Pendamping Sosial Apresiasi dan Dukung GERCEP Kecamatan Tegineneng

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Pesawaran – Amri Wibowo, M.Pd., selaku Pendamping Sosial, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap inovasi GERCEP yang dikembangkan oleh Pemerintah Kecamatan Tegineneng.

Menurutnya, GERCEP merupakan langkah positif dalam memperkuat sistem pelayanan sosial, khususnya dalam memastikan informasi mengenai kondisi warga rentan dapat diterima, diverifikasi, dikoordinasikan, dan ditindaklanjuti secara lebih cepat.

Sebagai pendamping sosial yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, Amri menilai bahwa persoalan sosial di lapangan sering kali membutuhkan respons yang cepat dan melibatkan lebih dari satu pihak.

Karena itu, diperlukan mekanisme koordinasi yang mampu menghubungkan informasi dari masyarakat dengan pemerintah desa, kecamatan, tenaga kesejahteraan sosial, fasilitas kesehatan, serta perangkat daerah sesuai dengan jenis permasalahan yang dihadapi.

“Kami sangat mendukung GERCEP karena inovasi ini menjawab kebutuhan yang memang ada di lapangan. Banyak persoalan sosial yang membutuhkan respons cepat. Ketika informasi mengenai warga yang membutuhkan pertolongan dapat segera diterima, diverifikasi, kemudian dikoordinasikan kepada pihak yang tepat, maka peluang untuk memberikan penanganan yang lebih cepat dan sesuai kebutuhan akan semakin besar,” ujar Amri.

Ia menegaskan bahwa pendamping sosial siap menjadi bagian dari jejaring koordinasi GERCEP, terutama dalam memberikan informasi dan pendampingan berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan.

Menurut Amri, pendamping sosial memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk keluarga yang menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi.

Kondisi tersebut memungkinkan pendamping untuk membantu mengidentifikasi persoalan sejak awal serta menyampaikan informasi kepada pihak terkait agar tidak terjadi keterlambatan dalam penanganan.

Baca Juga :  Prabowo Resmikan Program PLTS 100 GWp, Target Rampung Dua Tahun

“Pendamping sosial bukan hanya mendampingi dalam pelaksanaan program, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu mengidentifikasi kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian. Ketika kita menemukan lansia yang terlantar, penyandang disabilitas yang membutuhkan layanan, keluarga dengan persoalan sosial yang berat, anak yang berisiko putus sekolah, maupun kondisi kedaruratan lainnya, informasi tersebut harus segera dikoordinasikan,” jelasnya.

Amri juga menilai bahwa salah satu kekuatan GERCEP terletak pada adanya pencatatan dan pemantauan terhadap laporan.

Menurutnya, sistem tersebut penting agar setiap laporan memiliki kejelasan mengenai siapa yang melaporkan, kondisi yang ditemukan, tingkat urgensi, pihak yang menangani, serta perkembangan tindak lanjutnya.

“Yang kami harapkan bukan hanya cepat menerima laporan, tetapi juga memastikan laporan tersebut memiliki tindak lanjut yang jelas. Dengan adanya database dan dashboard pemantauan, perkembangan setiap laporan dapat diketahui. Ini penting supaya tidak ada persoalan masyarakat yang hanya berhenti sebagai informasi tanpa ada kejelasan penanganan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penanganan warga rentan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pendamping sosial tidak dapat bekerja sendiri, demikian pula pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa. Setiap pihak memiliki tugas, fungsi, sumber daya, dan kewenangan masing-masing yang perlu disinergikan.

“Persoalan sosial itu kompleks dan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Pemerintah desa memiliki peran di tingkat masyarakat, kecamatan menjadi penghubung koordinasi, pendamping sosial melakukan pendampingan, tenaga kesehatan menangani aspek kesehatan, dan perangkat daerah memberikan intervensi sesuai kewenangannya. GERCEP dapat menjadi ruang untuk mempertemukan semua unsur tersebut agar respons terhadap masyarakat menjadi lebih terarah,” ungkap Amri.

