Lampungcorner.com – Temuan terbaru kembali menyoroti ancaman mikroplastik. Jurnal Ecotoxicology and Environmental Safety edisi 1 April 2026 mengungkap adanya partikel mikroplastik di dalam tubuh manusia, bahkan terdeteksi pada plasenta dan jaringan janin.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa paparan plastik dapat terjadi sejak awal kehidupan. Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa temuan ini belum membuktikan adanya dampak langsung terhadap kesehatan manusia dan masih memerlukan penelitian lanjutan.
Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari lima milimeter. Sumbernya beragam, mulai dari kemasan makanan dan minuman, pakaian sintetis, ban kendaraan, hingga limbah plastik yang terurai di lingkungan. Partikel kecil ini dapat masuk ke tubuh melalui makanan, minuman, maupun udara yang dihirup.
Dalam studi tersebut, tim peneliti menganalisis sampel plasenta dan jaringan janin menggunakan metode spektroskopi Raman. Hasilnya, partikel mikroplastik ditemukan pada seluruh sampel yang diperiksa. Jenis yang paling dominan adalah polietilena (PE), bahan plastik yang umum digunakan pada kantong belanja dan kemasan produk sehari-hari.
Temuan ini memperkuat bukti bahwa mikroplastik dapat mencapai berbagai jaringan tubuh manusia. Namun, hingga kini belum ada bukti kuat bahwa keberadaannya secara langsung menyebabkan gangguan kesehatan atau kelainan perkembangan.
Sejumlah studi sebelumnya juga telah menemukan mikroplastik dalam darah, paru-paru, air susu ibu, hingga cairan reproduksi. Hal ini menunjukkan bahwa paparan mikroplastik telah menjadi bagian dari kehidupan modern.
Sambil menunggu penelitian lanjutan, para ahli menyarankan masyarakat untuk mengurangi paparan plastik. Langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain membatasi penggunaan plastik sekali pakai, tidak memanaskan makanan dalam wadah plastik yang tidak tahan panas, serta beralih ke wadah berbahan kaca atau baja tahan karat.
Temuan ini diharapkan menjadi pijakan untuk riset lanjutan sekaligus mendorong upaya pengurangan pencemaran plastik di lingkungan. (*)
















