Hama Tikus Serang Ratusan Hektar Sawah di Pesawaran, Petani Terancam Gagal Panen

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LampungCorner.com, PESAWARAN – Ratusan hektar sawah milik petani di Desa Karang Rejo, Kecamatan Negerikaton, Kabupaten Pesawaran, diserang hama tikus. Sedikitnya 100 hektar lahan pertanian terdampak, sehingga mengancam hasil panen para petani, Kamis (2/7/2026).

Serangan hama yang terjadi sejak awal musim tanam itu membuat para petani diliputi kecemasan. Selain merusak tanaman padi, hama tikus juga menyebabkan hasil produksi menurun drastis, bahkan sebagian lahan terancam mengalami gagal panen.

Kepala Desa Karang Rejo, Sutra Edi, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengaku menerima banyak laporan dari masyarakat dan telah melihat langsung dampak serangan hama tikus di areal persawahan.

“Saya mendengar laporan dan melihat sendiri aduan dari masyarakat, terutama dari para kelompok tani terkait serangan hama tikus ini. Saat ini petani cemas karena hasil produksi padi mereka banyak berkurang bahkan ada yang terancam gagal panen,” kata Sutra Edi.

Menurutnya, serangan hama tikus mulai terjadi sejak masa tanam padi pada Mei lalu dan hingga kini terus meluas. Tikus menyerang batang tanaman padi sehingga banyak tanaman mati. Dari sekitar 100 hektar sawah yang terdampak, terdapat 12 kelompok tani yang merasakan dampaknya.

Baca Juga :  Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Mantan Kakanwil Pajak Ditahan KPK

“Kalau kondisi normal, petani bisa panen dari satu per empat hektare sawah itu sampai 12 kuintal gabah. Namun sekarang hanya menghasilkan dua kuintal saja. Untuk kerugian para petani saat ini masih dikalkulasikan,” ujarnya.

Sutra Edi menambahkan, Pemerintah Desa tidak memiliki kemampuan untuk menanggung seluruh kerugian yang dialami para petani. Berbagai upaya pengendalian sebenarnya telah dilakukan secara swadaya oleh petani, mulai dari memburu dan membasmi tikus secara massal, memasang perangkap, menebar racun, hingga membakar semak-semak di sekitar area persawahan. Namun, berbagai langkah tersebut belum mampu menghentikan serangan hama.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung segera turun tangan memberikan bantuan serta langkah konkret untuk mengatasi serangan hama tikus yang semakin mengkhawatirkan.

“Saya berharap pemerintah terutama dinas terkait cepat segera turun tangan untuk membantu para petani. Kami meminta bantuan dari Pemda setempat ataupun Pemerintah Provinsi untuk mengatasi hama tikus di desa kami,” katanya.

Baca Juga :  Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 22 Kg Emas Senilai Rp60 Miliar di Bandara Soetta

Sementara itu, seorang petani setempat, Yanto, mengatakan lahan sawah miliknya seluas sekitar dua hektar juga terdampak serangan hama tikus. Ia khawatir apabila penanganan tidak segera dilakukan secara menyeluruh, ancaman gagal panen akan benar-benar terjadi.

“Kami khawatir ancaman gagal panen ini akan menjadi kenyataan. Kerugian ekonomi yang dialami warga tentu sangat besar, mengingat biaya operasional seperti pupuk dan pengolahan lahan yang sudah dikeluarkan cukup tinggi,” ujar Yanto.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan teknis maupun bantuan logistik agar tanaman yang masih tersisa dapat diselamatkan.

“Harapan besar kami para petani saat ini adalah agar tidak mengalami kerugian total, sehingga ketahanan pangan di tingkat desa tetap terjaga. Hingga saat ini kami masih berjaga secara bergantian di sawah masing-masing pada malam hari, berusaha meminimalisir kerusakan lebih lanjut sembari menunggu upaya dan bantuan teknis dari pihak pemerintah atau dinas terkait,” harapnya. (*)

Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

Lampung Rebut Juara 1 Newsroom Timnas
Kejari Lampura Musnahkan Barang Bukti 42 Perkara, Ada Sabu dan Senpi Rakitan
Gubernur Mirza dan Bupati Hamartoni Cek Jalan Lampura, Rp76 Miliar Disiapkan Lewat Inpres
60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak
Gerobak Listrik Rp2,8 Miliar Jadi Temuan BPK, Vendor yang Sama Kembali Dapat Kontrak 2026
Usai Diperiksa 11 Jam, Sekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Digiring ke Rutan Polda Lampung
KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus HGB Bogor, 4 Diduga Orang Kepercayaan Menteri ATR/BPN
Sinyal Terakhir 5 Jurnalis, 2 ABK dan 1 Pemandu yang Hilang di Selat Sunda Terdeteksi di Pulau Sebesi
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Lampung Rebut Juara 1 Newsroom Timnas

Rabu, 30 September 2026 - 11:46 WIB

Kejari Lampura Musnahkan Barang Bukti 42 Perkara, Ada Sabu dan Senpi Rakitan

Selasa, 29 September 2026 - 09:16 WIB

Gubernur Mirza dan Bupati Hamartoni Cek Jalan Lampura, Rp76 Miliar Disiapkan Lewat Inpres

Jumat, 25 September 2026 - 21:00 WIB

60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak

Senin, 21 September 2026 - 21:32 WIB

Gerobak Listrik Rp2,8 Miliar Jadi Temuan BPK, Vendor yang Sama Kembali Dapat Kontrak 2026

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Lampung Rebut Juara 1 Newsroom Timnas

Kamis, 1 Okt 2026 - 21:57 WIB

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung Fraksi Partai Gerindra, Asroni Paslah.

BANDAR LAMPUNG

Pancasila Jangan Berhenti di Dinding Kantor

Kamis, 1 Okt 2026 - 15:26 WIB

LC TV Story

Komisi III DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Calon Kapolri

Kamis, 1 Okt 2026 - 12:50 WIB