Lobi Pemkab Lampura Berbuah Manis, RSUD Ryacudu Dapat Alkes Rp42 Miliar dan Dana Pengembangan Rp49 Miliar

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSUD H.M. Ryacudu, dr. Cholif Paku Alamsyah.

Direktur RSUD H.M. Ryacudu, dr. Cholif Paku Alamsyah.

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Upaya intensif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura) bersama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H.M. Ryacudu Kotabumi dalam menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat membuahkan hasil menggembirakan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengucurkan bantuan alat kesehatan (alkes) senilai Rp42 miliar serta mengalokasikan anggaran Rp49 miliar untuk pengembangan fisik rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Direktur RSUD H.M. Ryacudu, dr. Cholif Paku Alamsyah, mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil dari serangkaian koordinasi yang dilakukan Bupati Hamartoni, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampura, dan manajemen RSUD Ryacudu dengan Kemenkes. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Kami beberapa kali melakukan koordinasi ke Kemenkes untuk meyakinkan bahwa RSUD Ryacudu memiliki potensi besar menjadi rumah sakit rujukan. Alhamdulillah, upaya itu membuahkan hasil berupa bantuan alkes senilai Rp42 miliar dan dukungan anggaran Rp49 miliar untuk pengembangan rumah sakit,” ujar dr. Cholif, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan, bantuan alkes yang diterima mencakup berbagai peralatan medis modern, seperti alat mamografi untuk deteksi dini kanker payudara, peralatan rekam jantung, pemeriksaan saraf, layanan urologi, hingga fasilitas penunjang kesehatan ibu dan anak.

Baca Juga :  Dinsos Turun Langsung, Pastikan Pendampingan dan Bantuan untuk Balita Lahir Tanpa Anus

Meski demikian, alat mamografi belum dapat dioperasikan dalam waktu dekat. Menurutnya, pengoperasian alat tersebut masih menunggu kepastian skema pembiayaan layanan serta kesiapan sumber daya manusia yang harus mengikuti pelatihan khusus.

“Alatnya sudah tersedia, tetapi penggunaannya harus didukung tenaga medis yang kompeten dan mekanisme pembiayaan yang jelas agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” jelasnya.

Selain memperkuat fasilitas medis, RSUD Ryacudu juga terus meningkatkan mutu pelayanan. Hal itu tercermin dari meningkatnya jumlah kunjungan pasien, baik rawat jalan maupun rawat inap, dalam beberapa bulan terakhir.

Seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan, manajemen rumah sakit juga merencanakan penambahan kapasitas tempat tidur pasien dari 130 menjadi 200 unit.

“Kami ingin RSUD Ryacudu berkembang menjadi rumah sakit rujukan regional yang mampu melayani masyarakat dari Lampura maupun kabupaten sekitar seperti Way Kanan, Lampung Barat, dan Tulang Bawang Barat. Posisi geografis Lampura sangat strategis sebagai daerah penyangga,” katanya.

Baca Juga :  Penanggulangan TBC Jadi Prioritas, Wagub Jihan Minta RAD Segera Dituntaskan

Di sisi lain, Kemenkes juga telah mengalokasikan anggaran pembangunan fisik sebesar Rp49 miliar dari total usulan Rp98 miliar yang diajukan RSUD Ryacudu.

Pembangunan tersebut dijadwalkan mulai direalisasikan pada 2027 setelah seluruh tahapan administrasi dan pelaksanaan selesai. Gedung pengembangan akan dibangun di belakang gedung utama dengan rencana konstruksi hingga enam lantai.

“Kami berharap dukungan anggaran dapat terus bertambah sesuai perkembangan ke depan sehingga cita-cita menjadikan RSUD Ryacudu sebagai rumah sakit kebanggaan masyarakat Lampura dapat terwujud,” ungkapnya.

Di bidang kinerja keuangan, dr. Cholif juga optimistis target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dibebankan kepada RSUD Ryacudu dapat tercapai, bahkan berpeluang melampaui target.

“Tahun 2026 kami ditargetkan menyumbang PAD sebesar Rp10 miliar. Hingga April realisasinya sudah lebih dari Rp5 miliar. Dengan tren pelayanan yang terus meningkat, kami optimistis target tersebut bisa tercapai, bahkan melampauinya,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Wagub Jihan Pimpin Rakor Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Kabupaten Lampung Selatan
Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat
Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi dan Antisipasi Dampak El Nino terhadap Sektor Pertanian
Penanggulangan TBC Jadi Prioritas, Wagub Jihan Minta RAD Segera Dituntaskan
Rakor Tim Percepatan TP2TBC Kabupaten Pesawaran, Wagub Jihan Dorong Tangani TBC secara Masif
Didampingi Bupati Tanggamus, Pangdam XXI/Raden Inten Bagikan Alkes dan Sembako kepada Masyarakat
Wagub Jihan Tinjau Rumah Penyintas TBC, Dorong Renovasi Program BSPS Wujudkan Hunian Layak Sehat
Benahi Pelayanan Kesehatan, Bupati Hamartoni Usulkan Ambulans dan Puskesmas Baru ke Kemenkes RI
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:14 WIB

Lobi Pemkab Lampura Berbuah Manis, RSUD Ryacudu Dapat Alkes Rp42 Miliar dan Dana Pengembangan Rp49 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:26 WIB

Wagub Jihan Pimpin Rakor Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Kabupaten Lampung Selatan

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:42 WIB

Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:30 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi dan Antisipasi Dampak El Nino terhadap Sektor Pertanian

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:45 WIB

Penanggulangan TBC Jadi Prioritas, Wagub Jihan Minta RAD Segera Dituntaskan

Berita Terbaru

Ketua komisi V DPRD Provinsi Lampung, Yanuar Irawan.
Foto: Farida Nurazizah

PENDIDIKAN

Komisi V DPRD Lampung Desak Transparansi Program Sekolah Rakyat

Selasa, 30 Jun 2026 - 16:33 WIB

Wakil Ketua 1 DPRD Provinsi Lampung, Kostiana
Foto: Farida Nurazizah/Lampungcorner.com

BANDAR LAMPUNG

Antrean Solar Mengular, DPRD Lampung Minta Pertamina Tambah Pasokan

Selasa, 30 Jun 2026 - 14:31 WIB