Kemenperin Dorong Hilirisasi Singkong di Lamtim, UMKM Disiapkan Tembus Pasar Ekspor

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LampungCorner.com, SUKADANA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur (Lamtim) bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI terus memperkuat hilirisasi komoditas singkong melalui Seminar dan Pendampingan Teknis Produksi serta Sistem Keamanan Pangan Produk Olahan Singkong yang digelar di Aula Rumah Dinas Bupati Lamtim, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk olahan singkong hasil usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga mampu menembus pasar nasional bahkan ekspor.

Seminar ini dihadiri Wakil Menteri (Wamen) Perindustrian RI Faisol Riza, Bupati Lamtim Ela Siti Nuryamah, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita, Sekretaris Ditjen IKMA Yedi Sabaryadi, Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan Afrizal Haris.

Lalu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung Mohammad Zimmi Skil, Sekretaris Daerah Lamtim, para staf ahli, asisten, kepala OPD, pelaku UMKM, petani singkong, serta tamu undangan lainnya.

Dalam laporannya, Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menjelaskan bahwa seminar dan bimbingan teknis tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku industri kecil dan menengah (IKM) mengenai proses produksi yang baik sekaligus penerapan standar keamanan pangan.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman, wawasan, dan bimbingan teknis sesuai standar keamanan pangan kepada pelaku IKM dalam rangka mendukung penguatan hilirisasi industri berbasis komoditas singkong di Provinsi Lampung,” ujar Reni.

Ia menjelaskan, kegiatan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama berupa seminar yang diikuti perwakilan IKM olahan singkong dan kelompok tani, sedangkan tahap kedua merupakan bimbingan teknis khusus bagi 30 peserta mengenai proses produksi yang memenuhi standar keamanan pangan sebagai bagian dari persiapan sertifikasi produk.

Selain memperoleh materi dari narasumber Kemenperin dan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, peserta juga mendapatkan fasilitas pelatihan, perlengkapan belajar, transportasi, hingga pendampingan lanjutan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamtim.

Baca Juga :  Wagub Jihan Nurlela Terima Kunjungan Kerja Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung

Sementara itu, Bupati Lamtim Ela Siti Nuryamah menyampaikan apresiasi kepada Kemenperin yang telah memilih Lamtim sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, hilirisasi menjadi harapan besar bagi daerah yang selama ini bertumpu pada sektor pertanian.

Ela menyebut Lamtim merupakan salah satu daerah dengan potensi pertanian terbesar di Provinsi Lampung. Selain dikenal sebagai lumbung padi, daerah ini juga menjadi penghasil jagung terbesar dan produsen singkong terbesar kedua di Provinsi Lampung.

“Hilirisasi menjadi harapan kami agar komoditas unggulan Lamtim memiliki nilai tambah. Kami membuka peluang investasi untuk mengembangkan industri pengolahan hasil pertanian sehingga kesejahteraan petani dan pelaku UMKM semakin meningkat,” kata Ela.

Ia juga menyinggung kondisi harga singkong yang sempat terpuruk di kisaran Rp500 hingga Rp700 per kilogram di tingkat petani. Namun, berkat sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Lampung, dan berbagai pihak, harga singkong kini mulai menunjukkan tren perbaikan.

Ela berharap berbagai produk olahan singkong seperti mocaf, keripik, tepung, hingga produk pangan lainnya dapat masuk ke dalam katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), sehingga memiliki kepastian pasar.

“Kami berharap produk UMKM berbahan baku singkong bisa masuk ke sistem pengadaan pemerintah agar tercipta supply dan demand yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wamen Perindustrian Faisol Riza menegaskan bahwa singkong kini bukan lagi sekadar bahan pangan tradisional, melainkan telah berkembang menjadi komoditas strategis bagi berbagai sektor industri.

Menurutnya, pati singkong saat ini dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kertas, tekstil, farmasi, hingga plastik ramah lingkungan berbasis biomaterial. Bahkan, komoditas tersebut juga memiliki potensi besar sebagai bahan baku energi dan berbagai material industri modern.

Baca Juga :  Wagub Jihan Jadi Narasumber Talkshow Gapembi, Program MBG Instrumen Penting Cetak SDM Unggul

“Jangan salah melihat singkong. Singkong bukan hanya untuk makanan, tetapi menjadi bahan baku berbagai industri, mulai dari kertas, tekstil, farmasi hingga plastik ramah lingkungan. Nilai ekonominya sangat besar jika diolah,” tegas Faisol.

Ia mengungkapkan, kebutuhan industri terhadap produk turunan singkong masih sangat tinggi. Namun, produksi tapioka nasional baru mampu memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan dalam negeri, sedangkan sisanya masih harus dipenuhi melalui impor.

Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan hilirisasi agar daerah penghasil singkong seperti Lamtim tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk olahan bernilai tambah tinggi.

Faisol juga memaparkan besarnya potensi pertanian Lamtim yang memiliki produksi singkong sekitar 1,3 juta ton per tahun, padi sekitar 519 ribu ton, kakao sekitar 3.400 ton, serta berbagai komoditas unggulan lainnya seperti kopi, kelapa, kelapa sawit, dan lada hitam.

Untuk meningkatkan daya saing produk UMKM, Kementerian Perindustrian mendorong penerapan standar mutu seperti Good Manufacturing Practices (GMP), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), serta sertifikasi halal.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan program restrukturisasi mesin dan peralatan produksi melalui subsidi potongan harga hingga 40 persen guna mempercepat modernisasi industri kecil dan menengah.

“Saya percaya di bawah kepemimpinan Ibu Bupati beserta jajarannya, Lamtim mampu bertransformasi dari daerah penghasil komoditas mentah menjadi kawasan sentra industri olahan pangan yang berdaya saing tinggi, bahkan mampu menembus pasar ekspor,” pungkas Faisol. (*)

Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

Komisi V DPRD Lampung Tampung Keluhan Guru PPPK Soal Penugasan Jauh
Target Tanam Padi Lampura Naik Drastis, Kemarau dan Perbaikan Irigasi Jadi Tantangan
Lampung Berpeluang Jadi Pusat Hilirisasi Singkong, Kemenperin Siapkan Balai Diklat Industri
Pemprov Lampung Gandeng PTPN, Dorong Pengembangan Bioetanol
Singkong Lampung Digenjot, DPRD Dorong Bibit Unggul
Lamtim Resmi Terapkan Lokasi Pidana Kerja Sosial, Fokus pada Pembinaan Anak
Viral! Guru Non-ASN Kota Metro Tagih Kepastian, Enam Bulan Dirumahkan Tanpa Surat
Petani di Lamtim Curhat Soal Harga Singkong hingga Jalan Rusak, Wapres Gibran Siapkan Solusi
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:46 WIB

Komisi V DPRD Lampung Tampung Keluhan Guru PPPK Soal Penugasan Jauh

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:45 WIB

Target Tanam Padi Lampura Naik Drastis, Kemarau dan Perbaikan Irigasi Jadi Tantangan

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:40 WIB

Lampung Berpeluang Jadi Pusat Hilirisasi Singkong, Kemenperin Siapkan Balai Diklat Industri

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:15 WIB

Pemprov Lampung Gandeng PTPN, Dorong Pengembangan Bioetanol

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:10 WIB

Singkong Lampung Digenjot, DPRD Dorong Bibit Unggul

Berita Terbaru

Info Parlemen

Setelah Pandangan Fraksi, DPRD Lampung Lanjutkan Paripurna Senin

Jumat, 17 Jul 2026 - 19:58 WIB