Lampungcorner.com – Mobil listrik semakin menunjukkan dominasinya di pasar otomotif global.
Didukung harga yang kian kompetitif, biaya operasional lebih rendah, serta pilihan model yang semakin beragam, kendaraan berbasis baterai kini menjadi pesaing kuat mobil berbahan bakar bensin.
Berdasarkan laporan Global EV Outlook 2026 yang dirilis International Energy Agency (IEA) pada Mei 2026, penjualan mobil listrik dunia diproyeksikan mencapai 23 juta unit sepanjang tahun ini.
Angka tersebut setara dengan sekitar 28 persen dari total penjualan mobil baru secara global, menandai tren pertumbuhan kendaraan listrik yang terus berlanjut.
Pertumbuhan tersebut masih didominasi pasar Asia, terutama Tiongkok. IEA mencatat, sepanjang 2025 lebih dari 13 juta unit mobil listrik terjual di negara tersebut.
Jumlah itu menyumbang sekitar enam dari setiap sepuluh mobil listrik yang terjual di dunia, sekaligus menegaskan posisi Tiongkok sebagai pasar kendaraan listrik terbesar secara global.
Memasuki 2026, penjualan mobil listrik di Tiongkok diperkirakan terus meningkat. Meski laju pertumbuhannya tidak secepat beberapa tahun sebelumnya, pangsa pasar mobil listrik di negara itu diproyeksikan mendekati 60 persen dari total penjualan mobil baru sepanjang tahun ini.
Meningkatnya minat terhadap mobil listrik didorong sejumlah faktor. Selain harga baterai yang terus menurun sehingga kendaraan semakin terjangkau, biaya penggunaan mobil listrik juga lebih hemat.
Kendaraan listrik tidak memerlukan penggantian oli dan memiliki komponen mesin yang lebih sedikit dibandingkan mobil berbahan bakar bensin, sehingga biaya perawatan cenderung lebih rendah.
Di sisi lain, mobil berbahan bakar bensin masih memiliki keunggulan dari sisi kepraktisan.
Jaringan stasiun pengisian bahan bakar yang luas membuat kendaraan konvensional lebih mudah digunakan, terutama untuk perjalanan jarak jauh maupun di wilayah yang belum memiliki infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.
Persaingan ini menunjukkan bahwa transisi menuju kendaraan rendah emisi masih berlangsung.
Mobil listrik unggul dari sisi efisiensi dan biaya operasional, sementara mobil bensin tetap menjadi pilihan bagi pengguna yang membutuhkan fleksibilitas dengan dukungan infrastruktur yang lebih merata.
Dengan tren tersebut, pilihan kendaraan kini semakin bergantung pada kebutuhan masing-masing konsumen, baik untuk mobilitas harian di perkotaan maupun perjalanan jarak jauh. (*)
