Baca Juga :  Lampung Rawan Sertifikat Ganda, ATR/BPN Siapkan Langkah Antisipasi

Lebih lanjut, Amri berharap GERCEP tidak hanya menjadi inovasi pada tahap awal, tetapi dapat berkembang menjadi mekanisme pelayanan sosial yang berkelanjutan di Kecamatan Tegineneng.

Menurutnya, keberhasilan GERCEP nantinya tidak hanya dapat diukur dari banyaknya laporan yang diterima, tetapi juga dari seberapa cepat laporan diverifikasi, seberapa tepat pihak yang dilibatkan, serta sejauh mana masyarakat mendapatkan tindak lanjut atas persoalan yang mereka hadapi.

“Harapannya GERCEP bukan hanya menjadi sistem pelaporan, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan tidak terlewat dari perhatian pemerintah. Kecepatan harus diikuti ketepatan, koordinasi harus diikuti tindak lanjut, dan setiap penanganan harus dapat dipantau hasilnya,” tegasnya.

Amri menilai penerapan GERCEP di Desa Trimulyo dan Desa Sinarjati sebagai langkah awal yang penting untuk melihat efektivitas sistem di lapangan.

Evaluasi dari pelaksanaan pilot project tersebut diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan sebelum GERCEP dikembangkan lebih luas.

“Kami siap mendukung dan berkolaborasi dalam pelaksanaan GERCEP. Semakin kuat koordinasi di tingkat bawah, semakin besar peluang kita untuk mendeteksi persoalan sosial lebih awal dan memberikan pelayanan yang lebih cepat kepada masyarakat. Prinsipnya adalah bagaimana kita bersama-sama memastikan warga yang membutuhkan benar-benar mendapatkan perhatian dan pelayanan,” pungkas Amri Wibowo, M.Pd. (*)

Berita Terkait

Sinyal Terakhir 5 Jurnalis, 2 ABK dan 1 Pemandu yang Hilang di Selat Sunda Terdeteksi di Pulau Sebesi
98 Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB di Lampung Berganti, Ini Daftar Lengkapnya
Pemkab Lampura Buka Seleksi 11 JPTP, Berikut Jadwal dan Syaratnya
Pemkab Tubaba Sosialisasikan Perubahan Siltap Kepalo Tiyuh, Ini Besaran Terbarunya
Sekda Tubaba Ingatkan Usulan Hibah Harus Terverifikasi dan Tepat Sasaran
Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Tubaba Konsultasi Sarpras ke BNPB
Estafet Kepemimpinan Bergulir, Deswanto Resmi Jabat Plt Camat Pagar Dewa
Pipa JDU 900 Milimeter Rusak, Distribusi Air PDAM Bandar Lampung Terganggu
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 08:11 WIB

Sinyal Terakhir 5 Jurnalis, 2 ABK dan 1 Pemandu yang Hilang di Selat Sunda Terdeteksi di Pulau Sebesi

Sabtu, 12 September 2026 - 11:48 WIB

98 Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB di Lampung Berganti, Ini Daftar Lengkapnya

Sabtu, 12 September 2026 - 10:21 WIB

Pemkab Lampura Buka Seleksi 11 JPTP, Berikut Jadwal dan Syaratnya

Jumat, 11 September 2026 - 21:10 WIB

Pemkab Tubaba Sosialisasikan Perubahan Siltap Kepalo Tiyuh, Ini Besaran Terbarunya

Jumat, 11 September 2026 - 20:55 WIB

Sekda Tubaba Ingatkan Usulan Hibah Harus Terverifikasi dan Tepat Sasaran

Berita Terbaru

LC TV Story

Suahasail Nazara Gantikan Purbaya sebagai Menteri Keuangan

Senin, 14 Sep 2026 - 18:37 WIB