Target Tanam Padi Lampura Naik Drastis, Kemarau dan Perbaikan Irigasi Jadi Tantangan

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lampura, Tomi Suciadi.

Kadis Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lampura, Tomi Suciadi.

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura) menghadapi tantangan besar dalam mengejar target luas tanam padi pada Juli 2026. Target yang ditetapkan pemerintah pusat melonjak signifikan menjadi 3.038 hektare, naik drastis dibandingkan target Juni yang hanya sekitar 2.100 hektare.

Di tengah ambisi memperkuat ketahanan pangan nasional, kondisi alam dan infrastruktur menjadi hambatan utama. Musim kemarau yang menyebabkan debit air menurun, ditambah rehabilitasi jaringan irigasi, membuat percepatan musim tanam tidak berjalan sesuai harapan.

Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lampura, Tomi Suciadi, mengatakan pemerintah daerah tetap berkomitmen mengejar target yang diberikan Kementerian Pertanian meski situasi di lapangan tidak sepenuhnya mendukung.

“Target bulan Juli mencapai 3.038 hektare. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding bulan Juni yang sekitar 2.100 hektare,” ujar Tomi, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, pada Juni lalu realisasi luas tanam mampu mencapai 86 persen dari target yang ditetapkan pemerintah pusat. Capaian tersebut dinilai cukup baik mengingat berbagai kendala yang dihadapi para petani.

Namun, tantangan pada Juli jauh lebih berat. Selain memasuki puncak musim kemarau, rehabilitasi jaringan irigasi yang tengah berlangsung turut memengaruhi ketersediaan air untuk lahan pertanian.

Baca Juga :  Lampung Rawan Sertifikat Ganda, ATR/BPN Siapkan Langkah Antisipasi

Menurut Tomi, saluran yang sedang diperbaiki merupakan jaringan irigasi utama yang selama ini menyuplai kebutuhan air bagi lebih dari 2.000 hektare sawah beririgasi teknis di Lampura. Akibatnya, banyak petani memilih menunda masa tanam hingga distribusi air kembali normal.

“Kondisi ini tentu memengaruhi percepatan tanam. Banyak lahan yang belum bisa diolah karena pasokan air belum mencukupi,” katanya.

Hingga pertengahan Juli, realisasi luas tanam baru mencapai sekitar 334 hektare atau 11 persen dari target 3.038 hektare.

Meski demikian, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura terus melakukan berbagai upaya percepatan bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani, serta pemerintah kecamatan.

Salah satunya dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber air alternatif dan mengatur pola tanam di wilayah yang masih memiliki ketersediaan air, termasuk penggunaan pompa air pada areal persawahan tadah hujan.

Koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan instansi terkait juga terus diperkuat agar rehabilitasi jaringan irigasi dapat selesai sesuai jadwal sehingga pasokan air ke areal persawahan segera kembali normal.

Baca Juga :  Peluang Besar Bioetanol, DPRD Minta Pemprov Lampung Siapkan Kawasan Industri Bioenergi

Tomi menegaskan, upaya mewujudkan swasembada pangan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mengoptimalkan seluruh potensi lahan yang tersedia meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

“Kami tetap berusaha semaksimal mungkin. Mudah-mudahan setelah perbaikan irigasi selesai dan kondisi air membaik, percepatan tanam bisa dilakukan sehingga capaian target tidak terpaut terlalu jauh,” ujarnya.

Peningkatan target tanam tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah pusat untuk menjaga produksi beras nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Namun, di tingkat daerah, keberhasilan mencapai target sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, ketersediaan air, serta kesiapan infrastruktur pertanian.

Dengan kombinasi musim kemarau dan terganggunya pasokan air akibat rehabilitasi jaringan irigasi, Lampura kini berpacu dengan waktu untuk memenuhi target tanam padi seluas 3.038 hektare pada Juli ini.

Pemerintah daerah berharap kendala tersebut hanya bersifat sementara sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga pada musim tanam berikutnya. (*)

Berita Terkait

Bupati Novriwan Jaya dan DPRD Tubaba Sepakati KUA-PPAS APBD 2027, Perkuat Sinergi Pembangunan
Lapak BSI Resmi Hadir di Pasar Mulya Asri, Pemkab Tubaba Dorong Akses Pembiayaan dan Ekonomi Kerakyatan
Pemkab Tubaba dan BPN Perkuat Sinergi, Tata Kelola Pertanahan Didorong Makin Transparan
Pemkab Tubaba Gelar Gerakan Penetrasi Pasar, Jaga Stabilitas Harga dan Kendalikan Inflasi
Pemkab Tubaba Matangkan Program SINITA, Ditargetkan Mulai Agustus 2026
Sekda Rustam Effendi Lantik 43 Pejabat, Berikut Daftar Nama-namanya
Pendapatan APBD Perubahan Lampung 2026 Turun Rp19,6 Miliar
MTsN 2 Pesawaran Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional 2026
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Bupati Novriwan Jaya dan DPRD Tubaba Sepakati KUA-PPAS APBD 2027, Perkuat Sinergi Pembangunan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Lapak BSI Resmi Hadir di Pasar Mulya Asri, Pemkab Tubaba Dorong Akses Pembiayaan dan Ekonomi Kerakyatan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Pemkab Tubaba Gelar Gerakan Penetrasi Pasar, Jaga Stabilitas Harga dan Kendalikan Inflasi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:17 WIB

Pemkab Tubaba Matangkan Program SINITA, Ditargetkan Mulai Agustus 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Sekda Rustam Effendi Lantik 43 Pejabat, Berikut Daftar Nama-namanya

Berita Terbaru

TULANGBAWANG BARAT

Ratusan Pelajar Tubaba Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Gerak Jalan

Kamis, 13 Agu 2026 - 15:21 WIB