Lampungcorner.com – Jahe (Zingiber officinale) berpotensi membantu pengelolaan diabetes melitus tipe 2.
Hal ini terungkap dalam penelitian yang dipublikasikan pada 18 Juni 2026 di Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies, Volume 4 Nomor 4 edisi Juni–Juli 2026.
Dalam artikel berjudul Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) dalam Pengobatan Tradisional dan Kehidupan Masyarakat Indonesia: Tinjauan Etnobotani, peneliti menjelaskan jahe mengandung senyawa bioaktif seperti gingerol dan shogaol. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, serta imunomodulator.
Kandungan tersebut dinilai berpotensi membantu mengendalikan kadar gula darah sekaligus mendukung pengelolaan diabetes melitus tipe 2.
Selain itu, penelitian juga menyebut jahe telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi masuk angin, batuk, hingga gangguan pencernaan.
Berdasarkan kajian etnobotani, jahe digunakan oleh 462 pengobat tradisional dari 254 etnis di Indonesia untuk membantu menangani 69 jenis penyakit.
Meski demikian, peneliti menegaskan manfaat jahe tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui penelitian klinis.
Karena itu, konsumsi jahe tidak dapat dijadikan pengganti pengobatan medis, melainkan hanya berpotensi sebagai terapi pendamping sesuai anjuran tenaga kesehatan. (*)
















