Orgen Tunggal hingga Malam Disorot, PC IMM Lampura Desak Polisi Bertindak dan Minta Bupati Bentuk Perda

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PC IMM Lampura, M. Alfansa Yusup.

Ketua Umum PC IMM Lampura, M. Alfansa Yusup.

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Lampung Utara (Lampura) mengecam keras penyelenggaraan hiburan orgen tunggal hingga malam hari. Kegiatan tersebut dinilai berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat sekaligus membuka ruang munculnya berbagai persoalan keamanan dan ketertiban.

Ketua Umum PC IMM Lampura, M. Alfansa Yusup, menegaskan bahwa setiap kegiatan hiburan di tengah masyarakat harus tetap memperhatikan keamanan, kenyamanan, ketertiban, serta norma sosial yang berlaku.

“Kami mengecam keras hiburan orgen tunggal yang dilaksanakan hingga malam hari apabila telah mengganggu ketenteraman dan kenyamanan masyarakat. Hiburan jangan sampai justru menjadi sumber keresahan dan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan,” ujar Alfansa.

Menurutnya, hiburan malam yang tidak terkendali berpotensi menjadi celah munculnya gangguan keamanan hingga tindak kriminalitas. Sejumlah persoalan seperti keributan, penyalahgunaan narkoba, maupun tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) harus diantisipasi sejak dini.

“Dampak dari hiburan malam tidak boleh dipandang sebelah mata. Kita khawatir muncul berbagai tindak kriminalitas, termasuk Curat dan tindak pidana lainnya. Bahkan, dalam situasi tertentu, konflik atau tindak kekerasan yang berawal dari kegiatan hiburan dapat sampai memakan korban jiwa. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak awal,” tegasnya.

Baca Juga :  Motif Diduga untuk Judol dan Narkoba, Dua Pelaku Curas Tega Habisi Nyawa Wanita Lanjut Usia di Kotabumi Utara

Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap Polres Lampura yang sebelumnya menegaskan bahwa hiburan orgen tunggal hanya diperbolehkan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB. Ketentuan tersebut mengacu pada Surat Edaran Bupati Lampura Nomor 300/99/40-LU/2023 tentang izin keramaian.

Atas dasar itu, PC IMM meminta Polres Lampura, khususnya Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan hukum terhadap penyelenggara atau pelaku orgen tunggal yang tetap menggelar kegiatan hingga malam hari meski telah diberikan imbauan.

“Kami meminta Polres Lampura, khususnya Satreskrim, untuk tidak ragu mengambil tindakan sesuai hukum terhadap pihak yang sudah diberikan imbauan tetapi tetap melanggar. Jangan sampai ada pembiaran yang kemudian berujung pada gangguan kamtibmas atau tindak pidana,” kata Alfansa.

Tak hanya kepada aparat kepolisian, PC IMM juga mendesak Bupati Lampura mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) yang secara khusus mengatur penyelenggaraan hiburan masyarakat, termasuk hiburan malam dan orgen tunggal.

Alfansa menilai regulasi yang lebih jelas diperlukan agar terdapat kepastian mengenai batas waktu penyelenggaraan, perizinan, mekanisme pengawasan, hingga sanksi bagi pihak yang melanggar.

Baca Juga :  Target Berubah Lagi, DPRD Lampura Bakal Panggil Pengembang Pasar Dekon

“Kami mendesak Bupati Lampura untuk mendorong pembentukan Perda yang secara khusus mengatur persoalan hiburan malam. Jangan sampai persoalan ini terus berulang hanya karena belum adanya regulasi daerah yang lebih komprehensif. Perda harus mengatur secara jelas mengenai izin, batas waktu, pengawasan, serta sanksi, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat, ketertiban umum, dan ketentuan hukum yang lebih tinggi,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penegakan aturan secara objektif dan tidak tebang pilih. Pemerintah daerah, kepolisian, serta masyarakat dinilai perlu memperkuat koordinasi agar potensi gangguan keamanan dan ketertiban dapat dicegah.

“Kami ingin Lampura menjadi daerah yang aman, tertib, dan kondusif. Jangan sampai kepentingan hiburan segelintir pihak mengorbankan keamanan dan kenyamanan masyarakat luas,” pungkas Alfansa.

PC IMM Lampura menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut serta mendorong pemerintah daerah dan aparat penegak hukum mengambil langkah preventif maupun penegakan hukum terhadap setiap pelanggaran yang terbukti terjadi. (*)

Berita Terkait

Masker Mulai Diburu Warga Lampura Usai Hujan Abu Vulkanik
Debu Vulkanik GAK Menyebar, Sekolah di Lampura Beralih ke Pembelajaran Online
Target Berubah Lagi, DPRD Lampura Bakal Panggil Pengembang Pasar Dekon
Sempat Dilanda Kebakaran, Pelayanan Pasien RSUD Ryacudu Kotabumi Kembali Normal
Musyda Fokal IMM Lampura, Suwardi Kembali Terpilih Jadi Ketua Periode 2026-2031
HUT ke-81 RI, Hamartoni Ajak Warga Lampura Perkuat Persatuan dan Dorong Kesejahteraan
FPP UMKO Kenalkan Tepung Mocaf, Dorong Masyarakat Kalibening Raya Manfaatkan Pangan Lokal
Ratusan Pelajar Adu Disiplin dan Kekompakan di Lomba PBB HUT RI ke-81 Lampura
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:14 WIB

Masker Mulai Diburu Warga Lampura Usai Hujan Abu Vulkanik

Senin, 7 September 2026 - 08:47 WIB

Debu Vulkanik GAK Menyebar, Sekolah di Lampura Beralih ke Pembelajaran Online

Selasa, 1 September 2026 - 10:15 WIB

Target Berubah Lagi, DPRD Lampura Bakal Panggil Pengembang Pasar Dekon

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:45 WIB

Sempat Dilanda Kebakaran, Pelayanan Pasien RSUD Ryacudu Kotabumi Kembali Normal

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Musyda Fokal IMM Lampura, Suwardi Kembali Terpilih Jadi Ketua Periode 2026-2031

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi hasil AI.

LAMPUNG UTARA

Masker Mulai Diburu Warga Lampura Usai Hujan Abu Vulkanik

Senin, 7 Sep 2026 - 16:14 WIB