Petani Kopi Gunung Katon Didorong Hasilkan Produk Bernilai Tinggi Lewat Pengelolaan Pascapanen

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan PKM FPP UMKO di Desa Gunung Katon, Kecamatan Tanjungraja, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan PKM FPP UMKO di Desa Gunung Katon, Kecamatan Tanjungraja, Kamis (6/8/2026).

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) terus mendorong peningkatan kesejahteraan petani kopi melalui pengelolaan hasil panen yang bernilai tambah. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Gunung Katon, Kecamatan Tanjungraja, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Kamis (6/8/2026), dengan mengusung tema “Pengelolaan Pascapanen Kopi Berbasis Nilai Tambah.”

Kegiatan yang berlangsung di kediaman salah seorang warga itu diikuti puluhan petani kopi. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai teknik pengelolaan pascapanen yang mampu meningkatkan kualitas sekaligus nilai jual kopi di pasaran.

Dosen Program Studi Agribisnis FPP UMKO, Yuni Elmita Sari, S.P., M.Si, menjelaskan bahwa penerapan pengelolaan hasil panen berbasis nilai tambah menjadi salah satu kunci agar petani memperoleh harga yang lebih menguntungkan.

Menurutnya, nilai tambah diperoleh dari kualitas hasil panen yang memenuhi standar pasar, mulai dari tingkat kebersihan, kadar kekeringan, proses penyortiran biji, hingga pengolahan limbah kopi yang masih memiliki nilai ekonomi.

“Mulai dari proses panen saja, petani harus memetik buah kopi yang sudah berwarna merah. Kemudian dilanjutkan dengan proses pengeringan, penyortiran biji, hingga pemisahan kulit kopi yang selanjutnya dikumpulkan. Semua tahapan itu memiliki nilai dan harga masing-masing sesuai kualitas kopi yang dihasilkan. Harga kopi yang dipetik saat buah merah tentu berbeda dengan kopi yang masih hijau karena sangat memengaruhi kualitas hasil panen,” jelas Yuni.

Baca Juga :  UMKO Wisuda ke-VIII, Tiga dari 140 Lulusan Raih Predikat Wisudawan Teladan dan Segera Miliki Dua Profesor

Selain teknik pascapanen, Yuni juga menekankan pentingnya peran kelompok tani maupun kelompok wanita tani dalam membuka akses pasar serta mengembangkan produk kopi lokal.

Menurutnya, kelembagaan petani menjadi sarana penting untuk memperkuat posisi tawar petani sekaligus mendorong lahirnya inovasi produk. Salah satunya melalui pengembangan kopi bubuk lokal dengan merek khas Desa Gunung Katon.

“Kelompok wanita tani misalnya dapat membuat merek kopi bubuk lokal yang memiliki ciri khas. Produk dikemas dengan baik, diberi label, kemudian dipasarkan, baik di tingkat lokal maupun regional. Hal itu tentu akan menjadi nilai tambah bagi produk kopi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim PKM, Yansen Atik, S.E., M.Si, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan, pelatihan, dan edukasi.

Baca Juga :  Meski Ada Pemotongan Anggaran, Kualitas Makanan Program MBG di Lampura Dijamin Tetap Terjaga

“Ini merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan membangun pola pikir serta menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat terhadap berbagai persoalan yang dihadapi,” kata Yansen.

Perwakilan petani kopi Desa Gunung Katon, Lirih Rahmawati, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang digelar FPP UMKO. Ia menilai materi yang diberikan sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman petani mengenai pentingnya kualitas dalam menentukan harga jual kopi.

“Acara ini sangat baik karena menambah pengetahuan dan wawasan kami tentang bagaimana meningkatkan harga kopi melalui kualitas dan pengelolaan hasil panen yang lebih baik. Terima kasih kepada FPP UMKO yang telah datang dan berbagi ilmu kepada kami sebagai petani kopi,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pamong Desa Gunung Katon, tim dosen FPP UMKO, di antaranya Zakiatun Nufus, S.E., M.E., serta mahasiswa Program Studi Agribisnis yang ikut mendukung pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. (*)

Berita Terkait

Ringankan Beban Keluarga Korban Kebakaran, Pemkab Lampura Salurkan Santunan Kematian
FPP UMKO Latih Peternak Buat Konsentrat, Solusi Pakan Sehat di Tengah Musim Kemarau
Sukses Jadi Tuan Rumah, Abung Selatan Puncaki MTQ ke-45 Lampura
Bangkitkan Tradisi Qurani dan Kejar Prestasi, MTQ ke-45 Tingkat Kabupaten Lampura Kembali Bergema
Final Piala Dunia 2026, Lampura Gelar Nobar Serentak di Tiga Lokasi: Ada Kuis Berhadiah hingga Lomba Gaple
Meski Ada Pemotongan Anggaran, Kualitas Makanan Program MBG di Lampura Dijamin Tetap Terjaga
PEKSIMIDA 2026 Cabang Monolog Digelar di UMKO: Unila Juara, UMKO Raih Prestasi Membanggakan
Pelantikan DDII Lampura Jadi Momentum Perkuat Konsolidasi Dakwah dan Kemitraan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Petani Kopi Gunung Katon Didorong Hasilkan Produk Bernilai Tinggi Lewat Pengelolaan Pascapanen

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Ringankan Beban Keluarga Korban Kebakaran, Pemkab Lampura Salurkan Santunan Kematian

Senin, 27 Juli 2026 - 19:08 WIB

FPP UMKO Latih Peternak Buat Konsentrat, Solusi Pakan Sehat di Tengah Musim Kemarau

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:25 WIB

Sukses Jadi Tuan Rumah, Abung Selatan Puncaki MTQ ke-45 Lampura

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:42 WIB

Bangkitkan Tradisi Qurani dan Kejar Prestasi, MTQ ke-45 Tingkat Kabupaten Lampura Kembali Bergema

Berita Terbaru