Penjualan Sapi Kurban Lampung 2026 Naik 40,15 Persen, Domba Melonjak 121,76 Persen

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Provinsi Lampung kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu lumbung ternak nasional dengan meningkatnya permintaan dan penjualan hewan kurban pada Tahun 2026.

Peningkatan signifikan terjadi pada komoditas sapi dan domba yang menjadi penopang utama kebutuhan kurban di berbagai daerah menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Ir. Lili Mawarti, M.Si, mengatakan tingginya permintaan hewan kurban dari berbagai wilayah menjadi indikator kuat bahwa kualitas dan ketersediaan ternak asal Lampung semakin dipercaya masyarakat.

“Provinsi Lampung terus berkontribusi besar dalam menyuplai ternak kurban ke berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa sektor peternakan Lampung memiliki daya saing dan kapasitas produksi yang baik,” ujar Lili Mawarti, Jumat (29/5/2026).

Berdasarkan data sementara penjualan ternak kurban antarprovinsi dan antarkabupaten/kota di Provinsi Lampung, penjualan sapi pada tahun 2026 mencapai 60.429 ekor atau meningkat 40,15 persen dibanding tahun 2025 yang tercatat sebanyak 43.116 ekor.

Sementara itu, penjualan kerbau meningkat dari 242 ekor pada tahun 2025 menjadi 337 ekor pada tahun 2026 atau naik sebesar 39,25 persen.

Baca Juga :  Gubernur Mirza Fokus Kembangkan Strategi Besar Pariwisata, Kiluan-Gigi Hiu Kini Tempuh 2,5 Jam

Peningkatan tertinggi terjadi pada komoditas domba. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.764 ekor, sedangkan tahun 2026 meningkat menjadi 3.912 ekor atau naik sekitar 121,76 persen.

Di sisi lain, ternak kambing mengalami sedikit penurunan dari 143.335 ekor pada tahun 2025 menjadi 139.917 ekor pada tahun 2026 atau turun sebesar 2,38 persen.

Menurut Lili Mawarti, penurunan pada ternak kambing dimungkinkan terjadi karena adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam pelaksanaan kurban.

“Penurunan kambing dapat disebabkan karena sebagian masyarakat mulai beralih melakukan kurban menggunakan sapi, kerbau maupun domba,” jelasnya.

Ia menambahkan, data tersebut diperoleh dari data lalu lintas ternak antarprovinsi serta data Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Wilayah Lampung.

Selain memenuhi kebutuhan ternak kurban di dalam Provinsi Lampung, pengiriman hewan kurban asal Lampung juga dilakukan ke berbagai daerah di Indonesia.

Untuk ternak sapi, distribusi dilakukan ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.

Sedangkan pengiriman kambing dan domba dilakukan ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, serta Kalimantan Tengah.

Baca Juga :  Berkas Sudah Tiga Pekan di Barjas, Proyek APBD Lampura Belum Bergerak

Lonjakan pasokan sapi dan domba tersebut sejalan dengan meningkatnya kapasitas peternak, membaiknya sistem distribusi dan lalu lintas ternak, serta pengawasan kesehatan hewan yang semakin ketat menjelang Iduladha.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama APPSI juga terus memperkuat kemitraan antara peternak, pengepul, dan lembaga kurban nasional guna memastikan kebutuhan hewan kurban terpenuhi secara optimal.

“Kami terus mendorong peternak menjaga kualitas dan kesehatan ternak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Dengan potensi peternakan yang dimiliki, Lampung optimistis dapat terus menjadi salah satu daerah penyangga utama kebutuhan ternak nasional,” pungkasnya.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung juga mengimbau masyarakat untuk memilih hewan kurban yang sehat, cukup umur, dan telah melalui pemeriksaan petugas kesehatan hewan.

Posko pemeriksaan kesehatan hewan turut disiapkan di sejumlah titik keluar-masuk ternak guna memastikan hewan kurban yang aman, sehat, dan sesuai syariat. (*)

Berita Terkait

Gebyar Samsat 2026, Pemprov Tekankan Pajak untuk Masa Depan Pembangunan Daerah
Ekonomi Naik, PHK Masih Menghantui, DPRD Minta Perlindungan Pekerja Diperkuat
DPRD Dalami Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta, Pramuka Klarifikasi Hibah Rp1 Miliar
RDP DPRD Kota Bandar Lampung Kupas Legalitas SMA Siger hingga Penggunaan Dana Hibah
DPD Nasdem Pesawaran Gelar Pelatihan Konten Kreator, Upaya Tingkatkan Kreatifitas dan Inovasi Kader
Jumat Berkah! Gebrakan DPD Nasdem Pesawaran, Cukur Gratis dan Bersih Rumah Ibadah
Irigasi Way Kawat Memprihatinkan, Bupati Ela Dorong Perbaikan untuk Selamatkan Sawah Petani
Lahir di Lampura, Mayjen TNI Kristomei Sianturi Diangkon Muakhi oleh Ansyori Sabak
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:10 WIB

Gebyar Samsat 2026, Pemprov Tekankan Pajak untuk Masa Depan Pembangunan Daerah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:12 WIB

Ekonomi Naik, PHK Masih Menghantui, DPRD Minta Perlindungan Pekerja Diperkuat

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:14 WIB

DPRD Dalami Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta, Pramuka Klarifikasi Hibah Rp1 Miliar

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:13 WIB

RDP DPRD Kota Bandar Lampung Kupas Legalitas SMA Siger hingga Penggunaan Dana Hibah

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:20 WIB

DPD Nasdem Pesawaran Gelar Pelatihan Konten Kreator, Upaya Tingkatkan Kreatifitas dan Inovasi Kader

Berita Terbaru

Kebarakan, jl cengkeh 5, RT 06, Lingkungan II Kelurahan Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa Kota BandarLampung
Foto: Damkar

Pariwisata

Diduga Korsleting, Rumah di Rajabasa Ludes Terbakar

Minggu, 12 Jul 2026 - 11:45 WIB