kominfo Gunaido Uthama, serta Plt. Kasat Pol PP Khairul Anwar.
Saat peninjauan berlangsung, area yang menjadi titik kebakaran masih dipasangi garis polisi. Aparat kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap penyebab terjadinya kebakaran.
Hingga Senin, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Meski kebakaran sempat menimbulkan kepanikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Api berhasil dikendalikan setelah petugas gabungan mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit water cannon milik Polres Lampura.
Namun, keselamatan pasien menjadi perhatian utama ketika kobaran api terjadi. Sebanyak 12 pasien yang sedang menjalani perawatan di ruang ICU terpaksa dievakuasi sementara sebagai langkah antisipasi selama proses pemadaman berlangsung.
Informasi awal menyebutkan, api membakar salah satu ruangan yang digunakan untuk menyimpan peralatan medis. Kobaran api sempat membuat panik warga dan menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar rumah sakit.
Bupati Hamartoni menegaskan, penanganan pascakebakaran menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Evaluasi terhadap kondisi bangunan maupun fasilitas yang terdampak dinilai perlu segera dilakukan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terganggu.
“Yang paling utama adalah keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Penanganan pascakebakaran harus dilakukan dengan cepat dan terukur,” tegas Bupati saat meninjau lokasi.
Pemerintah daerah bersama manajemen RSUD H.M. Ryacudu juga diminta memastikan seluruh pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, sembari menunggu hasil penyelidikan kepolisian terkait penyebab kebakaran.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius karena RSUD H.M. Ryacudu merupakan salah satu fasilitas kesehatan utama bagi masyarakat Lampura.
Karena itu, selain penanganan terhadap kerusakan akibat kebakaran, keberlangsungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat menjadi hal yang tidak kalah penting. (*)
















