Lampungcorner.com – Konsumsi makanan ultra-proses (ultra-processed foods/UPF) secara berlebihan terbukti berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis.
Temuan ini terungkap dalam jurnal Nutrition Reviews yang terbit pada 5 Juni 2026.
Penelitian berjudul Effect of Ultra-Processed Foods Consumption on Human Health Outcomes: An Umbrella Review of Systematic Reviews and Meta-Analyses tersebut merangkum berbagai studi ilmiah untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang dampak makanan ultra-proses terhadap kesehatan manusia.
Makanan ultra-proses merupakan produk pangan hasil industri yang melalui berbagai tahapan pengolahan dan mengandung beragam zat tambahan. Di antaranya pemanis buatan, pengawet, pewarna, perisa, hingga pengemulsi.
Jenis makanan ini banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti minuman bersoda, mi instan, sosis, nugget, keripik, biskuit kemasan, sereal manis, hingga makanan siap saji.
Hasil penelitian menunjukkan, semakin tinggi konsumsi makanan ultra-proses, semakin besar pula kaitannya dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, obesitas, gangguan kesehatan mental, hingga kematian dini.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa sebagian besar bukti masih berasal dari studi observasional. Artinya, hubungan sebab-akibat masih perlu diteliti lebih lanjut melalui riset yang lebih mendalam.
Sebagai langkah pencegahan, para ahli menyarankan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi makanan segar, seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, ikan, serta sumber protein alami. Selain itu, masyarakat juga diimbau lebih cermat membaca label gizi dan membatasi asupan gula, garam, serta lemak jenuh dari makanan kemasan.
Pola makan seimbang dan kesadaran terhadap apa yang dikonsumsi menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang. (*)
















