Lampungcorner.com – Kabar baik bagi penikmat kopi. Konsumsi kopi berkafein dalam jumlah sedang dikaitkan dengan proses penuaan otak yang lebih lambat serta penurunan risiko gangguan kognitif, termasuk demensia.
Temuan tersebut diulas dalam jurnal Nature edisi 9 Februari 2026. Analisis dilakukan terhadap berbagai penelitian berskala besar yang melibatkan lebih dari 130 ribu partisipan.
Selama ini, kopi dikenal sebagai minuman yang membantu meningkatkan fokus dan mengurangi rasa kantuk. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah wajar juga berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan otak.
Para peneliti menemukan, konsumsi sekitar dua hingga tiga cangkir kopi berkafein per hari dikaitkan dengan penurunan risiko penurunan fungsi kognitif dan penyakit neurodegeneratif, termasuk demensia.
Manfaat tersebut diduga berasal dari kandungan senyawa bioaktif dalam kopi, seperti kafein dan polifenol. Senyawa ini berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel saraf dari stres oksidatif dan peradangan—dua faktor utama yang berkontribusi terhadap kerusakan otak seiring bertambahnya usia.
Selain itu, kopi juga mengandung ratusan senyawa alami lain yang berpotensi mendukung kesehatan pembuluh darah serta meningkatkan komunikasi antarsel saraf di otak.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa temuan ini masih bersifat asosiasi, bukan bukti sebab-akibat langsung. Artinya, kopi tidak bisa dianggap sebagai satu-satunya faktor pencegah demensia.
Faktor lain seperti pola makan sehat, aktivitas fisik, kualitas tidur, serta kondisi kesehatan secara umum tetap memegang peranan penting dalam menjaga fungsi otak.
Karena itu, konsumsi kopi dianjurkan tetap dalam batas wajar. Asupan kafein berlebihan dapat memicu efek samping seperti jantung berdebar, gangguan tidur, hingga kecemasan.
Kopi boleh jadi teman sehari-hari, tetapi bukan satu-satunya kunci menjaga kesehatan otak di usia lanjut. (*)
















